
Harley masih harus berhati-hati saat menghabiskan waktu diluar rumah bersama dengan Ellena, dia tahu benar dengan peraturan yang berlaku di agensi ketika mereka menempatkan seseorang kedalam program perlindungan saksi.
Seorang agen akan terus memantau perkembangan Ellena dari kejauhan, atau bisa jadi mereka menyamar menjadi siapapun dilingkungan gadisnya itu.
Untuk itu setiap kali mereka tengah berada di luar rumah, Harley harus selalu menggunakan alat canggih ciptaan Viper di wajahnya. Seperti yang sedang terjadi saat ini, ketika keduanya tengah menikmati makan siang bersama disebuah restoran pasta ditengah kota.
"Lebih enak pasta buatan mu sayang" Jawab Harley ketika Ellena menanyakan rasa makanan yang dipesan olehnya.
Ellena merasa tersanjung dengan pujian yang datang dari prianya, meski menurut nya rasa pasta di restoran ini jauh lebih lezat dari pasta buatannya.
Disudut ruangan lain seorang gadis tengah memandang keduanya sejak dirinya tiba di restoran itu, dia sempat ragu apakah gadis yang dia lihat sedang bersama dengan pria yang belum dikenalnya itu adalah gadis yang dulu pernah dekat dengan nya atau bukan.
Tetapi semakin dia melihat sosok gadis didepannya, semakin yakin bahwa gadis itu adalah Ellena sahabat nya. Tetapi siapa pria yang sedang ada bersamanya saat ini? Apakah dia adalah kekasihnya atau saudaranya yang lain?
"Ellena...?"
Akhirnya Marilyn memberanikan diri untuk mendekati keduanya dan menyapanya.
"Ya Tuhan... Marilyn???!" Pekik Ellena sambil menutup mulutnya.
"Benar dugaan ku, ternyata ini benar-benar dirimu Elle!" Marilyn memeluk Ellena, lalu mengurai pelukan dan saling memeluk kembali.
"Apa kamu tidak akan mengenal kan aku pada temanmu sayang?" Tanya Harley.
Hampir saja Harley menyapa gadis itu tadi, untung saja pria dingin itu langsung menyadari saat dirinya melihat pantulan wajah nya di dinding kaca gedung tersebut.
"Owh...Maafkan aku, sayang kenal kan ini Marilyn, dia teman dekatku"
"Tonny...Tunangan Ellena" Ucap Harley, lalu mengulurkan tangannya kepada Marilyn, dan gadis itupun menyambut nya.
"Wah...Selamat kalian berdua, aku turut bahagia"
__ADS_1
Ellena meminta agar Marilyn bergabung bersama dengannya dan Tonny, dia juga memberi tahu bahwa saat ini Ellena belum lama pindah ke kota itu dan bertemu dengan Tonny.
Marilyn sempat menanyakan keberadaan Alvin, kakak Ellena yang sangat baik itu. Ingin rasanya dia bertemu kembali dengan pria yang sangat tampan tersebut, tetapi saat Ellena memberi tahu kabar duka tentang sang kakak Marilyn pun ikut bersedih.
"Aku tidak menyangka Alvin sudah tidak lagi bersama dengan kita Elle, tadinya aku ingin mengenalnya lebih dekat" Marilyn menghela nafasnya, sementara Ellena dan Harley saling memandang.
"Maafkan aku Mary, aku yakin akan ada pria baik diluar sana untuk mu" Ellena kembali memeluk Mary.
Mary menceritakan tentang kedatangan dirinya ke negara itu, dia sedang mencari keberadaan orang tua nya yang pergi tiga bulan yang lalu untuk urusan bisnis. Tetapi hingga hari ini keduanya tidak diketahui keberadaannya, bahkan sejak sebulan mereka pergi ponsel keduanya pun sudah tidak bisa lagi dihubungi.
Mary sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib, dia juga sudah menyewa jasa pencarian orang dan kabar terakhir yang yang dia peroleh dari mereka adalah seseorang pernah melihat kedua orangtuanya berada di kota ini.
