
Para pengawal Caesar membawa Alejandro beserta tim nya kembali ke tempat semula setelah acara tersebut benar-benar berakhir, dengan menggunakan pesawat helikopter yang sama juga pilot yang sama. Sebuah pekerjaan yang sangat rapi dan sangat terstruktur pikir Alejandro.
Tiba di lokasi sopir pribadi Alejandro menyambut kedatangan mereka dengan sebuah berita buruk, bukan dia tidak mencoba untuk menghubungi bos nya itu. Dia bahkan telah menggunakan berbagai macam cara untuk menghubunginya, tetapi bos nya itu tetap tidak berhasil dia hubungi.
“Maafkan saya tuan, sistem keamanan markas telah di bobol dan mereka telah berhasil membawa kabur tahanan” Ucapnya tanpa berani menatap ke arah pria yang terkenal sadis itu.
“Apa maksudmu dengan tahanan? Tahanan yang mana?” Alejandro tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sopirnya tersebut, seingatnya beberapa orang agen telah membawa pergi Alex dari markas besarnya beberapa waktu yang lalu.
Sang sopir semakin tidak mengerti dengan situasi yang terjadi, pasalnya tiga jam yang lalu para agen tersebut menyerahkan kembali Alexander ke markas dan mengatakan bahwa mereka telah menerima perintah langsung dari pria yang saat ini masih berdiri dihadapannya.
“Apa?!! Ini pasti ada kesalahan! Aku tidak pernah memerintahkan pria itu untuk membawanya kembali ke markas!” Ucap Alejandro dengan nada yang meninggi.
“Cepat kembali ke markas!” Titahnya.
Dalam perjalanan kembali ke markas sang sopir pun menceritakan kejadian sekelompok orang yang telah berhasil menerobos masuk dan menculik Alex dari sana, para penjaga telah berusaha untuk menghadang mereka tetapi mereka bukan lah lawan yang seimbang bagi para penjaga disana.
“Mereka sangat terlatih tuan, pergerakan mereka sangat cepat dan rapi” Ucapnya.
“Kurang ajar! Siapa mereka sebenarnya? Atau ini hanya akal-akalan mereka saja!” Alejandro mengepalkan kedua telapak tangannya, saat ini dia benar-benar sangat marah.
Ingin rasanya Alejandro melakukan pembalasan atas pengkhianatan yang telah dilakukan oleh orang yang selama ini dikenalnya, tetapi dia sadar jika dirinya tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan. Terlebih saat ini dia bukan berurusan dengan orang-orang biasa, mereka adalah para agen yang sangat terlatih dalam membuat strategi dan melumpuhkan musuh dengan sangat mudah.
Sementara ditempat yang berbeda.
Alexander terbangun didalam sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan rawat inap sebuah rumah sakit, dia merasakan sakit yang hebat di kepalanya.
“Ya Tuhan…Dimana lagi ini?” Gumam Alex. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, berusaha untuk meyakinkan dirinya apakah dia masih berada di lokasi yang sama atau tidak.
“Rupanya anda sudah bangun tuan Alex” Seorang wanita cantik dengan rambut yang terikat tinggi serta berpakaian seperti seorang dokter memasuki ruangan dan menghampirinya, lalu memeriksa cairan infus yang menggantung di tiang samping tempat tidur Alex.
“Siapa anda? Dimana saya?” Tanya Alex. Dirinya masih syok dengan rentetan peristiwa tidak masuk akal yang telah menimpanya beberapa waktu belakangan ini.
__ADS_1
Alex masih ingat malam pertama tiba-tiba dia terbangun dan berada dalam sebuah ruangan dengan keadaan kedua tangan terborgol, padahal sebelumnya dia hanya meminta ijin kepada istri tercintanya untuk pergi ke toilet. Beberapa orang yang tidak dikenalnya tiba-tiba memberikan banyak pertanyaan yang bahkan dia sendiri tidak mengerti, untuk siapa dia bekerja, siapa yang menyuruhnya dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Belum lagi Alex harus mengalami beberapa kali tekanan dan ancaman juga kekerasan fisik, mereka juga sering membiarkan Alex kelaparan dan hanya memberikan sedikit minum.
“Anda berada ditempat yang aman tuan Alex, saya dokter Jossie” Ucap wanita tersebut, seraya mengulurkan tangannya.
