HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Lokasi Misi : W ( Menyelamatkan Ellena )


__ADS_3

Harley mendengarkan secara seksama pembicaraan antara Victor si algojo dengan seseorang yang menurut Harley adalah orang dari pemerintahan setempat yang sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan tangan kanan si peneror yang sebenarnya yakni Caesar. Mereka mengancam akan meledakkan kembali sebuah rumah sakit jika pemerintahan setempat tidak mau mengabulkan tuntutannya sebanyak 1 miliar dollar sore hari ini.


Harley bekerja sama dengan tim dari pasukan intel dan taktikal negara tersebut serta pihak kepolisian setempat untuk menyisir semua rumah sakit yang ada di kota itu, dan sampai negosiasi itu terjadi belum ada titik terang tentang rumah sakit mana yang mereka maksudkan.


“ Apa menurutmu ini tidak terlalu mudah Har?” Tanya Chopper, wanita itu terlihat seperti tengah menimang sesuatu didalam pikirannya.


“Maksudku dia secara terang-terangan memberitahu semua orang bahwa mereka akan menghancurkan sebuah rumah sakit di kota ini” Lanjutnya. Harley terdiam dan mulai menyimak.


“Yeah, Chopper benar…Rumah sakit besar di kota ini hanya tiga, salah satunya sudah mereka bom sementara sisanya sudah disisir oleh rekan-rekan kita dan mereka bahkan belum menemukan hal yang janggal “ Sambung Ferrari, wanita berambut pirang itu mendudukkan dirinya di kursi setelah dia menaruh dua cup kopi pahit di atas meja dan menyerahkan sebotol air mineral kepada Harley.


“Sisanya hanya klinik biasa termasuk klinik hewan” Lanjutnya.


“Apa yang ada didalam pikiran kalian?” Tanya Harley setelah menenggak air mineral yang diberikan oleh Ferrari.


“Bank Har, kenapa mereka tidak memilih untuk merampok bank saja jika ingin memperoleh uang sebanyak itu” Jawab Chopper.


“Dan satu-satunya bank yang memiliki uang sebanyak itu di brankasnya hanya Bank Central W, letaknya bersebelahan dengan rumah sakit dimana Marylin dirawat saat ini” Balas Ferrari, lalu memperlihatkan layar monitor miliknya kepada Harley.


“Jam berapa mereka akan menyerahkan uangnya?” Tanya Harley kepada salah satu anggotanya yang bertugas untuk menyadap percakapan para pelaku teror bom.


“Tepat pukul 17.00 sore ini Har” Jawabnya sambil tetap mendengarkan percakapan yang terjadi lewat headphone nya.


Harley segera meraih jaket dan helm nya lalu meminta sebuah kunci motor kepada Ferrari, dia akan menemui para petinggi militer dan kepolisian di markas sementara mereka di balai kota untuk memberi tahu mereka akan kemungkinan aksi teror bom selanjutnya. Dia memerintahkan kepada kedua teman wanitanya untuk segera membentuk formasi dan menunggu perintah selanjutnya dari dirinya.


Sementara di sebuah ruang rahasia milik Caesar.


Pria itu baru saja menerima kiriman satu truk senjata berat dan sedang mempersiapkan semua senjata-senjata itu untuk digunakan pada sebuah aksi yang akan mereka lalukan sore ini, sementara anggota pasukan lainnya tengah mempersiapkan perlengkapan untuk penyamaran mereka.

__ADS_1


Dua orang dari mereka tengah menyelesaikan pekerjaannya mengecat dua unit mobil van putih bertuliskan “ Barney insec demolator “, sementara tiga orang diantara mereka tengah membagi-bagikan kostum yang akan mereka kenakan nanti dan sebagian yang lainnya tengah memasukkan persenjataan yang baru selesai mereka rakit kedalam mobil van tersebut.


“Bagaimana Victor?” Caesar bertanya kepada algojonya itu melalui sambungan teleponnya.


“Bagus! Temui aku sekarang disini!” Titahnya dengan suara beratnya, lalu meletakkan kembali ponsel pintar miliknya ke atas meja setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Victor.


