
Satu hal yang tidak dimengerti oleh M adalah mengenai siapa Peter, dia memang mengetahui identitas empat orang rekannya karena mereka memang terdaftar di agensi. Tetapi Peter ini seperti hantu, bahkan M tidak bisa melacak identitas pemuda ini.
Bahkan saat anggota agensi menginterogasi keempat rekan Peter, mereka memberikan keterangan yang berbeda-beda. Hal ini membuat M merasa tertantang, dia memerintahkan Viper untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang pemuda misterius ini.
Sementara ditempat yang berbeda, Harley pun melakukan hal yang sama setelah M memberitahunya tentang Peter.
Harley memutuskan untuk tinggal di apartemen itu untuk sementara waktu hingga keadaan aman, dia belum mau kembali ke rumah lamanya sebelum dia memastikan siapa Peter dan tidak akan ada lagi Peter-Peter yang lainnya. Setidaknya nama itu yang diketahui nya saat ini.
“Ellena aku akan pergi ke supermarket, apa ada yang kamu perlukan?” Harley meraih kunci mobilnya yang dia taruh di mangkuk pajangan. Siang ini dia akan bertemu dengan seseorang di cafe X, orang yang tiba-tiba saja menghubunginya kembali setelah sekian lama.
“Stok semua bahan makanan Harley!” Ellena menjawab dari kamarnya. Gadis itu sedang membereskan tempat tidurnya.
“Oke! Aku agak lama Ellena, pastikan tidak membuka pintu ini untuk siapapun!”
Harley membuka pintunya, lalu menutupnya kembali setelah dia mendengar jawaban Ellena dan mengaktifkan sistem keamanannya.
“Hmmm…Sepertinya hanya kita berdua disini Max, bagaimana jika kita menonton film favoritmu?” Ellena menghampiri Max yang sedang bermalas-malasan di sofa.
Wuff! Wuff!
“Oke…Aku anggap kamu menyetujuinya buddy” Ellena pun menyalakan televisinya dan menekan tombol channel kesukaan Max, apalagi jika bukan channel yang menayangkan film favoritnya Scooby-doo.
“Hallo Danny, lama tidak bertemu…” Sapa Harley kepada seorang wanita berambut hitam pendek yang sedang duduk membelakanginya.
Wanita itupun menoleh dan tersenyum kepadanya, ternyata memang sulit mengelabui Harley pikirnya. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah tampilannya sebelum dirinya berangkat sejam yang lalu ke tempat ini.
“Ternyata kau bisa mengenaliku” Kekeh Danny, lalu mempersilahkan pemuda yang pernah mengisi hatinya itu untuk duduk di kursi kosong dihadapannya.
“Aku turut menyesal atas apa yang menimpa Paloma” Lanjutnya.
__ADS_1
“Terimakasih Dan…” Jawab Harley singkat dan hampir tanpa ekspresi.
“Aku dengar kamu mengadopsi seorang gadis dari agensi…” Danny memainkan jari telunjuknya memutari bibir gelas miliknya, dan berusaha untuk tersenyum kepada Harley. Ada rasa cemburu dihatinya ketika dia mengetahui kabar ini dari salah satu rekannya belum lama ini.
“Kita tidak akan membahas hal itu saat ini bukan?” Harley menghela nafasnya, dia tidak pernah suka jika ada orang yang membahas hal privasinya. Bahkan M sekalipun apalagi orang lain.
“Kau masih saja sama seperti dulu, dingin dan kaku” Kekeh Danny, lalu dia pun mulai menceritakan alasan kenapa tiba-tiba dia menghubungi Harley kembali setelah sekian lama, setelah seorang pelayan menyajikan minuman hangat kepada pemuda yang semakin terlihat tampan dimatanya itu.
Ada sedikit penyesalan di hati Danny, kenapa dulu dia memilih untuk meninggalkan pria dingin dan kaku ini. Lagipula siapa yang mau hidup dengan pria seperti itu kan? Itu pikiran Danny dulu, tetapi setelah dia mengetahui interaksinya dengan Paloma apalagi gadis itu rasa ingin memiliki pria tampan ini kembali hadir di dalam dirinya.
Satu hal yang masih menjadi pertanyaan Danny adalah, apakah Harley masih mau menerimanya kembali? Bahkan hanya sebatas teman? Dia akui jika dulu dia terlalu cepat menyimpulkan sikap pria yang ada dihadapannya ini, andaikata saat itu dia mau sedikit bersabar hingga Harley menjadi terbuka kepadanya seperti kepada kedua teman wanitanya mungkin saat ini dia masih berada disisi Harley. Atau bahkan menggantikan posisi Paloma daripada gadis itu.
