HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Terungkap


__ADS_3

Sleb!


Sleb!


Dua anak panah berhasil melumpuhkan dua orang yang tengah mengendap-endap, berusaha untuk memasuki pintu depan rumah.


Harley pun diam-diam meninggalkan posisi awalnya, melangkahkan kakinya ke samping rumahnya diantara pepohonan.


Sleb!


Satu lagi anak panah melesat tepat menembus jantung salah satu anggota yang sedang berusaha untuk masuk melalui jendela samping rumah.


Harley sudah menghitung jumlah orang yang sedang mencoba untuk membobol masuk rumahnya dari berbagai arah, dan dia baru berhasil melumpuhkan tiga orang dari sepuluh orang yang berada di sana.


Sleb!


Satu lagi orang tewas diujung anak panah yang dilepaskan oleh pria dingin itu, sengaja dia menghabisi orang-orang yang berada jauh dari kawanannya terlebih dulu agar tidak menimbulkan kekacauan.


Sayangnya salah satu dari mereka menyadari serangan terakhir yang dilepaskan oleh Harley, saat dia melihat teman dibelakangnya tiba-tiba roboh dengan sebuah anak panah yang menembus kepalanya.


Dor!Dor!Dor!


“Tunjukan dirimu brengsek!” Pekiknya, sambil terus melepaskan tembakannya ke sembarang arah.


Sontak aksi heroiknya ini mengundang kepanikan dari teman-temannya yang lain, mereka pun ikut melepaskan tembakannya.


Sleb!


“AAAhhhhhh!”


Sleb!


Kali ini anak panah kedua Harley baru bisa membuat pria paling besar diantara mereka tewas, dengan satu anak panah pamungkas menembus kepalanya.


Aksi tembakan pun semakin gencar dilakukan oleh para penjahat itu, tetapi berkurangnya jumlah mereka pun masih terjadi hingga menyisakan tiga orang saja.


“Keluar kau kurang ajar!” Pekik mereka, lalu melepaskan kembali tembakannya ke berbagai arah.


Ketika Harley kembali menarik anak panahnya, yang tersisa hanya anak panah berhulu ledak buatan si bocah jenius untuknya. Tanpa pikir panjang dia pun menempatkan anak panah tersebut di belakang tali dan menariknya, lalu melepaskannya.


Sleb! Duar!


Melihat anak panah yang berhasil memisahkan anggota tubuh salah satu temannya, merekapun semakin gila ketika melepaskan tembakannya.

__ADS_1


“Brengseekkk!!!! Mati kauuu!!!”


Sleb! Duar!


“Ahhhhhh!!! Mati kaauu!!!


Sleb! Duar!


Seketika keheningan pun kembali terjadi, dan tugas Harley selanjutnya adalah membersihkan tempat itu dari mayat-mayat yang bergelimpangan di sana.


Satu persatu pemuda dingin itu menarik mayat-mayat yang tersebar di sekitar rumahnya dan menjatuhkannya di satu titik. Satu bagian tubuh terakhir berhasil dia jatuhkan saat tiba-tiba saja ponselnya bergetar, rupanya salah satu teman wanitanya menghubungi dirinya saat itu.


“ Ya…Aku mendengarnya”


Harley pun menaruh kembali ponselnya kedalam saku rompinya saat teman wanitanya itu mengakhiri panggilan teleponnya, lalu melanjutkan tugas terakhirnya yakni melenyapkan semua bukti dari aksi pembersihannya.


Pemuda dingin itu menarik satu-satunya anak panah yang tersisa, lalu mengarahkannya ke tumpukan mayat-mayat tadi sebelum air pasang semakin tinggi dan menyapu tubuh mereka dari sana dan…


Sretttt!


DUAR!


Harley memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan ujung tebing dimana sebuah bom menghancurkan para penjahat itu dibawah sana.


“Ellena buka pintunya!”


Tak lama dia mendengar suara langkah kaki mendekati pintu didepannya, lalu mendengar bunyi tombol-tombol sebelum akhirnya pintu rumahnya itu terbuka dan Ellena menerjang tubuh nya dan memeluknya erat.


“Kita harus pergi dari sini sekarang” Harley memasuki rumahnya setelah dia mengurai pelukan gadis itu, sementara Ellena menutup kembali pintu rumahnya.


