
Keberhasilan misi rahasia di negara R disambut dengan suka dan duka oleh seluruh anggota agensi pusat, mereka merasa senang karena pada akhirnya musuh dapat dimusnahkan tanpa sisa, sekaligus merasa sedih karena telah kehilangan para top agen di sana.
Sebagai pemimpin tertinggi saat ini 01 telah mengeluarkan pernyataan resmi berkenaan dengan gugurnya para pahlawan terbaik mereka, dia juga telah menganugerahi mereka dengan penghargaan tertinggi dari agensi yakni penghargaan Purple Heart.
Sebuah penghargaan yang hanya akan diberikan kepada seseorang yang telah gugur ketika melaksanakan tugas rahasianya tersebut.
“Mereka akan dikenang sebagai para pahlawan kemanusiaan, dan mereka akan selalu ada didalam hati kita semua” Ucap 01 di sela-sela pidatonya sebelum menyerahkan penghargaan tersebut kepada orang-orang terdekat mendiang para agen rahasianya, setelah menguburkan mereka.
Di sana turut hadir seorang gadis bersama dengan seekor anjing berjenis Golden Retriever sebagai penerima penghargaan, keduanya terlihat sangat berduka karena telah kehilangan orang yang begitu berarti didalam kehidupannya.
Tak lama setelah prosesi acara khidmat tersebut berakhir, 01 memanggil Ellena bersama dengan M ke ruangan pribadinya. Dia memberitahu secara khusus kepada Ellena bahwa gadis itu terpaksa harus masuk kembali kedalam program perlindungan saksi, dan kali ini dia mengijinkan sang gadis untuk memilih sendiri daerah mana yang akan dia tempati untuk melanjutkan hidupnya.
“Apa anda yakin dengan pilihan anda nona?” 01 bertanya kepada Ellena, gadis yang masih terlihat begitu terpukul atas kepergian wali angkatnya.
“Iya tuan, sesuai dengan keinginan terakhir beliau jauh sebelum kepergiannya” Jawab Ellena terisak.
M berkali-kali mengelus pundak gadis ini, berusaha untuk menenangkannya.
“Baiklah jika itu sudah merupakan keputusan anda nona, saya akan mengutus dua orang agen terbaik untuk mengantarkan anda ke sana”
Dan Ellena pun mengalami kejadian yang hampir sama seperti saat dulu ketika dia harus melewati proses yang cukup rumit untuk mendapatkan identitas dan rumah barunya, hingga akhirnya dua orang agen mengantarnya kembali ke bandara.
Di sana dia diserahkan kepada dua orang agen yang akan membawanya ke rumah barunya di sebuah kota kecil di negara kepulauan M.
Ellena masih harus menempuh perjalanan selama empat jam hingga pada akhirnya dia tiba di rumah barunya, sebuah rumah sederhana dekat dengan pantai tak jauh dari pemukiman penduduk.
“Anda bisa meminta kami untuk memberikan sebuah apartemen di tengah kota agar lebih dekat dengan fasilitas yang disukai oleh gadis-gadis seusia anda nona” Ujar salah satu dari mereka setelah ketiganya tiba di rumah itu.
“Aku lebih menyukai tempat seperti ini” Balas Ellena yang di benarkan langsung oleh Max.
Kedua agen tersebut langsung berpamitan setelah mereka memastikan keamanan tempat itu, dan menaruh barang bawaan Ellena di kamarnya.
Ellena membawa Max ke halaman belakangnya yang terhubung langsung dengan pasir pantai setelah keduanya menuruni anak tangga, anjing itu berlari dan berhamburan kedalam pelukan seorang pria yang sedang berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
“Apa mereka sudah pergi?” Harley memeluk lantas mengangkat tubuh gadis itu.
Ellena tersenyum dan mengangguk, “Apa kamu bahagia sekarang?”
“Asalkan ada kamu disisi ku, aku akan selalu bahagia sayang…” Jawab Harley lalu menciumnya.
Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Ellena dan Harley juga tim Rumius saja, ternyata di suatu tempat tepatnya di atas sebuah kapal pesiar sekelompok orang tengah merayakan kemenangan atas keberhasilan misi rahasia mereka sekaligus memusnahkan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Yang tanpa mereka sadari seseorang tengah asik memerhatikan keseruan mereka.
