
"Daddy...Kau daddy ku kan?" Mary mencoba untuk meyakinkan diri nya kembali.
Pria yang berdiri dihadapannya ini sama persis dengan daddy-nya, tetapi jika dia memang benar-benar bukan daddy nya lalu dimana dia sekarang ini? Pikir Mary.
"Diam lah nona manis, sebentar lagi kau akan menemukan kebenarannya" Jason meraup wajah Mary yang penuh dengan air mata di kedua pipinya.
"Bawa dia kemari Jason!" Titah Alex, tanpa melepaskan tatapan matanya dari Caesar.
Caesar menghela nafasnya pelan, dia menatap orang-orang yang ada dihadapannya. Dia juga sudah bisa melihat kekesalan Emir karena perlakuan Jason pada Marilyn juga Ellena.
"Apa yang anda inginkan sebenarnya tuan Alex? Jika itu memang nama yang ingin kau pakai saat ini.." Caesar tersenyum tipis.
"Setengah dari aset mu tuan Caesar, aku bisa menjamin keselamatan dan keamanan bisnismu jika anda mau bekerjasama dengan ku" Alex tersenyum licik.
"Aku bisa memberi anda 25% dari total pendapatan ku setiap tahunnya tuan Alex dan anda tidak perlu repot-repot menjaga keamanan bisnis ku, aku sudah tidak memerlukan hal itu" Caesar melipat kedua tangannya di dada.
"Tidak ada yang gratis di dunia ini bukan tuan Caesar?" Tanya Alex, dia sudah paham betul maksud perkataan Caesar.
"Anda benar, aku hanya akan menghubungi mu satu saat nanti bila aku memerlukanmu dan untuk kursi kepemimpinan anda bisa melupakannya mulai saat ini...Anda tidak akan bisa merebutnya dariku sampai kapanpun" Caesar menajamkan tatapannya, dihadapannya saat ini adalah pria yang sedang dibicarakan oleh anggota perkumpulan rahasianya.
Bisa saja saat ini juga dia menghabisi Alex dengan sangat mudah, tetapi dia akan membiarkan mahluk ini hidup untuk sementara waktu.
Caesar belum bertemu dengan orang yang ada dibelakang Alex, tadinya dia berpikir jika Alex lah dalang dari peristiwa sepuluh tahun yang lalu. Ternyata setelah dia bertemu dengannya Caesar harus mengurungkan niatnya untuk membunuh orang-orang tersebut, termasuk Alex.
"Ja...Jadi anda.." Ucap Alex terbata-bata, pasalnya sedari dulu Alex hanya bisa bertemu dengan wakil dari sang pemimpin tertinggi. Hal itu pula yang menyebabkan dia ingin sekali menggulingkan kursi kepemimpinannya di organisasi rahasianya, karena menurutnya tidak etis bagi seorang pemimpin tertinggi jika selalu mewakilkan semua tugasnya kepada asisten nya..
"Aku sangat yakin jika anda bisa menutup mulut dan mata serta telinga anda" Balas Caesar, lalu memerintahkan kepada Emir untuk melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki kedua gadis yang ada dihadapannya.
Tak lama kemudian Jason menghampiri mereka dengan menyeret seorang wanita, dengan kurang ajar nya mendorong tubuh wanita tersebut hingga dia terjerembab dan meringis menahan sakit.
"Mommy!!" Pekik Mary lalu menghampiri sang mommy dan berusaha untuk menolongnya.
__ADS_1
"Pesanan mu tuan Alex" Ucap Jason sambil terkekeh, pria ini belum menyadari situasi yang tengah terjadi saat ini.
"Hentikan Jason!" Titah Alex, lalu menolong Mary dan membantu wanita itu untuk berdiri.
"Apa yang kau lakukan Alex?! Kenapa kau menolongnya?!" Jason tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, Alex membantu wanita itu! Padahal sebelumnya dia meminta dirinya untuk melenyapkan wanita tersebut bersama dengan anak gadisnya.
"Tutup mulutmu Jason!" Alex menatap Jason dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku tinggalkan sisanya kepadamu Emir" Ucap Caesar, lalu membawa ketiga perempuan itu keluar dari ruangan besar tersebut.
