HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Lokasi Misi : R


__ADS_3

"Apa kamu bodoh hingga tidak bisa menemukan dimana ibuku sekarang hah?!" Teriak Feliks, sudah satu minggu ini tidak satupun dari anggota nya bisa menemukan keberadaan sang ibu hingga saat ini.


Padahal Feliks sudah mengerahkan seluruh anggotanya bahkan hingga menggunakan teknologi tercanggih pun hasilnya masih juga nihil.


"Tuan Feliks kami mendeteksi adanya pergerakan di sayap timur" Ucap salah seorang anggota kelompoknya yang bertugas untuk mengintai musuh dengan peralatan canggih nya.


"Tunggu apalagi! Segera bereskan!" Pekik Feliks.


"Kami sedang membereskan mereka tuan, tetapi tuan harus melihat ini" Ucap pria tersebut sambil menunjukkan layar monitor nya kehadapan Feliks.


"Brengsek! Habisi mereka!"


Feliks bisa melihat salah satu musuh besarnya tengah mencoba untuk menerobos masuk kedalam kastil, semenjak kematian Aleksei banyak dari musuh sang ayah berusaha untuk mengambil alih kedudukan tertinggi di sana.


Untung saja Dimitri masih hidup meski pria itu kehilangan pita suaranya, jika tidak Feliks tidak tahu seperti apa kondisinya saat ini. Dimitri sudah seperti ayah kedua baginya.


Sejak kecil Dimitri bahkan lebih dekat dengan Feliks ketimbang mendiang ayahnya apalagi ibunya, wanita itu mulai menjadi aneh sejak usianya menginjak sepuluh tahun.


Disebuah kota perbatasan di negara bagian R dimana letak musuh terbesar Aleksei berada, dua wanita cantik tengah mendampingi Vladimir sang pemimpin tertinggi menemui tiga petinggi koalisi nya.


Mereka membahas strategi terbaik untuk menggulingkan kelompok Aleksei yang masih tergolong kelompok paling kuat diantara mereka.


Kelompok Sergei menguasai sebagian dari peredaran narkoba, kelompok Mikhailov menguasai sebagian dari perdagangan senjata api dan kelompok Mikhas menguasai sebagian dari perjudian dan klub malam di negara itu.


Selama ini pergerakan mereka sangat dibatasi oleh si tua Aleksei, bahkan bisa dibilang kelompok Aleksei telah memonopoli hampir semua perdagangan baik legal maupun ilegal di sana.


"Mereka akan melakukan transaksi besok malam tuan Vladimir, kita bisa menghadang mereka disini" Ucap Sergei sambil menunjuk titik lokasi pertemuan mereka.


"Kita bisa membuat seakan-akan kelompok Erich yang melakukannya" Sambung Mikhas.


"Itu ide yang bagus" Balas Vladimir.


Dan keesokan malamnya pun aksi yang mereka lakukan menjadi awal kesuksesan mereka untuk menghancurkan kelompok Aleksei secara perlahan, begitu pula dengan malam-malam berikutnya, dan hal itu tentu saja membuat Feliks semakin murka apalagi sebagian kolega bisnis mereka mulai beralih ke kelompok Vladimir.


"Ini tidak bisa dibiarkan Dimitri! Kita harus segera bertindak!" Ucap Feliks geram.

__ADS_1


Dimitri menggelengkan kepalanya, lalu menuliskan sesuatu di ponselnya dan menunjukkan nya kepada Feliks.


Dimitri meminta kepada Feliks untuk lebih berhati-hati, dia juga menyuruh pria itu untuk segera membuat pertemuan besar dengan seluruh kolega bisnis dan koalisi yang masih setia dengan kelompoknya.


"Kau meminta ku untuk menyalakan genderang perang Dimitri??" Tanya Feliks setelah dia membaca tulisan pria itu, dan Dimitri langsung mengangguk.


Berita mengenai pertemuan besar itupun sampai di telinga Vladimir dan para koalisi nya yang semakin bertambah, tak mau kalah pria berwajah tampan dan datar itupun merencanakan untuk mengadakan pertemuan besar sebagai tandingan.


"Kita akan memberikan apa yang mereka mau!" Ucap Vladimir dengan senyuman tipis di bibirnya.


Sementara di sebuah lokasi rahasia.


"Bocah tengik itu pintar juga rupanya" Kekeh Rumius setelah membaca informasi yang telah di kirimkan seseorang melalui email nya.


