HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Kenyataan Pahit Luthor


__ADS_3

"Brengsek!!" Seru Luthor dengan nafas yang memburu.


Dia tidak menyangka bahwa Charlie ternyata masih hidup, dan dari suaranya pria tua itu pasti dalam keadaan baik-baik saja. Parahnya salah satu pendiri agensi itu tidak diketahui keberadaannya.


"Jangan jadi pengecut Charlie! Tunjukkan dirimu dan hadapi aku sekarang!" Lanjut Luthor, lalu menembak salah satu pengeras suara yang dia lihat berada di atas podium.


"Maafkan aku sobat, tapi anakku itu telah mengunciku di dalam kamar dan sekarang ini tanganku dalam keadaan terborgol di tempat tidur"


Bukan hanya omong kosong belaka yang keluar dari mulutnya, saat ini pria tua tampan itu memang dalam keadaan tangan terborgol ke ranjangnya. Ellena yang melakukan hal itu kepadanya.


Rupanya gadis itu diam-diam mendengarkan percakapan terakhirnya dengan Rumius alias Caesar, yang mengatakan bahwa dirinya akan muncul dalam aksi malam ini.


Entah bagaimana gadis itu bisa berhasil membujuk pilot kepercayaan nya mengantarkan gadis itu keluar dari pulau menuju kediaman Rumius dan bergabung dengan pasukan M. Dan entah dengan cara apa dia berhasil meyakinkan M untuk turut serta dalam aksi mereka malam ini.


"Anak??!!! Apa maksud mu Charlie??!" Geram Luthor, seingatnya Diana tidak berhasil melahirkan bayinya saat itu. Karena ketika dia memberikan racun kepada wanita itu, dia tidak pernah menemukan keberadaan bayinya.


Luthor pikir bayi dalam kandungan Diana mati ketika dilahirkan.


"Owh maafkan atas kelancangan ku sobat, maksud ku menantuku hehehe..." Charlie terkekeh, dia memang sengaja membuat sahabatnya itu marah untuk mengulur waktu agar Viper berhasil memecahkan kode untuk menjinakkan bom nya.


Luthor semakin tidak mengerti dengan perkataan Charlie, Menantu? Apa lagi ini? Pikirnya.


"Aku akan memperkenalkan dirimu dengan anakku satu-satunya, kau tidak usah khawatir dan jika kau mau melepaskan para sandera aku akan memberikan undangan pernikahan spesial untukmu nanti" Kali ini ucapan Charlie terdengar begitu meyakinkan, tetapi terdengar konyol ditelinga Luthor.


Dor!


"Aaakkhh....!!"


Charlie bisa mendengar rintihan suara siapa melalui alat pengeras suara nya, bisa dipastikan saat ini pria sedingin es itu tengah merasakan sakit yang luar biasa disalah satu bagian tubuh nya.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu Charlie, satu lagi kekonyolan yang akan kau ucapkan maka pria ini akan mati saat ini juga" Ancam Luthor. Pria tua berwajah licik ini sudah bisa menebak apalagi yang akan diucapkan mantan sahabatnya ini, dia ingin membuat dirinya emosi hingga tidak lagi bertindak dengan menggunakan akalnya.


"Kau salah besar Luthor, dengan membangunkan beruang kutub yang sedang tidur"

__ADS_1


Deg!


Luthor tahu intonasi suara Charlie saat ini, yang menandakan dirinya tengah mengaktifkan mode membunuh. Meski dia tidak tahu apa yang dimaksud dengan beruang kutub yang sedang tidur, tapi dia yakin perkataan itu ditunjukkan untuk dirinya sendiri.


"Semuanya tinggalkan tempat ini dan biarkan mereka hancur!" Seru Luthor, dia tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi mengingat bom yang sudah dipasang oleh anak buahnya tak lama lagi akan meluluh lantakkan kapal pesiar mewah ini dan seisinya.


"Pintunya tidak bisa dibuka pak! Seluruh ruangan ini dalam keadaan terkunci!" Seorang agen berseru setelah dia dan anak buahnya berusaha untuk membuka pintu.


"Jangan macam-macam! Perintahkan agen 9 untuk membuka pintunya!" Geram Luthor, bagaimana mungkin agen terlatih seperti mereka bisa berbuat se-ceroboh itu pikirnya.


