
Mari kita tinggalkan euforia kelahiran cucu pertama sang pewaris tunggal kerajaan bisnis milik si tua tampan Charlie sejenak, dan kita intip apa yang sedang terjadi di agensi sekembalinya Rumius si pria jenius kesana.
Hampir satu tahun lamanya Charlie sengaja membiarkan salah satu jenis usahanya tersebut berjalan tanpa adanya pinpinan tertinggi disana, dia ingin tahu bagaimana kinerja para dewan tinggi agensi dalam memimpin dan menjalankan strategi bagi kelangsungan agensi beserta para agennya, sambil dia merencanakan kembalinya Rumius kesana.
Benar saja, dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut, tidak satupun dari ke sepuluh orang itu yang bisa memenuhi kriteria seorang pemimpin disana meski latar belakang mereka cukup memadai.
Tiga diantara mereka merupakan seorang perwira tinggi negara, dua diantara mereka bahkan pimpinan dari agen rahasia pemerintah, sementara tiga orang nya lagi adalah para anggota parlemen negara termasuk hakim tinggi dan gubernur dan dua orang sisanya adalah teman bisnis Charlie sendiri.
Charlie melihat banyaknya konflik on interest diantara mereka, sementara yang dibutuhkan dari seorang pemimpin agensi adalah sikap netral serta integritas tinggi saat sedang menjalankan perannya sebagai pemimpin disana.
Jangan salah mengira, mereka sebenarnya adalah orang-orang yang sangat setia dengan kemampuan yang mumpuni di bidangnya. Tetapi jika saat berperan sebagai pimpinan agensi tiba-tiba saja para agennya diharuskan untuk bersikap layaknya seorang tentara itu kurang tepat menurut Charlie, atau tiba-tiba saja para agennya harus mendahulukan kepentingan pemimpin diatas kepentingan klien itupun sama kurang tepatnya, bahkan tidak tepat bagi pria tua tampan tersebut.
Ujung-ujungnya Charlie harus membujuk Rumius untuk segera kembali ke agensi, meski harga yang harus dia bayar cukup mahal. Dia harus rela membagi kasih sayangnya dengan Harley, Ellena juga Arthur!
“Kurang aja sekali si tua bangsa sialan itu! Berani-beraninya dia berniat untuk merebut cucuku!” Keluh Charlie, ketika pria tersebut pada akhirnya menyetujui persyaratan yang diajukan Rumius.
Andaikan pria tua sialan itu meminta sekian puluh persen dari aset yang di milikinya saat ini, tentui saja dia akan dengan sukarela memberikannya. Tetapi jika menyangkut cucu serta menantu dan juga anak kesayangannya, dia harus memutar kepalanya terlebih dulu.
Tidak mau kalah, Charlie pun memberikan banyak persyaratan berkenaan dengan tiga orang yang sesekali akan tinggal bersama dengannya di mansion Caesar. Dia harus merahasiakan identitas cucunya Arthur beserta ibu dan ayahnya.
__ADS_1
“Semua orang tahu Tonny adalah anakku satu-satunya, wajar jika dia menikah dan memiliki bayi sekarang ini kan? Berarti itu sudah aku anggap beres” Balas Rumius dengan santainya. Toh selama ini mereka selalu menggunakan alat canggih buatan bocah jenius itu diwajahnya, jadi bukan hal yang sulit bagi dirinya untuk menyembunyikan identitas mereka dari publik.
Charlie harus menerima kekalahannya da mengijinkan mereka untuk tinggal bersana dengan Rumius jika mereka menginginkannya.
“Sepertinya Ellena harus cepat-cepat memberikan adik bayi untuk Arthur” Gumam Charlie, yang membuat Emir menggelengkan kepalanya.
“Mereka sama-sama keras kepala” Batin Emir. Baginya dimanapun keluarga kecil Harley tinggal bukanlah masalah besar, karena selama ini selain dia memang tinggal dikedua tempat tersebut.
Hari pertama Rumius kembali ke gedung berbentuk segi lima tersebut, dia disambut dengan meriah oleh semua penghuninya apalagi kedatangannya didampingi oleh para gadisnya. Rumius sengaja membawa mereka kesana agar mereka bisa bergabung dengan para agen disana.
