HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Aksi Emir, Aksi Batman


__ADS_3

“Ini tidak mungkin!” Ucap 01, pasalnya satu-satunya agen yang bisa melepaskan anak panahnya sebaik itu telah dinyatakan mati dalam sebuah misi rahasia. Dia bahkan menyerahkan sebuah penghargaan tertinggi kepada anak adopsinya.


Tetapi mengapa mereka mengenakan kostum menggelikan itu pikir 01, pria itu pun kembali melancarkan serangannya.


Sementara Alejandro yang tadinya merasa senang dengan bala bantuan yang dia kira adalah untuknya, harus menelan pil pahit karena ternyata mereka pun menembaki anak buahnya.


Pergerakan dan serangan mereka sangat cepat dan akurat meski kostum yang mereka kenakan sungguh sangat aneh menurut Alejandro, apalagi pria dengan kostum superhero favorit yang belum lama tayang di bioskop itu. Tembakan anak panahnya tidak pernah meleset sedikitpun dari sasarannya, dia pun kesulitan untuk mengunci pria tersebut sebagai sasarannya.


Sleb!


“Aaakhhhhhhh!” Pekik 01 sambil memegangi pergelangan tangannya, setelah satu anak panah menghujam telapak tangannya.


“Siapa kau brengsek!” Seru pria itu dari balik booth pembelian tiket yang sudah hampir hancur.


Sleb!


Kembali satu anak panah mengarah kepadanya, kali ini hanya menggores telinga bagian bawahnya setelah menembus dinding papan ruangan kecil itu.


“Ha..hah..hah..! Apa hanya itu kemampuanmu?! Rupanya aku sudah salah mengenalimu” Ejek 01. Akan tetapi tawanya dalam sekejap hilang setelah tanpa sengaja melihat wajahnya melalui pantulan pecahan cermin yang masih menempel di dinding.


“Sialan! Sialan! Sialan!”


Rupanya sengaja Hawk Eye mengarahkan anak panahnya ke titik itu, guna menghancurkan alat penyamarannya.


Di sudut lain Alejandro tengah memegangi dadanya setelah satu pisau tajam milik Chopper terhujam disana, perlahan darah keluar dari mulutnya seiring dengan semakin sesaknya nafas yang berhembus dari rongga pernafasannya.


Tak lama berselang datanglah tiga mobil van hitam ke lokasi tersebut, dengan gerakan cepat mereka mengosongkan kendaraan-kendaraan itu dan mulai memasang parameter.


“Bersihkan areal ini!” Ucap seorang wanita berambut cepak dengan kostum taktikal lengkap membalut tubuh atletisnya.


“M sebaiknya anda kemari!” Salah satu pria berkulit gelap berteriak dari dalam sebuah booth tua yang hanya tinggal separuhnya saja itu.


Mendengar seruan salah satu agen barunya, wanita itu bergegas berlari ke arahnya.


“Owh hello pak, sepertinya para anggota dewan akan sangat tertarik melihat ini” M tersenyum dan mengeluarkan ponsel canggihnya, lalu mengambil gambar pria tersebut dan mengirimkannya kepada salah seorang anggota dewan.

__ADS_1


Bahkan pria berwajah kaku itupun akan tersenyum melihat gambar yang dia kirimkan kepadanya pikir M.


“Ini kesalahpahaman M! Mereka menjebak ku!” Ucap 02 sambil memegangi pergelangan tangannya


“Bawa dia agen Black” Pinta M, lalu berjalan menghampiri agen lainnya tanpa memperdulikan teriakan pria itu.


“Kau tak akan lepas dari ini M! Aku yakin kau terlibat dalam aksi ini!”Kembali pria itu berteriak ketika agen Black menggiringnya masuk kedalam mobil.


Sementara di lokasi yang berbeda, sebuah mobil sport merah baru saja tiba disebuah kabin ditengah perkebunan gandum. Tiga orang pria berjas hitam keluar dari mobil itu secara hampir bersamaan, salah satu dari mereka bergegas membukakan pintu untuk dua orang pria yang berjalan tergesa-gesa ke arahnya.


“Nyalakan sistem keamanan dan aktifkan projek Camelion” Titah 01, setelah mereka memasuki rumah kayu tersebut.


Projek Camelion adalah projek penyamaran, dimana seorang agen akan menyamar menjadi seorang penduduk sipil hingga seorang agen lainnya menyelamatkan mereka dan mengevakuasi mereka kembali ke markas pusat.


