HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Circumcision


__ADS_3

Jika sudah Charlie yang merasa panik sudah pasti satu pulau itu pun akan ikut panik, sama seperti dulu ketika hari pertama Diana merasakan mual dan sakit kepala karena hamil juga ketika wanita itu akan melahirkan.


“Ya Tuhan…Sejarah berulang” Batin James Duncan, dokter keluarga Charlie setelah dirinya menerima telepon dari Emir.


Pria paruh baya itu terpaksa harus bangun dari tidurnya dan segera bersiap, karena sang pemilik pulau secara khusus menghubunginya. Padahal sebelumnya Emir telah memintanya untuk segera datang ke mansion nya.


Selama dalam perjalanan perasaan buruk menghantui James, jika Charlie mengatakan bahwa menantunya sedang mengalami mual yang hebat itu berarti pria itu sudah bertemu kembali dengan anak semata wayangnya Harley.


Dulu saja dirinya sudah dibuat pusing dengan kepanikan orang tua sinting itu dan keponakan dinginnya, James bahkan sempat terkecoh dengan sikap Emir yang dingin dan kaku tetapi pada kenyataannya pemuda itu sama saja dengan Charlie.


“Semoga anak pria tua sinting itu tidak mewarisi sikap anehnya” Batin James. Dia meminta sang sopir untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh sebelum Dean tiba-tiba muncul dengan helikopternya.


Ini pun salah satu pengalaman buruk James saat menangani kelahiran Diana, saat itu dia sedang menangani seorang pasien dan mengirimkan dokter spesialis kandungan ke kediaman Charlie untuk memantau bukaan lahir wanita itu. James bukannya menolak untuk membantu Diana, dia hanya akan datang ke mansion besar itu ketika dokter Christy memberitahunya bahwa Diana sudah akan melahirkan. Toh yang akan membantu Diana melahirkan tetap dokter muda tersebut, karena Charlie tetap melarangnya.


Dan pria sinting itu benar-benar mengirimkan Dean dengan helikopternya, hingga membuat heboh seluruh penghuni gedung tersebut saat pesawat kecil itu mendarat di lapangan parkir gedung.


Charlie memang membeli pulau tersebut tanpa mengusir penduduk aslinya dari sana, sebaliknya dia membangun fasilitas kesehatan serta fasilitas umum lainnya untuk mereka. Jadi sudah bisa dipastikan jika pria tua tampan itu dianggap dewa oleh penduduk disana.


Tiba di mansion Charlie James disambut hangat oleh Archie yang langsung menuntunnya ke kamar milik tuan mudanya, disana sudah ada tiga orang pria sok tahu yang sedang berusaha untuk menenangkan seorang gadis yang sedang menangis.


Pria paling tua benar-benar tidak bisa diandalkan karena dia hanya mengiyakan semua perkataan keponakan dan seorang pemuda yang sudah pasti anaknya itu, dia juga menyetujui permintaan anak gadis yang menangis tersebut.


“Ekhem…” James berdeham cukup keras, karena ketiganya tidak mendengar perkataan Charlie yang sudah berusaha untuk memberitahu mereka jika dirinya sudah tiba di ruangan itu.


“James! Demi Tuhan, kau adalah penyelamatku!” Seru Charlie setelah pria tua itu menyadari kehadiran James disana.


“Selamat malam Charles..” Sapa James, lalu menghampiri gadis tersebut dan tersenyum kepadanya.


James kemudian meminta gadis itu untuk berbaring dan memeriksanya setelah dia memperkenalkan diri serta mengeluarkan stetoskop miliknya dari dalam tas.

__ADS_1


“Apa ini sakit nona Ellena?” James bertanya sambil menekan bagian-bagian di sekitar perutnya, dan ketika gadis itu meringis kesakitan ketika pria tersebut serempak mengeluarkan suaranya.


“Hei!..”


“Apa yang kau lakukan kepadanya?!” Ucap seorang pemuda yang James tebak adalah Harley anak semata wayang Charlie sahabat karibnya.


“Tenang nak, biarkan James memeriksa Ellena…” Charlie menahan tubuh sang anak dengan tangannya.


