HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Another Strategy


__ADS_3

Markas pusat agensi, pukul 13.00 waktu setempat.


M sedang duduk termenung di kursi dalam ruangan kerjanya, wanita yang setia dengan model rambut cepak nya itu baru saja menerima surat perintah tugas untuk menangkap seorang penjahat kelas kakap.


Dia bukan tidak menyanggupi tugas tersebut, tetapi saat ini wanita ini menganggap bahwa tim barunya belum 100% siap untuk menangkap penjahat sekelas Alejandro.


“Ini sama saja dengan misi bunuh diri, apa 01 sudah gila…” Batin M


“Kumpulkan mereka” Pinta M kepada seseorang melalui sambungan alat komunikasi di atas mejanya.


Sehari sebelumnya markas pusat tengah mencoba untuk menutupi kelalaian kinerja dari tim agen yang lain, mereka tengah kehilangan target operasi saat sedang dalam perjalanan menuju lokasi penahanan. Menurut laporan yang M dapatkan dari Viper, sekelompok orang telah menghadang mereka ditengah perjalanan menuju lokasi pemurnian.


Pemurnian adalah proses dimana target operasi yang telah berhasil mereka tangkap akan mengalami proses pencucian otak ( Brain wash) dengan menggunakan metode Brain Wave, yakni dengan memperdengarkan musik di frekwensi tertentu dengan waktu yang telah ditentukan hingga target benar-benar melupakan peristiwa yang pernah dialaminya.


M sendiri masih tanda tanya dengan kasus yang telah menempatkan target sebagai tersangka utama, dalam laporan yang dibaca olehnya pria tersebut adalah dalang aksi demo buruh besar-besaran yang terjadi di sebuah negara berkembang yang terjadi sekitar setahun yang lalu.


“Kenapa baru sekarang agensi bisa menangkap pria itu? Lalu apa hubungannya kasus demo buruh dengan brain wash?”


Ingin rasanya M menghubungi Rumius untuk membicarakan hal tersebut dengan pria tua itu, tetapi sepertinya dengan situasi yang terjadi saat ini di markas pusat tidak memungkinkan dirinya untuk menghubungi Rumius.


Tak jauh berbeda dengan M, disebuah ruangan yang berbeda seorang pria berambut klimis dengan pakaian rapinya tengah memainkan pena emasnya di atas permukaan sebuah buku besar dengan mengetukkan pena tersebut


Bedanya dengan M yang tengah dipenuhi rasa ragu karena kinerja tim baru yang dianggapnya belum mampu, pria ini tengah dilanda perasaan gusar karena sejak semalam dia tidak juga mendapatkan informasi penting berkaitan dengan misi rahasia yang telah dilakukan oleh para top agennya.


“Kenapa tidak ada seorangpun yang menghubungiku hingga detik ini?!” Batinnya.


Dia tidak mau mengambil resiko untuk sekedar bergumam, ruangan yang dulu ditempati oleh Rumius ini belum sepenuhnya dia kuasai.


Masih banyak teka-teki didalam ruangan ini yang belum berhasil dia pecahkan, seperti ketika dia mengetuk salah satu sudut dinding dimana suara ketukan disana berbeda dengan bunyi ketukan yang dia dengar dari dinding di sudut yang lainnya. Padahal kesemua dinding yang dia ketuk merupakan dinding yang ada didalam ruangan tersebut, belum lagi misteri lukisan yang tergantung dibelakang meja kerjanya.


“Kenapa ada banyak sekali wanita dalam lukisan ini?” Gumamnya saat pertama kali dia menempati ruangan tersebut.


Tok…Tok..

__ADS_1


“Masuk!” Seru 01 saat dirinya mendengar seseorang telah mengetuk pintu ruangannya.


“Dokumen-dokumen untuk anda pak” Seorang agen wanita memasuki ruangan dan menyerahkan beberapa berkas serta surat-surat untuk pemimpin tertinggi di agensi tersebut, lalu meninggalkan ruangan itu kembali.


Dari banyaknya berkas yang dia terima, hanya satu berkas yang langsung menarik perhatiannya. Satu map hitam dengan segel kecil berwarna merah dengan motif kepala naga menghiasi kepala amplop tersebut.


“Ini…” 01 Menghembuskan nafasnya kasar, setelah dirinya membuka segel pada amplop ukuran A4 tersebut dan mengeluarkan isinya.


