
Tengah malam Harley terbangun dari tidurnya, kebiasaan pria itu ketika tengah malam adalah buang air kecil. Harley pun beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi, Max hanya melenguh saat melihat sang majikan meninggalkan kan ranjangnya lalu melanjutkan kembali tidurnya.
Harley memang membuka pintu kamar mandi dan memasukinya, tapi dia tidak benar-benar memasuki kamar mandi itu. Harley membuka sebuah pintu lemari yang ada di dalam walking closet yang menyatu dengan kamar mandinya, dua ruangan itu hanya terpisah oleh sebuah dinding dan pintu kaca.
Pintu lemari itu mengarah pada sebuah ruangan kecil kedap suara yang didalamnya terdapat sebuah fasilitas canggih, dengan beberapa layar monitor yang dibiarkan menyala.
Harley mengeluarkan flashdisk yang masih terbungkus plastik dari dalam mulutnya, dia membuka plastik tersebut dan menyematkan benda kecil itu ke samping keyboardnya.
" Hhhmmm...Jadi ini " Gumam pria itu.
Dia membaca keterangan lengkap yang berkenaan dengan peristiwa yang memakan banyak korban termasuk dirinya dan Paloma beberapa hari yang lalu, disana tertera siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas kejadian nahas tersebut.
Harley mencabut kembali benda kecil yang tersemat pada keyboard komputer nya, lalu menaruhnya di sebuah kotak brangkas kecil dibalik salah satu layar monitor yang menempel pada dinding ruangan kecil itu, lalu kembali ke kamarnya dengan cara yang sama seperti saat dia memasuki ruangan rahasia tersebut.
Keesokan paginya, seperti biasa Harley memulai harinya dengan bersarapan pagi. Dia hampir sama memanggil nama Paloma saat mencium wangi roti bakar ketika akan memasuki dapur.
" Pagi Harley " Sapa seorang wanita cantik berpakaian sangat rapi, seraya menyodorkan dua helai roti panggang yang telah diolesi butter dan telur dadar.
" Pagi M " Jawab Harley malas, sambil membuka kulkas dan menuangkan segelas susu untuknya.
" Kau terlihat sangat berantakan Har " Ucap M, saat dirinya melihat penampilan Harley yang jauh dari biasanya.
Biasanya pemuda yang merupakan anggota tim terbaik nya ini selalu menjaga penampilannya dengan baik, saat ini M bahkan bisa melihat dengan jelas wajah tampan pemuda ini telah ditumbuhi bulu-bulu halus, rambutnya pun dibiarkan acak-acakan.
" Kamu ke sini bukan untuk mengkritik penampilan ku kan M? " Tanya Harley, lalu menduduki kursi kosong dihadapan wanita itu dan mulai memakan roti panggang yang telah dibuat oleh wanita itu untuknya.
" Aku hanya ingin memastikan keadaanmu Har " Ucap wanita yang selama ini merupakan atasan langsung Harley tersebut.
Harley tahu apa sebenarnya maksud kedatangan M kerumahnya, wanita itu sudah pasti curiga karena semalam Harley sempat berlama-lama dikamar mandi.
" Kau sudah melihatnya sekarang kan? Sebentar lagi aku akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Paloma " Ucap Harley cuek. Harley masih kesal karena dirinya tidak dilibatkan dalam tugas kali ini, mengungkap dalang dibalik peristiwa pemboman beberapa hari yang lalu itu.
__ADS_1
" Seperti nya wanita itu sangat berarti bagimu, kamu harus hati-hati Har...Jaga agar tidak terlalu dekat, itu akan membahayakan emosi dan mentalmu " Ucap M sambil menepuk bahu anggota terbaik nya ini.
" Aku baik-baik saja M, aku bisa mengendalikan diriku..." Kilah Harley.
" Aku tidak melihat nya saat ini " Ucap M, lalu meninggalkan Harley disana.
" Hubungi aku jika kamu memerlukan sesuatu Harley " Lanjutnya setengah berteriak.
