HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Annual Black Diamond Event


__ADS_3

Luthor mempunyai tencana lain dengan undangan yang diberikan oleh Caesar melalui putranya Trevor, dia memerintahkan seluruh agen kepercayaannya untuk menyamar dengan tujuan untuk menghancurkan acara tersebut.


Sudah lama dia menaruh rasa benci yang mendalam kepada para raja minyak dunia tersebut, selain dengan seenaknya mereka memonopoli supply dan persediaan minyak dunia mereka pun dengan mudah bisa membuat perekonomian sebuah negara hancur hanya dengan memainkan harga minyak!


Kemiskinan meraja rela jika hal itu sudah terjadi, angka kejahatan dan kematian meningkat tajam belum lagi carut marut dalam pemerintahan dimana para pemimpin nakal menggunakan situasi tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri sementara para raja minyak tersebut tetap hidup bergelimang harta dan bertindak semaunya mereka.


“Ini momen yang tepat!” Luthor berujar dihadapan para agen yang sudah dia berikan tugas dalam sebuah pertemuan rahasia.


Dari semua rencana gila yang di susun oleh Luthor, satu yang paling dia tekankan kepada para agennya yakni untuk menyisakan pria yang bernama Charlie untuknya. Luthor berencana untuk membunuh pria yang telah merebut cintanya dulu, yang juga telah merebut semua perhatian dari anggota agensi dan para klien serta koleganya meski semua kerja keras telah dia lakukan.


“Semua orang masih mengagungkan pria tua sialan ini meski dia sudah tidak pernah lagi ada di agensi” Gumam Luthor. Pria yang kini sudah tidak lagi muda tersebut memandangi gambar dirinya bersama dengan Charlie saat sedang berpelukan ketika mereka kuliah dulu, gambar yang selalu dia taruh dilaci meja kerjanya.


Lain halnya dengan apa yang terjadi di mansion Rumius, Harley yang masih kesal dengan video yang dipertontonkan oleh Emir belum lama ini tengan melakukan sebuah panggilan video dengan gadis kecilnya Ellena.


“Apa pria tua itu berani merayumu lagi?” Ketus Harley, dia bahkan tidak berani menunjukan kemarahannya di hadapan Ellena meski ucapannya sangat bertolak belakang.


“Dia itu ayahmu sayang, tak baik mengatainya seperti itu” Kekeh Ellena, dirinya cukup memahami kecemburuan lelakinya itu. Ke-posesifan Harley memang sudah ada di level paling tinggi dari semenjak gadis itu mengenalnya, meski cara yang dia perlihatkan cukup unik.


“Lagi pula Charlie adalah pria yang baik” Lanjutnya, sambil tersenyum.


“Kau berani mengatakan pria itu baik di hadapanku Elle?” Harley mengerutkan keningnya, ingin rasanya pemuda tampan itu menghabisi Ellena saat ini jika saja gadis itu berada di hadapannya.


“Ayolah sayang, kau sangat tahu apa yang aku maksud bukan?” Ellena gemas dengan tingkah pria tampannya.


Harley bisa melihat Max melompat kedalam pangkuan Ellena saat mereka tengah berbincang, anjing kesayangannya itu terlihat sangat merindukan kehadiran sang majikan disana. Max menyentuh layar ponsel milik Ellena sambil menggonggong.


“Hallo buddy, did you miss me?” Ucap Harley yang langsung di respon oleh teriakan Max.

__ADS_1


“Dia sangat merindukanmu sayang, setiap hari dia mengajakku berjalan-jalan dipinggir pantai” Ellena menggaruk leher Max dan mengarahkan kamera ponselnya ke arah anjing manjanya.


“Bocah sialan…” Kekeh Rumius, pria tua tersebut harus mengurungkan niatnya untuk berbincang dengan anak angkatnya itu ketika dirinya tanpa sengaja mengintip percakapan mereka dari balik pintu kamar Harley.


Meski Harley dikenal sebagai seorang agen yang kejam dimata teman dan lawannya, tetapi ketika berhadapan dengan Ellena reputasinya itu seakan sirna! Dia hanyalah seorang bocah kecil bertubuh besar.