“Sudah aku duga” Kekeh Rumius saat dirinya menonton acara pesta tersebut melalui layar monitornya. Dia bahkan menyaksikan saat semua orang yang ada didalam ruangan itu tengah melakukan selebrasi dengan mengangkat gelas anggur mereka ke udara sebelum akhirnya mereka menikmati minuman dan segala macam hiburan yang tersaji disana.
“Apa anda akan mendiamkannya saja Rumius?” Ferrari menyodorkan segelas kopi panas yang dia ambil dari nampan salah satu pelayan kepada Rumius, pria yang telah menjadi figur dalam kesuksesan karirnya.
“Kita biarkan mereka menikmati kemenangannya dulu nona manis” Jawab Rumius, lalu menyeruput secangkir kopi pahit yang telah diberikan oleh Ferrari kepadanya.
“Lagipula mereka harus yakin betul dengan keberhasilan misi mereka bukan?” Lanjutnya.
Rumius tengah menyusun sebuah strategi untuk mengungkap tabir kejahatan yang terjadi sepuluh tahun yang lalu, ketika dirinya masih menjabat sebagai 01 di agensi.
Saat itu Rumius terpaksa harus melepaskan Maria karena skandal yang telah dia lakukan bersama dengan seorang pria yang tidak pernah diketahui identitasnya, karir Rumius bahkan hancur setelah mengetahui bahwa Maria menikah dengan seorang pemimpin agen rahasia negara R bersamaan dengan banyaknya kebocoran-kebocoran rahasia agensinya.
Hingga pada akhirnya dia memalsukan kematiannya sendiri dengan bantuan M dan Virus, ayah dari Viper yang terbunuh sesaat setelah mereka berhasil menyelamatkan diri dari jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi di perairan H.
Hal terberat yang dia rasakan adalah ketika dia terpaksa harus meninggalkan Harley dengan cara seperti itu, tetapi setelah M meyakinkan dirinya bahwa dia akan selalu menjaga anak angkat kesayangannya itu akhirnya Rumius pun melakukan rencana gilanya bersama dengan Virus.
.
.
“I love you baby…” Harley membiarkan Ellena menjatuhkan tubuhnya diatasnya, pergulatan panas yang telah mereka lakukan telah menguras tenaga gadisnya itu.
“I love you more…” Balas Ellena, lantas membenahi dirinya dan pada akhirnya tertidur pulas di dada pria yang selama ini begitu membuatnya nyaman.
Ellena terbangun ketika dia merasa sesuatu telah menekan-nekan pipinya, perlahan dia membuka matanya dan mendapati Harley tengah berusaha untuk membangunkannya.
__ADS_1
“Baby…Wake up” Ucapnya, lalu tersenyum karena pada akhirnya gadis nya itu terbangun dari tidur lelapnya.
“Aku lapar sayang” Lanjutnya.
Harley beranjak dari tidurnya dan menyibak selimut yang masih menutupi sebagian tubuh polos Ellena, tetapi gadis itu menariknya kembali.
“Aku masih mengantuk, aku gak mau bangun Harley…” Ellena menutupi wajahnya dengan selimutnya, tetapi dirinya terkejut saat Harley ternyata ikut masuk kedalam selimutnya.
“Elle…Aku lapar” Ucapnya, tetapi sepertinya ucapan Harley tidak selaras dengan tindakannya.
“Aku masih ngantuk sayang…Besok saja, ini masih tengah malam…” Jawab Ellena, diapun berusaha untuk menutup kembali matanya.
“Please baby...Aku lapar sekali…” Rengek Harley.
“Hei! Itu gak akan bikin kamu kenyang… Gak ada isinya…” Ellena berusaha untuk menyingkirkan mulut Harley yang sudah mulai menguasai sumber makanan calon bayinya nanti.
“Kalau kamu gak mau bikinin aku makan…aku makan ini saja” Balas Harley, sambil menahan tangan Ellena yang sedang berusaha merebut miliknya dari mulutnya.
“Oke..!Oke…! Aku bangun sekarang!” Ellena berusaha untuk beranjak dari tidurnya, diam di sana hanya akan membuat prianya itu bertingkah semakin gila pikirnya.
“Tapi dia udah bangun juga baby…” Harley menunjukkan jarinya.
“HARLEYYYYY!!!!”
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak mohon maaf othor baru up lagi ceritanya, kecapean nih abis ngajar marathon...heheheh
__ADS_1
Happy readiing