HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Pulang


__ADS_3

Tiga hari kemudian di markas pusat.


Harley harus merelakan Rosie untuk mengikuti program perlindungan saksi sesuai dengan prosedur pusat, gadis itu akan diberikan identitas baru dan keluarga baru agar dirinya bisa melanjutkan kembali hidupnya dengan aman dan nyaman.


Harley harus mengurus semua berkas-berkasnya bersama dengan Ferrari dan Chopper, hal ini lah yang membuatnya tertahan selama tiga hari di kantor pusat. Dia harus menahan kerinduan yang mendalam terhadap sahabat berbulunya Max.


Sengaja pria dingin itu tidak mau menemui Rosie untuk terakhir kalinya, dia memutuskan untuk pulang dan menemui sahabat berbulunya ketimbang harus merasakan kembali sakitnya perpisahan. Setidaknya dia merasa lega karena yakin bahwa sekarang gadis itu sudah berada di tangan dan lingkungan yang tepat.


Ruffh!


Ruffh!


Ruffh!


Max sangat bahagia menyambut kedatangan majikannya ke pet hotel untuk menjemputnya, tak hentinya dia menggoyangkan ekornya meski Harley masih berjalan menuju ke arahnya. Dan begitu pintu lobby di buka, anjing manis itu segera berlari dan berhambur kedalam pelukan Harley sambil menjilati wajahnya.


“ Hallo kawan…Aku juga merindukanmu “ Ucap Harley, sambil mengusap punggung dan leher Max.


“ Apa kamu jadi anak yang manis selama aku pergi?” Tanyanya, lalu mendekatkan kening Max dan dirinya.


“ Dia sangat penurut dan manis tuan Harley “ Ucap Peter, sambil menyerahkan tali kekangnya kepada Harley. Peter adalah petugas yang bertanggung jawab untuk menjaga Harley selama anjing penurut itu di titipkan disana.


“ Thanks Peter…Oia aku ada oleh-oleh untukmu “ Ucap Harley lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaketnya. Sebuah kotak kecil berwarna hitam dengan merk jam tangan diatasnya.


“ Whoaa…Ini sangat keren tuan! Terimakasih” Ucap Peter bahagia. Pemuda yang masih duduk dibangku kuliah tersebut langsung membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya  lantas memakainya.


“Terimakasih karena telah menjaga Max dengan sangat baik..” Ucap Harley, sambil menepuk pundak pemuda itu.


“ Kamu tahu, kamu adalah orang ketiga yang bisa dekat dengan Max selain diriku “ Lanjutnya.


Selama di negara O Peter selalu mengirimkan foto dan video tentang aktivitas Max dan dirinya kepada Harley melalui email, proses  awal pendekatan Peter terhadap max, sampai akhirnya anjingnya itu mau menerima pemuda itu dan mengijinkannya untuk bermain bersama.

__ADS_1


Harley sangat bangga dan puas dengan kinerja dan keuletan pemuda itu, disaat Max masih berkabung karena kehilangan Paloma, dan dirinya pun terpaksa harus meninggalkan Max disana Peter hadir untuk Max. Butuh usaha ekstra untuk bisa mengambil hati Max hingga anjingnya itu bisa kembali pulih seperti sekarang.


“ Apa kamu keberatan jika nanti aku menitipkannya langsung kepadamu Pete? Terkadang aku dapat tugas mendadak keluar kota” Tanya Harley, instingnya mengatakan sebentar lagi M akan kembali menugaskannya di lokasi yang berbeda.


“ Tentu saja tuan, Max bisa tinggal bersama kami…Aku pun punya anjing dengan jenis yang sama dengan Max, hanya saja anjingku itu betina “ Jawab Peter dengan senang.


“ Kamu dengar itu sobat? Ini kesempatan untuk membuktikan kejantanan mu pada gadis-gadis “ Kekeh Harley.


Setelah mendapatkan nomor ponsel Peter, Harley pun pamit membawa anjingnya itu kembali pulang. Tidak lupa mampir ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan yang dia rasa sudah habis bahkan kadaluarsa.


Satu jam kemudian mereka sudah ada dikediaman Harley diatas bukit tak jauh dari bibir pantai.