"Saya tidak bisa menghubungi agen 9 pak! Juga agen lainnya yang bersiaga diluar!" Jawab pria berkepala plontos itu sambil mendengarkan kembali respon yang mungkin didapat nya melalui alat komunikasi yang tersemat di telinganya.


"Bunuh mereka semua!" Kali ini Luthor sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, dia tahu hal ini ada sangkut pautnya dengan Charlie.


Sleb! Sleb! Sleb!


Tiga anak panah berhasil menembus kening dan jantung tiga agen yang akan melepaskan tembakan nya ke arah para sandera, mereka berteriak karena terkejut melihat orang yang akan menembak mereka mati dengan naas.


Dor! Dor! Dor!


Luthor terhenyak, bagaimana mungkin pemilik anak panah itu masih hidup? Bukankah dia sudah mati saat para agennya meledakkan gudang itu pikirnya.


Seketika dia tersadar dan melepaskan tembakan nya ke sembarang arah bersama dengan para agennya, yang membuat para sandera semakin panik hingga mereka berlari mencari perlindungan sebisa mungkin.


Luthor menembak gagang pintu agar dirinya bisa melarikan diri, percuma dia mengancam siapapun itu dengan menodongkan senjatanya kepada para sandera karena dia tahu itu merupakan hal yang sia-sia saja.


Luthor tahu kehebatan Harley dan dua orang agen wanita teman kerjanya, dia berpikir daripada mati ditangan mereka lebih baik dia menyelamatkan diri secepat mungkin.


Tetapi sayang, satu peluru berhasil mengenai kakinya saat pria tua itu telah berhasil menjebol pintu tersebut dengan tembakan bertubi-tubi nya. Dan ketika dia menoleh dia bisa melihat tatapan Emir yang tajam mengarah kepadanya.


Trevor berusaha untuk menolong sang ayah dengan mengarahkan senjatanya kepada Emir, tetapi dengan sadis dan tanpa berpikir sedikit pun pemuda mengerikan itu menembak kepalanya tanpa melihat ke arah anaknya itu.


"Jangan membangunkan beruang kutub dari tidurnya" Ucap Caesar yang wajahnya kini berubah setelah pria tua itu menekan tombol dibelakang telinga nya dihadapan Luthor.

__ADS_1


"Rumius??? Kau...!!" Pekik Luthor, dia bahkan tidak bisa berkata-kata lagi saat mendapati pria yang telah berhasil dia singkirkan sepuluh tahun yang lalu tengah berdiri didepannya.


Disaat para gadis telah berhasil menguasai keadaan didalam aula besar tersebut, Harley menghampiri nya. Dia menatap tajam orang yang telah memporak-porandakan keluarga nya serta membunuh ibunya.


"Apa kau akan membunuhnya?" Emir bertanya dengan seringai aneh tanpa melihat ke arah Harley, orang yang dia ajak bicara.


"Dia tidak layak untuk mati semudah itu paman, sebaiknya kita biarkan karma yang akan menghancurkan nya...Itu akan jauh lebih menyakitkan lagi" Harley memutar tubuhnya, dia enggan menatap wajah orang yang selama ini cukup dijadikan panutan nya di agensi.


"Pa....Paman???" Luthor semakin tidak mengerti dengan situasi yang dihadapinya saat ini, jika Emir adalah seorang paman berarti pria itu kerabat dari Harley. Tapi dari siapa?


"Dia adalah anak kandung Charlie dan Diana, dan Emir disini adalah adik kandung dari Diana" Jawab Rumius, sesuai dengan janji Charlie yang akan mengenalkan anggota keluarga nya kepada Luthor lewat dirinya.


"Aku serahkan dia kepadamu pria tua, sepertinya dia lebih cocok berhadapan denganmu" Ucap Emir, tetapi sebelumnya dia melepaskan satu peluru nya di bahu pria tersebut. Nyaris mengenai jantungnya!


"Balasan setimpal untukmu" Ucap Emir lalu pergi dari hadapan Luthor dan Rumius.


Ttiiiiiitttt...!!


"Rumius? Apakah semuanya sudah beres? jika sudah bisakah kau memerintahkan seseorang untuk melepaskan borgol ku??"


Hening...


"Rumius?! Harley...?! Emir?!! Ellena sayang??"


Hening......


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊


Happy reading 🤗😘


__ADS_2