Dengan perasaan ragu Alex menyambut uluran tangan dokter wanita tersebut, Jossie bahkan bisa merasakan getaran tangan Alex saat pria tersebut menjabat tangannya sekilas.
Tak lama dua orang wanita yang lagi-lagi terlihat begitu cantik memasuki ruangan, Alex merasa sedang berada di dunia yang berbeda dimana penghuninya adalah para wanita cantik.
“Tuan Alex, jika anda sudah siap kami ingin bertanya sesuatu yang sangat penting kepada anda” Salah satu dari wanita itu bertanya dengan ramah kepadanya.
Mendengar kata bertanya Alex terlihat sedikit syok, rasanya dia sudah lelah dengan semua pertanyaan yang selama ini masuk ke telinganya. Belum lagi kejutan-kejutan yang mengikuti pertanyaan tersebut, jika bukan pukulan telak di ulu hatinya bisa jadi bogem mentah mendarat di wajahnya.
“Anda tidak usah khawatir tuan Alex, kami hanya ingin bertanya tentang orang-orang yang telah menculik anda” Lanjutnya.
“Dan jika kami beruntung bisa menemukan keberadaan mereka, mungkin kami bisa memberikan mereka sebuah pelajaran berharga untuk anda tentunya” Sambung wanita cantik berambut pirang disampingnya.
.
.
“Jika saya menjadi anda, saya tidak akan menghubungi mereka untuk mencaritahu keberadaan Alexander dengan dalih apapun” Suara khas milik Emir, pria yang sama misteriusnya dengan sang majikan Caesar mengejutkan Alejandro yang tengah bimbang sambil menatap layar ponselnya.
Pria bertubuh tinggi dengan perawakan atletis idaman para wanita itu berjalan menghampiri Alejandro, lalu menduduki kursi didepan meja kerja pria tersebut tanpa menunggu sang pemilik untuk mempersilahkannya.
“Apa yang telah membawa anda datang kesini tuan Emir? Apa Caesar telah mengutus anda?” Alejandro meletakkan kedua tangannya di atas meja setelah pria itu memutar kursinya.
Emir hanya tersenyum tipis, lalu menyerahkan sebuah amplop hitam bersegel kepada Alejandro.
“Bukalah…”
__ADS_1
Alejandro mengangkat kedua alisnya ketika dirinya menerima paket istimewa tersebut, apalagi setelah dia melihat bentuk segel yang menutup rapat benda itu.
Perlahan Alejandro membuka segel berbentuk kepala naga itu dan menumpahkan isinya.
“Ini…..” Alejandro tak kuasa meneruskan kembali kata-katanya saat dirinya melihat foto-foto yang telah berserakan dihadapannya.
Satu demi satu lembar foto tersebut Alejandro perhatikan, disana dia bisa melihat gambar seorang pria yang tengah terbaring tak berdaya juga foto saat pria tersebut berpelukan dengan dua orang wanita yang pernah dikenalnya.
“Caesar memberikan salam” Ucap Emir, lalu beranjak dari duduknya.
“Tunggu!” Pinta Alejandro saat dirinya melihat Emir yang sudah memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya.
“Aku bisa membantu Caesar untuk memberikan pelajaran kepada mereka!” Lanjut Alejandro yang langsung membuat Emir menghentikan langkahnya.
“Apa yang membuatmu berpikir jika Caesar akan memberikan pelajaran kepada mereka tuan Alejandro? Dan siapa mereka yang anda maksud?” Tanya pria dingin tersebut tanpa memutar tubuhnya.
“Aku tahu apa yang telah mereka lakukan kepada pria yang kalian sebut Rumius itu sepuluh tahun yang lalu…” Jawab Alejandro.
“Ikutlah bersamaku untuk menemui Caesar sekarang” Balas Emir, lalu melanjutkan langkahnya.
Alejandro tidak tahu peristiwa apa yang akan terjadi di depannya nanti, saat ini dia hanya ingin berusaha dengan sisa tenaganya untuk tetap selamat. Dia yakin hanya Caesar yang bisa menghadapi orang-orang itu dengan kekuasaan yang dimilikinya saat ini, untuk itu dia memutuskan untuk menemui pria misterius tersebut dan akan menceritakan rahasia itu kepadanya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak jumpa lagi :)
__ADS_1
Terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah…
Happy reading