Emir sudah tahu apa yang harus dia lakukan didalam sana, toh selama ini dia yang sering kali membersihkan kekacauan yang telah Caesar buat bersama dengan para gadisnya.
"Apa yang terjadi?! Alex! Apa kau bisa menjelaskan semua ini?!" Seru Jason, tetapi Alex malah meninggalkan dirinya bersama dengan Emir dan beberapa orang anggota nya.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Emir menembakkan peluru nya ke arah para pria yang mengawal Jason hingga mereka mati seketika.
"Kurang ajar! Kau akan mati sialan!" Seru Jason lalu menodongkan senjata nya kepada pria tampan nan ramah dengan senyumnya yang dingin itu.
"Setidaknya kematian mu sangat mudah" Ucapnya lalu berdiri dan berlalu meninggalkan mayat-mayat yang bergelimpangan disana.
.
.
"Mommy, apa yang sebenarnya terjadi?" Isak Mary. Saat ini nyonya Athena telah berada bersama dengan Mary yang sesungguhnya, setelah Emir mengantarkan wanita itu ke villa dimana anak gadisnya berada.
Beruntung saat mengantarkan mereka ke villa wanita itu tengah tertidur pulas, hingga tidak ada kecurigaan sedikit pun saat dirinya sudah berada di villa. Karena kedua anggota Rumius yang menyamar sudah kembali ke mansion milik pria tua tampan itu.
Athena menceritakan peristiwa yang terjadi kepada sang anak, dia sendiri pun masih tidak percaya jika ternyata sang suami bukanlah suaminya yang sebenarnya.
Ketika mereka sedang dalam perjalanan bisnisnya, mereka bertemu dengan seseorang yang mengaku teman bisnis Jason. Merekapun membuat perjanjian kerjasama dalam bidang perdagangan kayu, bisnis yang telah lama digeluti oleh kedua orang tua Mary.
__ADS_1
Pada malam hari setelah mereka menghadiri jamuan makan malam bersama dengan tuan Alejandro, teman dari Jason keduanya pun kembali ke hotel. Tetapi malam itu Athena menyadari perubahan sikap dari suaminya, pria itu tidak lagi hangat dan terkesan kasar.
Tiga hari setelah itu, saat Athena memergoki sang suami yang sedang mandi dirinya baru menyadari bahwa pria yang ikut pulang bersamanya malam itu bukanlah Alexander. Athena bisa melihat perubahan pada bentuk tubuhnya saat pria itu dalam keadaan polos.
"Lalu dimana Daddy saat ini mom?" Isak Mary, dia bisa merasakan ketakutan yang dirasakan oleh sang mommy kala itu.
"Entahlah sayang, mommy tidak tahu" Jawab Athena, lalu memeluk anak gadis kesayangannya.
" Malam itu mommy terbangun sudah berada di ruangan itu" Lanjutnya.
"Daddy mu adalah ketua perserikatan buruh dan pengusaha kayu nak, mommy tidak tahu apa yang mereka inginkan darinya" Athena terisak, dia tidak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi dengan suaminya saat ini.
Selama hidupnya bersama dengan Alexander, pria itu tidak pernah bertingkah diluar batas. Dia bahkan terkenal karena kejujuran nya, dan kepiawaiannya dalam memimpin para pengusaha serta para buruh dalam organisasi nya.
Timbul pertanyaan di benak Rumius saat ini, pria tua yang sedang mendengarkan percakapan keduanya melalui alat penyadap yang sudah dia pasang di seluruh ruangan dalam Villa tersebut berfikir dari mana Alejandro mendapatkan alat penyamaran yang sering di pakai oleh dirinya dan timnya ketika bertugas? Dan terlibat dalam masalah apa Alexander sebenarnya?
"Rumius, apa mungkin Alexander mengetahui sesuatu tentang misi Harley sebelumnya?" Ferrari bertanya seraya menyerahkan sebuah foto dimana sebuah tim tengah berada didalam hutan sebelum peledakan gedung itu terjadi.
Tak jauh dari lokasi mereka sekelompok orang tengah melakukan proses penebangan pohon di hutan industri tersebut.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading 😘🤗
__ADS_1