15.00 waktu setempat, dua jam sebelum kejadian.


“Awwww Alvin, kamu sangat manis sekali…” Ucap Marylin saat pria tampan itu memasuki ruangannya dengan dua buket bunga ditangannya, satu buket bunga berwarna peach dia serahkan kepada Marylin dan satu buket bunga berwarna putih dia serahkan kepada Ellena.


“Bagaimana kondisimu sekarang?” Tanya Alvin kepada Marylin, lalu meraih pinggang ramping Ellena agar gadis itu mendekat kepadanya setelah dia memberikan bunga itu untuknya.


“Sudah lebih baik Alvin, terimakasih…” Jawab Marylin, lalu mencium buket bunganya.


“Terimakasih kamu telah mengembalikan temanku itu kepadaku “ Lanjutnya.


“Aku baik-baik saja….kak” Sama halnya seperti Harley, saat Ellena memanggil Harley dengan sebutan kak pun lidahnya terasa kaku.


“Orang tua Mary sedang dalam perjalanan kemari, mereka akan menjemput Mary pulang “ Ujar Ellena kepada Harley, seperti memberikan kode kepada malaikat pelindungnya itu agar dia pun segera membawa dirinya dari sana.


“Marylin, bagaimana jika adik manis ku ini ikut bersama kalian pulang? Aku masih harus membereskan beberapa hal di kota ini..” Pinta Harley yang tentu saja disambut hangat oleh Marylin.


Tak berselang lama orang tua Marylin pun memasuki ruangan bersama dengan seorang perawat pria, Harley meminta ijin kepada keduanya untuk mengajak sang adik serta sebelum dia menjemputnya nanti setelah semua pekerjaannya di kota ini selesai dia bereskan. Beruntung kedua orang baik hati itu mau mengajak teman dari anak bontotnya itu untuk ikut serta ke kediaman mereka yang letaknya berada di sebuah perumahan elit di ujung kota.


Harley mengantarkan mereka hingga ke pelataran parkir rumah sakit elit tersebut, dia ingin memastikan bahwa sang sopir yang membawa mobil yang ditumpangi oleh Ellena dan Marylin serta kedua orang tuanya benar-benar pergi dari sana dalam keadaan aman. Pemuda misterius itu sudah bisa merasakan kehadiran orang-orang  yang mencurigakan di sana.


Setelah memastikan kepergian mereka dengan aman, Harley bergegas menuju motornya dan mengemudikan motor sport hitam itu keluar dari pelataran gedung tersebut tanpa ada seorangpun yang menyadari siapa dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Harley menghentikan laju motornya di depan sebuah kedai kopi tak jauh dari Bank Central W, lalu memasuki kedai tersebut dan memesan secangkir cappucino dan dua buah donut. Dia lalu keluar dan menyebrangi kedai itu setelah membayar tagihannya menuju ke Bank Central W, lantas mengantri di sebuah ATM yang letaknya ada didalam areal gedung besar itu.


Sementara diluar gedung, dua mobil van putih bertuliskan “ Barney Insec Demolator” memasuki pelataran parkir bawah tanah gedung Bank Central W setelah melewati pemeriksaan petugas keamanan yang berjaga ketat gedung tersebut.


“Dua mobil Crist? Memangnya kalian akan membasmi serangga sebesar apa?” Canda Mo kepada sopir yang mengendarai mobil van tersebut sambil memeriksa tanda pengenalnya


“Atasanmu itu memang suka berlebihan..” Kekeh sang sopir.


Tumben banyak petugas disini Mo” Lanjut pemuda yang ternyata sudah dikenal baik oleh Mo si satpam gedung.


“Yeah..Kamu tau lah Crist, akhir-akhir ini keadaan sedang tidak aman” Ucap Mo sambil menyerahkan kembali kartu tanda pengenal milik pemuda yang baru dua minggu ini dikenalnya itu, lantas mengijinkan mobil yang dikendarainya dan mobil yang dibelakangnya untuk masuk.


“Dua mobil van berwarna putih memasuki tempat parkir basemen Har” Ucap Ferrari melalui alat komunikasinya.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


Happy weekend

__ADS_1


__ADS_2