“Apa kamu yakin hanya ini informasi yang akan kamu sampaikan kepadaku?” Harley menatap lekat bola mata Danny dengan tatapan penuh telisik, setelah peristiwa Peter akan menjadi sulit baginya untuk mempercayai orang lain. Meski orang itu pernah dekat dengannya.
“Ya Harley, hanya itu informasi yang aku dapatkan mengenai Peter…Dan kamu harus berhati-hati kepadanya Har, ada konspirasi besar dibalik semua ini” Jawab Danny. Dia berusaha untuk meraih tangan Harley dan menggenggamnya, tetapi pria dingin itu menarik tangannya dan meraih gelas minumannya.
“Aku harus segera kembali Danny..” Harley beranjak dari kursinya, lalu menatap Danny dan mengulurkan tangannya.
Danny melihat punggung pria yang ternyata masih membuat jantungnya berdetak kencang itu semakin menjauh, dia bisa melihat belanjaan yang Harley taruh di kursi belakangnya saat mobil yang dikendarainya melewati dirinya.
“Pria dan perutnya…Seharusnya aku belajar memasak sejak dulu” Kekeh Danny. Mungkin jika dia bisa memanjakan perut Harley waktu itu, keadaan akan sangat berbeda saat ini.
Tetapi bukan itu yang ada di dalam pikiran Harley, sejak dulu pria dingin ini tidak mau menjalin hubungan dengan seorang agen. Meski dia akui dulu dirinya pernah merasa nyaman saat dekat dengan Danny, tetapi rasa nyaman itu sama seperti ketika dirinya berada diantara Ferrari dan Chopper saat ini.
“Ellena, aku pulang!” Seru Harley, tetapi bukannya Ellena yang menyambut kedatangannya seperti biasa, Max lah yang menyambutnya.
“Dimana dia Max?” Harley menutup pintu dengan kakinya, saat ini ditangannya penuh dengan barang belanjaan.
Harley menaruh barang-barang belanjaannya di dapur, lalu mencari keberadaan Ellena ke kamarnya. Tetapi gadis itu tidak ada di sana, dan pada saat dirinya menghubungi ponsel Ellena dering ponsel itu terdengar dari dalam ruangan itu.
__ADS_1
Sejenak pikiran buruk menghantui dirinya, tidak mungkin Ellena pergi tanpa memberitahunya terlebih dulu. Dia pun mulai memeriksa rekaman CCTV melalui ponselnya, dan ternyata Ellena belum lama ini meninggalkan apartemennya dengan tergesa-gesa.
Harley pun meraih kembali kunci mobilnya, sepertinya gadis itu belum terlalu jauh perginya pikir Harley. Tetapi pada saat dia sudah membuka pintu, Ellena sudah ada di sana dengan sebuah bungkusan kecil ditangannya. Gadis itupun terlihat terkejut saat menatap wajah Harley yang sedikit menakutkan baginya.
“Harley..?”
“Darimana kamu?!” Tanpa sengaja Harley membentaknya dan menarik tangannya masuk kembali ke apartemennya.
“Aku abis dari toko depan!” Jawab Ellena, dia sedikit kesulitan mengimbangi langkah pemuda dingin ini karena harus menahan sesuatu dibawah sana agar tidak bocor kemana-mana.
“Kenapa kamu tidak memberitahuku?! Apa kamu tahu aku kebingungan tadi?!” Harley menghempaskan tubuh Ellena ke atas sofa.
“Yaaahhhh!Kan….” Ellena segera menutupi bokongnya dengan tangannya, berharap tidak akan ada noda yang menempel di sana.
“Jawab pertanyaan ku Ellena!” Harley menarik tangan yang dipakai Ellena untuk menutupi areal bokongnya, dan terkejut melihat tampilan telapak tangan gadis itu.
“Sebentar Harley…Aku harus….”
“Apa ini?!!! Kenapa ada darah disini?!”
“Aku haid! Dasar bodoh! Lihat kan apa yang terjadi dengan sofanya! Huh! Menyebalkan! Dasar posesif akut!” Ellena bergegas menuju kamarnya dengan mulut yang terus mengomel.
.
.
.
To be continue
__ADS_1
hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
Happy reading