HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Kepanikan Masal


__ADS_3

Jika dulu Harley harus bersusah payah mengenyahkan pria-pria yang mencoba untuk mendekati Ellena nya secara diam-diam, saat ini dia dengan terang-terangan harus berusaha dengan segenap jiwa raganya untuk menjauhkan sang istri dari kedua mahluk pengganggu yang selalu ada didekatnya.


Itu semua belum termasuk Rumius si pria tua tengil yang sudah mengurusnya sejak bayi.


Sudah cukup satu kesempatan emas dihancurkan oleh sang ayah serta paman es batunya bagi Harley, mulai saat ini dia tidak lagi membuat mereka dengan mudah untuk mendekati Ellena nya.


"Jika kalian tetap bertingkah seperti itu, maka akan aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa menemui anakku nantinya!" Ancam Harley, pada satu kesempatan dimana keduanya sudah bertingkah diluar batas, yakni pada saat mereka menghancurkan babbymoon nya.


Diluar dugaan ancaman mautnya itu ternyata sangat manjur, Charlie serta Emir tidak lagi berani masuk ke kamar Harley tanpa seijinnya. Keduanya pun tiba-tiba meminta ijin jika ingin menemui atau mengajak serta Ellena berjalan-jalan.


"Oke anak sialan, akan aku turuti kemauan mu untuk saat ini...Tapi jangan harap nanti" Kekeh Charlie dalam hatinya, pria tua itu rupanya telah memiliki rencana rahasia untuk cucu kesayangannya nanti.


Jika ada orang yang paling beruntung saat ini adalah Ellena, sebelum bertemu dengan Harley kehidupannya bagaikan neraka. Dia harus dibesarkan oleh seorang ayah yang ternyata adalah seorang penjahat, dia juga hampir dijual oleh ayah kandungnya sendiri.


Dan sekarang ini roda kehidupan telah berputar untuknya, dia mendapatkan cinta dan kasih sayang secara utuh dari suami tercinta serta keluarga besarnya.


Dulu saat pertama kalinya bertemu dengan Rumius, Ellena sudah merasa kasih sayang yang sangat besar darinya. Sosok seorang ayah yang dia idamkan ada pada pria tua tersebut, meski tingkahnya sedikit aneh menurutnya tetapi Rumius sebenarnya adalah pria yang sangat baik dan tulus.


Sekarang setelah bertemu dengan Charlie dan Emir gadis itu bahkan merasa mendapat kasih sayang yang jauh lebih besar, meski tidak sebesar suami tercintanya Harley. Pria yang telah menjadi malaikat pelindung nya, yang bersedia melakukan apapun untuknya.


Bulan pun berganti, saat ini usia kehamilan Ellena telah memasuki usia 9bulan. Itu artinya gadis itu hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk menyambut kelahiran anak laki-laki pertama mereka.


Sudah bisa kita tebak bukan level ke posesifan serta kepanikan di rumah itu setinggi apa saat ini? Jangankan mengaduh, tarikan nafas panjang Ellena saja mampu membuat seisi rumah panik! Dan siapa lagi yang akan kena getahnya jika situasi sudah berubah seperti itu? Yup!! Dean dan ayahnya Archie.


"Sayang...Bangun! Perutku sakit" Keluh Ellena, dirinya merasakan kontraksi pada rahimnya saat sedang asik berada di alam mimpinya.

__ADS_1


Sebelumnya dokter Christy telah menceritakan bagaimana reaksi awal ketika Ellena sudah mulai masuk kedalam proses awal kelahiran bayinya, dan saat ini gadis itu yakin bahwa sekarang lah saatnya.


Ellena menggoyangkan tubuhnya sang suami yang tertidur dengan pulas nya, sejak kemarin siang pria dingin itu bolak-balik mengantar Ellena ke kamar mandi karena khawatir istri kecilnya itu akan terjatuh disana.


"Apa sayang? Kamu mau pipis lagi?" Tanya Harley dengan sedikit bergumam, dia bahkan belum bisa membuka kedua bola matanya.