“Kurang ajar!” Gumamnya dengan penuh amarah.


01 melihat foto-foto para top agen rahasianya dalam keadaan sudah tidak bernyawa, secepat mungkin dia beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu untuk mencari agen wanita yang telah menyerahkan semua dokumen itu tadi.


Bodoh sekali pikirnya, bagaimana bisa dirinya tidak memerhatikan dengan seksama siapa wanita yang telah memasuki ruangannya itu.


“Anda sedang mencari siapa pak?” Tanya M, kebetulan saja wanita itu melihat sang pimpinan seperti sedang mencari seseorang saat dirinya berniat akan menemui pria angkuh tersebut untuk membicarakan tentang misi yang diberikan oleh atasannya itu.


“Apa kamu melihat seorang wanita keluar dari ruangan ku?” 01 menatap M dan sekretarisnya secara bergantian.


“Saya baru kembali dari pantry pak” Jawab sang sekertaris sambil mengangkat gelas kopinya.


“Kau pikir aku sedang bercanda?!” Ucap 01 dengan nada meninggi.


“Tidak pak” M menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan sang sekertaris.


“Kita bisa memeriksa rekaman CCTV bersama pak” Lanjut M, lalu memainkan jemari tangannya di atas layar ponsel lebarnya. Tak lama rekaman CCTV yang dimaksud olehnya terlihat disana, wanita itupun menyodorkan benda pipih tersebut kehadapan atasannya.


“Ini dari 5 menit yang lalu” Ucap M sambil menggeser layar ponselnya.


“Masuk ke ruangan ku!” Titah 01, pria itu pun mendahului M memasuki ruangannya.


01 memasukan foto-foto serta amplop bersegel itu kedalam laci meja kerjanya, dia tidak mau wanita yang dulu pernah berada dibawah naungan Rumius itu melihat bukti-bukti kegagalan dari tugas rahasia yang diberikan kepada para agen rahasia suruhannya tersebut, sebelum wanita itu duduk di kursi dihadapannya.


Kembali ke ruangan kerja Caesar, dimana saat ini Emir telah membawa Alejandro kehadapan sang majikan setelah pria tersebut berjanji akan menceritakan peristiwa besar yang terjadi 10 tahun yang lalu.

__ADS_1


Bagi Caesar apa yang dia dengar dari mulut Alejandro tidak lagi penting setelah dirinya mendengar kesaksian langsung dari Alexander. Selama ini dia memang hanya mencari satu bukti yang akan menguatkan dugaan akan siapa sebenarnya dalang dibalik peristiwa saat itu, dan pria yang ada dihadapannya saat ini hanya berperan sebagai kambing hitam bagi orang tersebut.


Toh Caesar juga telah memerintahkan salah satu agen terbaiknya untuk melakukan tugasnya saat ini, mengirimkan hadiah kejutan untuk orang tersebut.


“Jadi tuan Caesar, anda tetap bisa mengandalkan ku untuk urusan ini” Ucap Alejandro dengan penuh percaya diri.


“Anda benar tuan Alejandro, dan untuk sementara ini tunggulah kabar dariku” Jawab Caesar, lalu meminta Emir untuk mengantarkan kembali tamunya.


Cara terbaik untuk menghancurkan musuh adalah dengan membuat mereka bertindak tanpa menggunakan akal dan pikirannya, yakni disaat mereka berpikir dan bertindak hanya berdasarkan dorongan emosinya.


Caesar meyakini penantiannya selama ini tidaklah sia-sia, semua yang telah dirinya lakukan dalam diam untuk mengungkap siapa dalang dan apa motif dari peristiwa yang telah menghancurkan nama baiknya dulu pada akhirnya akan terungkap.


“Ahhh…Ya ampun! Lasagna!” Ucap pria tua tampan tersebut, lalu beranjak dari duduknya dan berlari secepat kilat menuju dapur.


Ceklak!


“Jangan coba-coba pria tua! Kau harus berhadapan denganku dulu sebelum menyentuh makanan itu!” Ancam Harley sambil menodongkan pistolnya ke arah pria tua yang selalu saja mencuri persediaan lasagna miliknya.


Secepat kilat Rumius merebut pistol itu dari tangan Harley, dan…


TAK!


“Elle..! Dia memukul kepalaku!”


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2