“James! Pelan-pelan bisa kan?!” Pinta Charlie. Seperti sedang menggantikan sang anak untuk menegurnya.


“Aku akan memberikan obat pereda mual untuknya Charles, besok pagi aku akan meminta dokter Christy untuk datang kemari” James memasukan kembali stetoskop miliknya kedalam tas, lalu memberikan satu botol kecil obat yang dimaksud kepada Charlie tetapi Harley langsung merebutnya dari tangan sang ayah saat Charlie menerimanya dari dirinya.


James hanya bisa menggelengkan kepalanya, seketika dia merasa prihatin dengan gadis cantik bernama Ellena tersebut karena untuk kedepannya sudah pasti gadis itu akan dikelilingi oleh tiga orang pria posesif yang cepat panik dan sok tahu.


“Christy? Bukankan dia itu dokter muda yang membantu kelahiran anakku dulu?” Charlie mengerutkan keningnya dihadapan James. Jika yang dimaksud oleh si tua James adalah dokter muda tersebut, maka sudah bisa dipastikan bahwa menantu kecilnya ini tengah mengandung.


“Selamat tidur nona manis…” Bisik nya sambil tersenyum, lalu meninggalkan gadis itu setelah Ellena berterimakasih kepadanya.


Tak lama Ellena pun tertidur.


“Tuan-tuan sebaiknya anda semua berbicara diluar, nona muda sudah tertidur” Pinta Archie dengan hormat kepada keempat pria yang tengah asik berbincang di sofa kamar tersebut.


“Kau tidak sedang main-main kan James?” Charlie melanjutkan kembali pembicaraannya dengan pria tersebut serta anak dan keponakannya setelah mereka pindah ke ruang keluarga.


“Untuk lebih jelasnya dokter Christy yang akan memberitahu kalian besok, karena dari gejala yang dialami oleh Ellena dan hasil sementara pemeriksaan ku tadi tidak menunjukan gejala keracunan makanan ” Jawab James. Sebenarnya dirinya sudah sangat mengantuk dan ingin segera kembali ke kediamannya, tetapi ketiga orang sok tahu penghuni rumah besar ini terus saja melontarkan pertanyaan kepadanya.


“Aku kira kau bukan pria jantan” Bisik Emir kepada Harley ketika kedua orang tua itu tengah asik berbicara.


“Itu hasil dari menahan sakit disana dalam jangka waktu yang cukup lama” Jawab Harley sambil menunjuk ke bagian tubuh bawahnya dengan menggerakkan bola matanya.

__ADS_1


“Jangan katakan kau sakit….?” Emir mempunyai pemikiran lain saat keponakannya itu mengatakan “sakit” sambil menggerakkan bola matanya ke arah senjata saktinya.


“Jangan gila! Aku tidak pernah bermain-main dengan wanita!” Balas Harley tetap dengan suara pelan sambil menutup mulutnya dengan kepalan tangannya. Pria dingin tampan itu tidak tahu bagaimana caranya untuk memberitahu Emir bahwa dirinya menahan sakit yang sangat lama akibat di sunat dulu, gara-gara si tua Rumius!


“Jadi??” Emir mengangkat sebelah alisnya


“Ellena adalah gadis pertama dan terakhir” Jawab Harley, setidaknya itu yang dimaksud oleh Emir pikirnya.


“Bukan itu…” Emir menggelengkan kepalanya, dia sedang menahan tawanya saat ini karena sikap konyol sang keponakan. Ternyata dibalik sikapnya yang seperti bunglon tipikal seorang agen rahasia, sang keponakan benar-benar polos untuk urusan wanita.


Emir menggerakkan bola matanya ke arah senjata sakti Harley saat keponakannya itu kembali bertanya karena tidak mengerti dengan pertanyaan dirinya.


“Circumcision” Ucap Harley sambil berdeham.


Emir tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Harley, dia sudah tidak lagi bisa menahan hasratnya itu sejak tadi dan menyisakan tanda tanya di benak Charlie dan James karena tiba-tiba melihat sebuah pemandangan langka dihadapannya.


“Ck…” Harley berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan besar itu, dia memilih untuk kembali ke kamarnya dari pada berakhir menjadi bahan tertawaan ketiga pria aneh disana.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2