"Ssshhh....Sakit, perutku sakit Harley" Rintih Ellena, kali ini dia menggenggam tangan Harley dengan erat.


"Ya Tuhan! Sebentar sayang..."


Mendengar rintihan istri kecilnya, secepat mungkin Harley beranjak dari tempat tidur nya, mengambil kursi roda yang terparkir di samping ranjangnya lalu membantu Ellena untuk berpindah dengan sangat hati-hati.


Dan kalian tahu siapa yang sudah berdiri didepan pintu kamar mereka??


Emir yang sudah siap dengan tas berisi segala perlengkapan ditangan kanannya dan Charlie yang sudah siap untuk membantu Harley membawa Ellena menuju pesawat Helikopter yang sudah dalam keadaan menyala. Disana Dean sudah siap menerbangkan burung besi tersebut menuju rumah sakit.


Benar saja perkiraan Emir saat Ellena mengantuk dan tertidur, gadis itu hanya kelelahan saja. Kemungkinan gadis itu untuk melahirkan bayinya malam ini masih besar, melihat sering nya dia pergi ke kamar mandi sepanjang siang hingga malam hari ini.


"Dia mulas Charles" Bisik Emir ketika dirinya mengintip pembicaraan Ellena lewat celah pintu, lalu menghubungi Dean untuk segera menghidupkan mesin pesawat.


"Tas! Ambil tas itu Emir cepat!!" Charlie menunjuk tas tersebut tanpa mengalihkan pandangannya dari Ellena, gadis itu tengah dibantu oleh sang anak untuk menduduki kursi rodanya.


Harley terperanjat saat melihat dua mahluk pengganggu itu sudah bersiap saat dirinya membuka pintu kamar.


"Jangan tanya!" Pinta Charlie, lalu membantu nya mendorong kursi dengan mendorong tubuh anak semata wayangnya.

__ADS_1


Tiba di rumah sakit, satu tim medis telah bersiap dan membawa Ellena langsung ke ruang persalinan. Dokter Christy meminta kepada Harley untuk menemani sang istri di ruangan tersebut, hal ini dia lakukan agar setiap pasien yang akan melahirkan akan mendapatkan dukungan penuh dari orang terdekat nya seperti halnya dengan Ellena.


"Aaaahh....! Sakit sekali Harley!" Pekik Ellena, sambil mengeratkan genggaman tangannya.


Harley hanya bisa pasrah saat jejak kuku milik sang istri menghiasi kulit berbulu nya, apalagi saat dia tiba-tiba berubah menjadi macan betina. Bukan hanya jejak kuku yang menancap saja yang muncul disana, melainkan jejak cakaran pun turut menghiasi tangan, pipi serta dadanya.


"Christy, sekali lagi dia mencakar ku, kau akan tahu akibatnya!" Geram Harley, sambil menahan perih di sekujur tubuhnya.


Tentu saja hal itu tidak di gubris oleh sang dokter, karena dia masih harus menunggu pembukaan jalan lahir Ellena yang tinggal sedikit lagi.


"Emir! Beri perintah kepada dokter itu untuk segera menghentikan rasa sakit diperut menantu ku!" Entah untuk ke berapa kalinya Charlie memerintah Emir, sementara pria es balok itu hanya diam saja sambil berdiri dan menyandarkan tubuhnya di dekat pintu ruang persalinan dan melipat kedua tangannya di dada.


Ini merupakan pengaman kedua bagi Emir menyaksikan kelahiran bayi penerus tahta kekayaan Charles Lewis Davison setelah Harley Davidson sang keponakan, tingkah Charlie yang seperti itu sudah tidak asing lagi baginya.


"Apa yang kau dengar?! Apa bayinya sudah lahir?!!" Lanjut Charlie, lalu menghentikan langkahnya saat mendengar teriakkan seseorang dari dalam sana.


"Kenapa bocah itu berteriak sekencang itu Emir?!!"


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading 😘🤗


__ADS_2