“Hati-hati, dia bisa membunuhmu dengan ciuman mautnya” Ucap Ferrari saat salah seorang teman agennya mencoba untuk menggoda salah seorang gadis berpakaian dres mini berbahan kulit ketat, dengan sepatu hak tinggi.
“Apa kau mau mencobanya sekarang sayang?” Gadis tersebut berjalan bak seorang model catwalk mendekati teman barunya, dia mengeluarkan sebuah lipstick dari balik belahan dadanya lalu memoleskan benda tersebut ke bibirnya.
“Tidak terimakasih” Ucapnya singkat, lalu meninggalkan lorong itu dan menghilang entah kemana.
Rumius memberikan sedikit pidato perihal kembalinya dia kesana, tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekannya atas kerjakerasnya menduduki kursi kepemimpinan disana sebelum pada akhirnya dirinya kembali.
Ada banyak yang harus Rumius kerjakan untuk memperbaiki dan mengembalikan kepercayaan para klien sepeninggalnya 01 dan 02, meski dia harus memutar otaknya serta memeras tenaganya kembali tetapi setidaknya saat ini dirinya memiliki sebuah tujuan baru dalam hidupnya yakni Harley dan keluarga kecilnya serta keluarga besarnya.
__ADS_1
Arthur mungkin saat ini masih terlalu kecil untuk memahami kenapa dirinya harus mendapatkan perlindungan ekstra, bahkan harus menyembunyikan identitas dirinya dari publik saat ini, tetapi Rumius yakin satu saat nanti ketika anak ini sudah besar dia akan memahami resiko terbesar menjadi seorang pewaris kerajaan bisnis milik sang kakek Charlie.
Ellena sudah semakin memahami posisi Harley dan apa tugas terbesarnya yakni menggantikan posisi sang ayah di perusahaannya, dengan tetap didampingi oleh Emir. Kedua mahluk berbeda kutub ini bahu membahu membesarkan jaringan bisnis milik sang ayah sekaligus melebarkan sayap agensi ke berbagai benua. Ellena yakin jika Harley hanyalah miliknya seorang, apapun halangan dan rintangan yang akan mereka hadapi didepan akan selalu mereka jalani bersama.
Charlie sudah semakin memantapkan dirinya untuk pensiun dan menikmati masa tuanya di pulau rahasia pribadi miliknya bersama dengan para penduduk asli disana, dia mendedikasikan dirinya untuk pelestarian alam serta budaya meski tetap menjalankan agensin dari balik layar.
Emir tetap menepati janjinya kepada mendiang kakaknya Diana, bahwa dirinya akan menjaga sang keponakan sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. Sudah banyak wanita yang dia tolak karena ujung-ujungnya mereka menyita perhatiannya dari keponakan kesayangannya itu, untuk sementara ini pria dengan senyuman dinginnya itu lebih memilih untuk menyendiri. Karena baginya kehadiran Arthur sudah menjawab keinginan tahuannya akan bagaimana rasanya memiliki anak, meski baik Ellena maupun Harley tak pernah lelah untuk memintanya mencari seorang istri bahkan mencoba untuk menjodohkannya dengan banyak wanita.
Takdir akan selalu menyatukan kembali insan yang terpisah berapapun jauhnya, cinta menaklukan semua kesulitan, mengatasi semua rintangan, dan memengaruhi apa yang tidak mungkin dilakukan oleh kekuatan lain.
THE END
Hai kakak-kakak, terimakasih telah menjadi pembaca setia dari novel HARLEY THE SECRET AGENT.
Terimakasih atas support berupa komen, like bahkan gift yang telah diberikan, semoga Tuhan membalasnya dengan balasan yang paling indah.
Mohon maaf othor tidak akan membuat season kedua dari novel ini, karena sejak awam othor memang tidak berniat untuk membuat cerita yang panjang dari kisah perjalanan Harley dan keluarganya ini.
Mohon dukung novel baru othor yang berjudul THE LOVE OF ZAYA ya
__ADS_1
Terimakasih