“Oke sobat, kita kembali seperti dulu…Hanya ada kita berdua sekarang “ Ucap Harley, lalu meletakkan makanan Max kedalam mangkok kepunyaannya dan meletakkannya di hadapan Max. Sobat berbulunya itu langsung melahapnya.


Sementara dibelahan bumi yang lain.


Rosie yang sekarang bernama Ellena baru saja tiba dirumah keluarga barunya, disana dia hanya akan tinggal sementara hingga gadis itu menyelesaikan sekolah menengah atasnya.


“Selamat datang dikeluarga kami Ellena, semoga kamu bahagia tinggal bersama kami “ Ucap Grace, ibu barunya.


“Terimakasih nyonya Grace “ Jawab Ellena sungkan.


Grace pun mengenalkan anak-anaknya yang lain kepada Ellena.


“Kamu pasti sudah mengenal suamiku bukan? Nah ini adalah anak sulung kami Amber dan adiknya Lily”


“ Hai Ellena “ Sapa Amber, sambil mengulurkan tangannya kepada Ellena. Diikuti oleh adiknya Lily, ellena pun menyambut baik uluran tangan dan pelukan hangat mereka.


Menurut Ellena, Amber lebih pendiam dibandingkan dengan Lily. Gadis itu juga terlihat lebih feminim dibandingkan dengan adiknya yang terlihat lebih cuek.


Grace lalu mengajak Ellena menuju kamarnya, letaknya paling ujung setelah kamar Lily dan Amber. Sebuah kamar yang sederhana tetapi nyaman menurut Ellena.

__ADS_1


“ Jangan sungkan oke sayang…” Ucap Grace saat mereka meninggalkan kamar Ellena.


Ellena merasa dirinya seperti sedang bermimpi saat ini, kehidupan sebelumnya yang menurutnya kelam kini berputar 180 derajat! Baru saja dia tiba dirumah ini tetapi dia sudah merasa nyaman tinggal disini bersama dengan keluarga barunya.


Mereka memang termasuk keluarga sederhana, tetapi Ellena dapat melihat dan merasakan keharmonisan di keluarga ini.


“Mommy…Apa kamu melihatku sekarang? Aku bahagia sekarang mom “ Gumam Ellena. Seketika ingatannya tertuju kepada Harley, lagi-lagi pria misterius itu membantunya. Siapa dia sebenarnya pikir Ellena.


Hari terakhir Ellena di negara O, Harley masih menemaninya meski keadaanya sungguh menyedihkan. Ellena masih ingat dengan tatapan elang pria misterius yang baru dia ketahui bernama Harley itu, tetapi setelah mereka membawanya ke sebuah fasilitas pria itu hilang entah kemana.


Dia seperti habis ditelan bumi, bahkan kedua teman wanitanya pun sangat sulit untuk dia temui disana. Ellena sudah berusaha untuk bertanya tentang keberadaan Harley kepada orang-orang yang ada disana, tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang mau ataupun berani menjawab pertanyaannya.


“ Suatu hari nanti aku akan kembali ke rumah itu “ Batin Ellena.


Ellena pun merapihkan baju-bajunya, dan memasukkannya kedalam lemari pakaian. Saat itulah dia menemukan secarik surat dengan inisial H di amplopnya, Ellena pun memutuskan untuk menghentikan aktivitas merapikan pakaiannya dan membaca surat yang isinya cukup pendek itu.


“ Berbahagialah…Lanjutkan hidupmu dan berdoalah semoga Tuhan mempertemukan kita kembali “


Seketika tangis Ellena pecah, antara sedih dan bahagia dia rasakan saat itu. Dia melipat kembali kertas surat itu dan memasukkannya lagi kedalam amplopnya lalu menaruhnya kedalam kotak penyimpanan bersama dengan foto mendiang ibunya, satu-satunya barang berharga yang berhasil dia sembuyikan dari mereka.


Ellena berjanji akan melanjutkan hidupnya dengan baik dan selalu bahagia, kali ini bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk Harley pria misterius yang Tuhan takdirkan untuk menyelamatkan hidupnya.


.


.


.


to be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2