Harley dan Ellena mengambil barang-barang penting lalu memasukannya ke dalam tas, dan meminta Ellena untuk menyiapkan mobil yang terparkir di garasi bawah tanah rumahnya bersama dengan Max sementara dia menyelesaikan persiapannya.


Tak lama pemuda dingin itu menyusul Ellena yang sudah bersiap didalam mobil truck nya, sebuah pilihan yang tepat pikir Harley. Kemudian memasuki mobil tersebut dan mulai mengarahkan kemudinya keluar dari gedung bawah tanah itu, tak lupa menghidupkan kembali sistem keamanan di rumah miliknya tersebut.


Keesokan harinya.


“Kopi mu…” Ucap Ellena sambil menyodorkan secangkir kopi panas untuk Harley, pemuda tampan itu masih asik menatap ponsel layar lebarnya.


“Kita tidak punya banyak stok makanan disini Harley” Lanjut Ellena, lalu duduk di samping Harley dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pemuda dingin itu.


“Kita akan membelinya nanti” Jawab Harley, lalu mencium puncak kepala Ellena setelah melingkarkan tangannya di bahu gadis itu, sebelum kembali fokus menatap layar ponselnya.


“Aku harus memastikan sesuatu terlebih dulu” Lanjutnya.

__ADS_1


Jika perkiraannya benar, saat ini pasti dalang dari aksi semalam akan muncul dan mendatangi rumahnya. Hanya orang-orang dari agensi yang mengetahui kediaman Harley selama ini, dan hanya mereka juga yang mengetahui tentang keberadaan Ellena dan Max dirumahnya.


Sebenarnya dia sempat mencurigai M saat mendengarkan pembicaraan antara Luis dan seseorang yang tidak dikenalnya kemarin, tetapi saat Viper si bocah jenius itu mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya dia pun langsung mencoret nama wanita itu dari daftar orang-orang yang patut dia curigai.


Ellena tidak mau bertanya lebih lanjut kepada pemuda yang selalu saja menyelamatkan hidupnya dari bahaya itu, dia memilih untuk melanjutkan tidurnya dipangkuan Harley. Dia yakin apa yang akan dilakukan malaikatnya ini adalah demi kebaikan mereka berdua, juga Max.


“Mereka ada didalam sana” Ucap seorang pria berjas dan berkaca mata hitam kepada empat orang temannya, salah satu dari mereka langsung menyita perhatian Harley.


Salah satu dari mereka terlihat fokus dengan ponselnya, dan tak lama kemudian pintu rumah kaca itupun terbuka.


Mereka memeriksa setiap sudut ruangan di rumah tersebut, sebelum salah satu dari mereka memerintahkan teman-temannya untuk menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar Harley dan Ellena berada dengan gerakan tangannya.


Saat mereka berhasil membuka pintu kamar Harley secara diam-diam, mereka pun langsung menembaki tubuh keduanya yang masih tertidur dengan posisi sang wanita berada dipangkuan pria nya.


“Alert! Alert! Alert!”


Tiba-tiba saja sistem keamanan di rumah itu kembali menyala, dan secara otomatis langsung mengurung mereka di ruangan itu.


“Brengsek! Ini jebakan!” Ucap pria yang menyita perhatian Harley tadi.


Bersamaan dengan itu sebuah helikopter mendarat di halaman belakang rumah tersebut dan beberapa mobil van hitam memasuki halaman depannya.


M memimpin langsung operasi penangkapan kali ini, dia memasuki rumah itu dengan mudah setelah Viper membobol sistem keamanan tersebut dengan hanya menekan sebuah tombol. Dia pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk menangkap agen-agen pengkhianat tersebut dan menggiringnya kedalam mobil van kemudian membawa mereka pergi entah kemana.


Harley tersenyum tipis melihat semua kejadian itu melalui layar ponsel lebarnya, dia hanya tidak menyangka jika Peter di pengasuh sementara Max adalah seorang agen rahasia yang telah mengkhianatinya.


Anjing memiliki insting yang kuat, dia akan sangat mudah mengenali seorang penjahat. Jika Peter berhasil mengelabui Max, itu artinya dia adalah agen tidak bisa dipandang sebelah mata.


“Sepertinya mulai hari ini aku harus lebih berhati-hati saat berkenalan dengan orang baru…Kurang ajar sekali bocah itu…”


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini


Happy reading…


Jangan lupa bernafas…heheheheh

__ADS_1


__ADS_2