"Dimana kamu tinggal sekarang Mary?" Tanya Ellena sambil menggenggam tangan sahabat nya itu.
"Aku menyewa sebuah apartemen kecil disekitar sini, aku yakin akan menemukan mereka di sini Elle..."
"Mungkin kami bisa membantumu Mary, aku punya keluarga disini" Tonny berpikir kenapa tidak dia meminta bantuan kepada Rumius.
Bukan hal yang sulit bagi pria tua pencuri Lasagna itu untuk bisa menemukan keberadaan orang tua Marilyn pikir Harley.
"Aku melakukan hal ini demi kekasih ku Mary, aku tidak mau melihatnya bersedih" Ucap Tonny, lalu tersenyum kepada Ellena.
Harley merasa ada kejanggalan dari hilangnya orang tua Mary, bahkan dengan kehadiran gadis itu sendiri. Dia berniat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik kasus hilangnya tuan dan nyonya Alexander, orang tua dari Marilyn.
Siang pun berganti sore Ellena berpamitan kepada Marilyn dan berjanji akan memberikan kabar baik kepada nya dalam waktu dekat, Ellena meminta agar Mary tetap berada di apartemen nya dan hanya keluar jika benar-benar diperlukan saja.
Tonny membawa Ellena langsung ke kediaman Rumius, meski keinginan nya untuk membantu Mary cukup tinggi tetapi dia tetap harus berhati-hati apalagi sejak tadi dia mengetahui jika ada beberapa orang yang sedang mengamati mereka dari kejauhan.
Tiba di kediaman Rumius keduanya langsung menuju tempat favorit pria tua nakal itu, dimana lagi jika bukan di kolam renang bersama dengan para gadisnya.
"Rupanya kamu masih ingat padaku bocah sialan!" Ucap Rumius, sambil memandangi tangan Harley dan Ellena.
__ADS_1
"Ini untukmu pak tua, anggap saja aku sedang berbaik hati kepada mu hari ini" Harley menyodorkan satu kantong kertas berisi Lasagna dan cake tiramisu kesukaan Rumius.
"Aku curiga dengan sikap baikmu ini" Rumius memicingkan matanya, lalu mengambil kantong itu dari tangan Harley.
" Sebenarnya aku yang ingin meminta bantuan kepada mu..." Ucap Ellena.
Gadis itupun mulai menceritakan tentang pertemuan kembali dengan sahabatnya Marilyn hari ini, dia menceritakan kembali apa yang diceritakan oleh sahabatnya itu kepada Rumius.
"Menarik..." Ucap Rumius sambil memasukkan satu potong Lasagna kedalam mulutnya, dan dalam sekejap wajah pria tua itu berubah.
"Kau mencoba menipu ku bocah sialan! Ini bukan masakan Ellena kan?" Rumius kembali memasukkan satu potong Lasagna kedalam mulutnya.
"Dasar tua bangka! Kau hampir saja membuat jantungku copot! Makan sajalah!" Harley mendengus kesal. Dia pikir Rumius akan melempar makanannya, ternyata meski dia sudah mengetahui jika makanan itu bukanlah hasil tangan gadisnya dia tetap melahap nya.
"Aku berjanji akan membuat masakan setiap hari untukmu Rumius" Kekeh Ellena.
"Itu harus, bahkan wajib! Aku tidak rela jika hanya bocah sialan ini yang bisa menikmati masakan mu setiap hari" Ucap Rumius
"Kau jangan khawatir gadis kecil, aku akan membantu temanmu itu untuk menemukan kembali kedua orangtuanya" Lanjut nya, lalu mengajak keduanya untuk berbicara lebih jauh di ruangan pribadi nya.
Sementara diluar pintu gerbang mansion, seseorang tengah berbicara melalui ponselnya.
"Mereka masuk ke dalam mansion milik seorang milyuner di negara ini tuan"
.
.
.
To be continued
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊
Happy reading 🤗😘