Satu hal yang membuat Rumius tiba-tiba menjadi geram, adalah adanya penugasan secara diam-diam agen rahasia dibawah kepemimpinan 01 secara langsung.


"Ini akan menjadi bencana besar bagi Harley dan timnya, juga akan menjadi ancaman bagi M" Gumam pria tua itu, lalu menyesap kembali cerutunya.


"Well, kita tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi...Bukankah begitu anak-anak???" Rumius melemparkan pandangannya kepada anggota kelompok rahasianya.


"Apa kamu yakin aku pun harus ikut serta dalam misi ini Rumius?" Ellena sedikit merasa ragu.


"Kamu ingin menyelamatkan pria kesayangan mu itu bukan?" Kekeh Rumius.


"Aku hanya takut dia marah pak tua" Ellena menghela nafasnya berat, dia tidak bisa membayangkan betapa marahnya pria dingin itu jika mengetahui bahwa dirinya telah berani melanggar perintahnya untuk tidak termakan oleh bujuk rayuan Rumius.


Hari yang dinantikan pun tiba, dimana pertemuan besar diselenggarakan oleh kelompok Feliks. Mereka membahas kasus-kasus yang saat ini sedang terjadi.


Kericuhan dimulai ketika salah seorang dari mereka mulai menyatakan keraguannya kepada kelompok Aleksei yang sekarang ini menjadi kelompok Feliks, hingga anak muda itu menembak mati ditempat pria tersebut.


"Ada lagi yang masih ingin menyatakan keraguannya?!" Tanya Feliks dengan nada dinginnya.


Bocah yang sudah terlihat berbeda itu semakin murka ketika tiba-tiba Vladimir dan Sergei memasuki ruangan.


"Berani-beraninya kalian datang kesini!" Seru Feliks.

__ADS_1


"Kami hanya ingin menghadiri acara ini, lagipula kami masih menjadi kolega bisnis mendiang Aleksei....Jadi kami berhak untuk datang kemari" Balas Vladimir, lalu menduduki kursi kosong disebelah Sergei dan meminta kepada Feliks untuk melanjutkan pertemuan nya.


Sebagian besar dari kelompok yang hadir merasa keberatan dengan kehadiran kedua orang yang terkenal licik itu, merekapun memutuskan untuk melakukan walk out bersama dari ruangan besar tersebut. Tetapi para pengawal setia kelompok Feliks langsung menutup jalan hingga mau tidak mau ketegangan kembali terjadi.


"Berani kalian melewati mereka, maka kalian akan mati ditangan ku!" Seru Feliks.


Vladimir bertepuk tangan melihat ketegangan yang sedang terjadi, Sergei bahkan mentertawakan hingga membuat Dimitri menembak kepala pria kurang ajar itu dan hal tersebut memicu efek domino dimana semua orang mulai melancarkan tembakannya.


Kekacauan itu dimanfaatkan oleh Feliks untuk kabur dari tempat itu untuk menyelamatkan diri bersama dengan Dimitri, rupanya mereka telah menyiapkan hal tersebut dengan baik. Terbukti dengan adanya sebuah mobil Anti peluru yang terparkir di pintu keluar belakang gedung tersebut.


Tidak hanya Feliks dan Dimitri yang berhasil menyelamatkan diri dari kekacauan yang terjadi, Vladimir pun sama. Sebuah mobil van anti peluru tiba-tiba datang untuk menjemput nya dari pintu samping sayap kanan gedung itu.


"Ikuti mereka!" Titah Vladimir kepada sopir nya, tak lama kemudian mobil para pengawalnya pun menyusul dibelakang mobil nya.


Tetapi nahas, saat kelompok Vladimir hampir saja berhasil menyusul mobil yang membawa Feliks, tiba-tiba lima unit mobil van hitam menghadang mereka hingga aksi tembak menembak pun terjadi.


"Sialan! Siapa mereka?!" Seru Vladimir sambil terus membalas tembakan yang mereka lakukan.


"Cepat bawa kita pergi dari sini!" Pekik Vladimir dan...


BUMM!


Sebuah ledakan dari mobil yang melaju didepannya meledak hingga membuat mobil yang ditumpangi oleh pria itu terpental dan mendarat dengan terbaik.


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan kalian disini yah 😊


Mohon maaf hingga tanggal 24 nanti othor ngajar dulu yah....jadi update cerita nya tipis-tipis dulu 😁😁😁

__ADS_1


Happy reading 🤗😘


__ADS_2