Tetapi untuk kasus agen 01 saat ini, projek Camelion ini merupakan sebuah pengecualian. Karena mereka akan menjalankan projek ini hingga keadaan kembali aman dan mereka pada akhirnya mereka bisa pergi dari sana dan mencari tempat yang lebih aman.


Agen 01 membuka laci meja kerjanya, disana dia sudah mempersiapkan beberapa buah pasport untuk dirinya dan para agennya termasuk agen 02 jika pria itu bisa selamat dan menyusulnya ke sana.


“Pak sebaiknya anda mengganti pakaian anda dan beristirahat” Ucap salah satu agennya. Pria itu bahkan sudah mengganti pakaiannya terlebih dulu dengan celana jeans dan kaus oblong dan jaket.


Diam-diam Emir telah mematikan sistem keamanan perkebunan gandum tersebut dan mengacaukan sistemnya, hingga mereka tetap mengira bahwa sistem keamanan disana masih terpasang dengan baik.


Andaikan saja Rumius tidak memintanya untuk menangkap pria itu hidup-hidup, pasti akan dengan senang hati dia memasang bom di sekeliling bangunan kayu itu dan meledakkannya dari jarak jauh.


Dua jam berlalu dari semenjak mereka tiba disana, hari pun sudah menjelang dini hari. Sudah saatnya bagi Emir untuk melancarkan aksinya, jangan sampai Batman yang tampan ini kesiangan pikirnya.


Pria yang dijuluki pembunuh berdarah dingin ini menjatuhkan sebuah cairan kimia kedalam cerobong asap, setelah dia terlebih dulu mengenakan masker diwajahnya.


“Tidur yang nyenyak anak-anak” Kekeh nya. Bahkan senyumannya pun terlihat begitu menakutkan meski wajahnya setampan saingannya Harley.


“Rumius tidak menentukan dosis yang harus aku pakai kan?” Lanjutnya, sambil menjatuhkan kembali cairan kimia tersebut.


Lima menit kemudian dengan langkah heroiknya dia berjalan mendekati pintu dan membuka kunci kabin tersebut, lalu memasuki ruangan itu dan membawa agen 01 yang sudah dalam keadaan tertidur sangat lelap.


Tadinya pria tampan itu akan membawa tawanannya di pundaknya, tetapi berhubung jarak antara helikopter dan kabin itu lumayan cukup jauh, dan diapun enggan untuk mengotori kostum Batman nya, dia memutuskan untuk menyeret pria itu dengan menggunakan kereta pengangkut batang gandum.

__ADS_1


“Ya Tuhan…Sungguh mimpi yang sangat aneh” Gumam agen 01, ketika dia terbangun dari tidurnya.


Pria berambut klimis dengan hidung mancung dan bibir tipis ini mengusap wajahnya kasar, seumur hidup baru kali ini dia bermimpi diculik oleh Batman!


Agen 01 mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, memastikan bahwa dirinya saat ini tidak terbangun di dalam goa yang gelap tempat manusia kelelawar itu menyembunyikan dirinya.


“Aku pasti sudah gila!” Gumamnya, untungnya saat ini dia masih berada didalam kamarnya. Disebuah kabin di tengah-tengah perkebunan gandum, setidaknya itu yang dia pikir setelah melihat sekelilingnya.


“Agen Smith!” Serunya, lalu bergegas turun dari tempat tidurnya.


Sesuai dengan agendanya, hari ini mereka akan pergi menuju kota Z dan mengganti identitasnya disana. Lalu meneruskan kembali perjalanannya menuju bandara di kota H dan terbang ke negara L dari bandara internasional di kota itu.


“Apa yang sedang dilakukan si brengsek itu?” Kembali 01 bergumam, lalu menarik gagang pintu kayu dari dalam kamarnya.


Ajaibnya betapapun dirinya menarik-narik gagang pintu tersebut, pintu kayu itu tidak juga mau terbuka. Padahal seingatnya tidak ada kunci di pintu kayunya itu.


“Agen Smith! Buka pintunya brengsek!” Pekik 01 sambil menggedor pintunya.


Tetapi bukannya terbuka, pria itu malah mendengar soundtrack lagu dari film Batman & Robin.


“ Selamat pagi John “ Ucap Rumius dengan menirukan gaya bicara Batman.


“Tidaaaaakkk!!!”


.


.


.


To be Continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2