Rumius kembali ke ruangan pribadinya, dimana Emir, Chopper serta Ferrari berada saat ini. Mereka berencana untuk membahas perkembangan dari acara yang akan penting terselenggara dalam tiga hari mendatang.


“Sepertinya kita akan mulai tanpa anak sialan itu” Rumius membuka sesi pertemuannya.


Sehari sebelumnya Emir mendapatkan sebuah laporan penting dari salah satu agen rahasianya, pria sedingin es itu melaporkan hal tersebut kepada Rumius. Emir mencurigai adanya campur tangan dari pihak agensi berkenaan dengan munculnya para pengawal baru yang menggantikan sebagian kecil dari pengawal lama di kapal pesiar itu.


Belum lagi pergantian crew dan anak buah kapal yang terjadi disana, momen yang pas bagi para agen rahasia untuk melakukan pergerakan meski telat menurut Emir.


“Mereka itu pura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh” Cibir Emir ketika dia membuka sebuah dokumen rahasia pada emailnya.


Untuk seorang agen rahasia yang benar-benar pintar dan sudah berpengalaman, seharusnya mereka melakukan pergerakan secara halus dengan jarak waktu yang cukup panjang. Bukan secara serentak dan dalam waktu yang sesingkat ini pikir Emir.


“Kita tetap harus waspada anak-anak, biasanya orang kalap akan bertindak dengan cara yang kasar” Lanjut pria paruh baya tampan tersebut.


Malam itu Caesar tiba di tempat acara dengan didampingi oleh Emir dan para gadisnya, helikopter miliknya mendarat dengan sempurna diatas landasan heli kapal pesiar mewah tersebut.


Para pengawal menyambut kedatangan mereka dengan sigap, dan membuka jalan bagi salah satu raja minyak terbesar itu hingga memasuki tempat acara. Pangeran Yasser benar-benar memberlakukan protokol keamanan tingkat tinggi demi terselenggaranya acara penting tersebut.


Hanya satu orang yang tidak bisa menghadiri acara tersebut, Charlie dikabarkan tengah sakit dan hanya bisa mewakilkan dirinya kepada Caesar untuk menghadiri acara paling bergensi yang hanya diselenggarakan setahun sekali itu.


“Baguslah, sepertinya pria itu memang sudah akan mati” Batin Luthor saat pangeran Yasser mengajak semua tamunya untuk memanjatkan doa bagi salah satu sahabat terbaiknya tersebut, meski sebenarnya ada sedikit rasa kecewa yang hadir dalam benaknya.

__ADS_1


Trevor menghampiri Emir, dia hendak memperkenalkan sang ayah kepada Caesar sesuai dengan janjinya “Tuan-tuan ini adalah ayahku Ernest Luthor”.


Caesar menyambut dengan hangat perkenalan mereka, berbeda dengan Emir yang memang terkenal dengan image dingin dan datarnya meski pria dengan senyuman tipis khasnya itu menyambut uliran tangan Luthor dan menyapanya.


Sekilas Luthor memandangi wajah Emir yang mirip dengan wajah seseorang yang dikenalnya dulu, tetapi pria tua itu menepis pikirannya karena seingatnya Diana tidak pernah mempunyai adik maupun kakak.


“Senang akhirnya berjumpa dengan anda tuan Luthor” Sapa Emir dengan senyuman khasnya.


Entah mengapa sekilas ucapan pria ini membuat bulu-bulu halus di sekujur tubuh Luthor berdiri, Emir memang terkesan ramah jika dinilai dari ucapannya. Tetapi jika melihat sorot matanya serta senyuman tipisnya kesan sadis muncul pada pria tersebut.


Berbeda dengan Harley, salah satu agen rahasia terbaik di agensi yang Luthor kenal dan telah berhasil dia lenyapkan itu benar-benar datar dan hampir tanpa ekspresi ketika berbicara dengannya.’


Trevor terlihat lebih banyak berbicara ketika mereka sedang berbincang bersama, ambisi sang anak terhadap dunia bisnis membuat percakapan diantara mereka lebih hidup ketimbang saat berbicara dengan Luthor.


“Apa anda mempunyai saudara tuan Emir? Anda mirip dengan seseorang yang saya kenal” Akhirnya Luthor menuruti rasa penasarannya.


“Aku punya seorang kakak”


Deg


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


__ADS_2