Tak lama setelah kepergian M, Harley bersiap lalu pergi ke rumah sakit dengan membawa serta Max bersamanya.
Setengah jam kemudian mereka tiba dirumah sakit, dan langsung menuju kamar rawat inap Paloma. Tak lupa Harley membeli seikat bunga untuk wanita itu dalam perjalanannya tadi.
" Pagi nenek tua, aku sudah sarapan pagi ini....Dan kamu tahu? Sarapan pagi buatan M sangat tidak enak " Ucap Harley, sambil mengganti bunga yang telah layu yang dia simpan didalam vas bunga di meja Paloma dua hari yang lalu. Max pun naik ke ranjang wanita itu dan duduk manis disana.
" Pasta buatan Chopper sih lumayan enak, tapi membuatku sakit perut karena terlalu pedas " Lanjutnya, lalu menduduki kursi disamping ranjang Paloma dan meraih tangan wanita itu.
" Cepatlah bangun nenek tua..." Ucap Harley lirih.
Sementara ditempat yang lain.
" Ledakan kembali bom nya, kali ini buat lebih besar lagi!" Titahnya.
" Bagaimana dengan anak gadismu bos? Dia masih tidak bisa diajak kerjasama " Tanyanya lagi.
" Biarkan dia terkurung disana, jangan beri dia ampun!" Titahnya.
Pria bertubuh kurus itupun meninggalkan ruangan pribadi bos nya itu, dia tidak mau mengganggu aktivitas sang bos dengan para gadisnya disana.
Krak!
Baru saja pria bertubuh kurus itu keluar dari ruangan, seseorang tiba-tiba saja menyergapnya dan mematahkan lehernya, lalu menyeretnya dan menyembunyikan tubuhnya dengan memasukan tubuh pria itu kedalam lemari dan menguncinya.
__ADS_1
Orang berjaket hoodie berwarna hitam dengan wajah yang tertutup masker hitam itupun kembali melanjutkan aksinya, melumpuhkan sisa penjahat yang lain secara diam-diam. Dia sengaja tidak langsung masuk kedalam ruangan sang gembong pemboman, menurut nya tidak pantas jika pria itu mati begitu saja.
Sleb!
Srak!
Krak!
Satu persatu para penjaga mati ditangannya tanpa perlawanan berarti, dia pun menyeret mayat-mayat mereka dan menyembunyikan nya diberbagai tempat sambil memasang bom diberbagai titik.
Hingga dia tiba dalam sebuah kamar dimana ada seorang gadis sedang menangis dalam keadaan kaki dan tangan yang terikat, orang itu berjalan perlahan menghampiri nya. Tetapi langkahnya terhenti tatkala dia melihat sebuah figura kecil yang terletak diatas bufet, orang itupun mengurungkan niatnya untuk membantu sang gadis dan pergi dari ruangan itu.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku mau mommyku..." Ratap sang gadis.
Tetapi orang misterius ini tidak mengindahkan permohonan gadis itu dan tetap meninggalkan nya disana. Dia pun kembali melancarkan aksinya menghabisi sisa penjahat yang masih hidup.
Hingga pada akhirnya orang misterius itu kembali ke ruangan sang pemimpin kawanan, dan membuka paksa pintunya. Sayangnya saat dia memasuki ruangan pria bengis itu sudah terlanjur mengetahuinya dan meluncurkan sebuah tembakan hingga mengenai bahunya, untung timah panas itu hanya menggores bahu kekar itu.
Secepat kilat orang itu melemparkan pisau belati yang dia ada ditangannya, hingga tepat mengenai dadanya. Orang itu berjalan menghampiri pria bengis itu dan menarik paksa pisau belati yang tertancap hingga menyemburkan darah, lalu melangkah pergi. Karena dalam waktu 10 menit semua bom akan meledak disana.
Semua gadis yang ada diruangan itu berteriak histeris menyaksikan peristiwa menyeramkan dihadapan mereka, merekapun berlarian keluar dari ruangan itu
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
__ADS_1
Jangan lupa vote, lika dan komennya di novel ini
Happy reading 🤗😘🤗😘🤗