
“Cuci sofanya sampai bersih!” Ellena masih kesal dengan kelakuan Harley, berani-beraninya dia membentak ku pikirnya. Gadis itu menghukum Harley dengan menyuruhnya membersihkan sofa dari noda darahnya.
“Iya! Cerewet!” Umpat Harley sambil menggosok permukaan sofa dengan lap dan cairan pembersih khusus.
“Apa kamu bilang?!” Ellena berkacak tangan di depan meja dapur.
“Apa selain cerewet kamu ini ternyata galak juga? Jangan-jangan kamu ini sebenarnya seekor cheetah yang menjelma menjadi manusia!”
“Fix! Kamu gak akan aku kasih makan malam!” Ucap Ellena kesal mendengar ejekan Harley terhadapnya.
“Hei! Itu gak adil namanya! Aku lapar tau! Lihat perut keren ku ini, dia sudah meronta-ronta sejak tadi!” Harley mengangkat kaos oblongnya, untuk memperlihatkan perut six pack nya.
“Aku gak perduli! Berani-beraninya kamu mengejekku dasar jelek!” Dengan perasaan kesal Ellena mulai menyantap lasagna buatannya sendiri langsung dari loyangnya, semakin dia kesal sakin besar pula suapannya.
“Ini milik ku!” Harley merebut loyang yang masih sedikit panas itu dari hadapan Ellena.
“Itu punyaku! Kembalikan!” Pekik Ellena sambil mengejar Harley, tetapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat dia merasakan perutnya yang kram. Ellena berteriak sambil memegangi perutnya.
“Ellena! Kamu tidak apa-apa??!” Harley mengangkat tubuh Ellena setelah dia menaruh lasagna nya di atas meja.
“Perutku kram Harley!” Jawab Ellena sambil meringis menahan sakit.
“Aku akan membawamu ke rumah sakit…” Harley akan mengangkat tubuh Ellena kembali setelah tadi dia menaruhnya di atas kasur.
“Tidak perlu! Buatkan kompres air hangat untukku, nanti sakitnya hilang sendiri” Pinta Ellena, ini bukan hal baru untuknya. Kompres air hangat akan mengurangi rasa sakit akibat kontraksi yang dia rasakan di perutnya.
Malam itu Harley menemani Ellena dengan tidur sambil memeluk perut gadis itu.
Teeettt! Teeet!
Harley terbangun dari tidurnya setelah mendengar bunyi bel pintu berkali-kali, pria itu melihat jam dindingnya lalu beranjak dari tempat tidur menuju pintu sambil menguap dan mengucek matanya.
Dia melihat layar monitor kecil di samping pintu untuk melihat siapa yang telah berani mengganggu tidurnya sepagi ini.
“Darimana dia tahu aku tinggal disini?” Gumam Harley, lalu menekan tombol untuk membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan tamunya itu untuk masuk.
__ADS_1
Danny memasuki apartemen bersamaan dengan Ellena yang keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air minum, dia memperhatikan gadis itu dengan seksama sambil menjatuhkan bokongnya ke atas sofa.
Wanita ini juga melihat Harley yang meraih pinggangnya lalu mencium gadis itu dilehernya, hingga membuat gadis itu terkekeh geli.
“Ada tamu?” Ucap Ellena ketika tanpa sengaja melihat seorang wanita berambut hitam pendek tengah duduk di sofa dan memerhatikan tingkah mereka.
“Ini temanku Danny..” Harley mengenalkan keduanya tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Ellena.
“Hai…Aku Ellena” Ellena mengulurkan tangannya, dan disambut hangat oleh Danny.
“Oke, kamu bersihkan dirimu dan buatkan sarapan pagi untuk kita semua” Pinta Harley sambil mengangkat tubuh Ellena dengan sebelah tangannya, lalu mendorong pelan tubuh gadis itu.
Danny benar-benar tidak bisa mengenali pria yang masih berdiri disampingnya, selama ini hanya kehangatan Harley pada Paloma saja yang dia dengar dari teman-temannya. Dan sungguh dia tidak menyangka jika apa yang di dalam pikirannya selama ini melebihi perkiraannya!
Dan pagi ini pertamakali dalam sejarah dirinya mengenal pemuda dingin ini, dia bisa melihat senyuman yang begitu hangat dan tulus diwajahnya saat Harley memperlakukan Ellena.
“Apa M memberitahumu?” Seketika Harley sudah kembali ke mode asalnya.
“Eh…Iya, aku memaksanya untuk memberitahuku tempat tinggal mu sekarang” Jawab Danny sedikit sungkan.
“Ya Tuhan, apa manusia ini punya dua kepribadian yang berbeda?!” Batin Danny meronta.
Harley benar-benar harus cermat dalam menilai informasi yang dia dapatkan dari wanita ini, dari M apalagi dari Viper yang menurutnya lebih akurat.
Percakapan mereka mengenai Peter terhenti saat Ellena memasuki dapur dan memasak untuk sarapan pagi mereka, ajaibnya pula seketika itu mode dingin Harley kembali berubah.
“Aku mandi dulu” Pamit Harley kepada keduanya.
“Dan kau, buatkan aku porsi ganda untuk sarapanku! Tega-teganya kamu membuat aku kelaparan semalam…Kau mengerti anak cheetah??” Pinta Harley saat pria itu tiba-tiba saja memeluk Ellena dari arah belakangnya lalu mencium puncak kepalanya dan bergegas menuju kamarnya.
“Iisssh! Malu…Ada Danny disini!” Bisik Ellena yang masih terdengar ditelinga Danny.
Seketika senyuman pahit mengembang di bibirnya, saat dia kembali menyaksikan interaksi antar keduanya. Setidaknya Danny bisa merasa sedikit lega karena ternyata Harley memasuki pintu ruangan yang berbeda dari pintu darimana Ellena keluar tadi.
Lagi-lagi Danny dibuat terkejut oleh Harley, lebih tepatnya oleh penampilan laki-laki itu. Seumur hidupnya baru kali ini dia melihat Harley memakai kaus bermotif lucu dan bercelana pendek! Dan jika Danny perhatikan lagi, bukan Ellena yang manja, tetapi Harley lah yang sedikit menunjukan manjanya di depan Ellena.
__ADS_1
Dari sini sudah bisa disimpulkan jika Harley hanya memperdulikan perasaan gadis itu, tanpa memperdulikan sedikit pun perasaannya. Meski Danny yakin Harley tahu jika dirinya benar-benar terkejut saat ini, pria dingin itu bahkan tidak berusaha untuk menyembunyikannya sama sekali di depan Danny.
“Ya ampun! Dia imut sekali…” Batin Danny kembali meronta.
Tak lama setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi bersama, M menghubungi Harley dan memintanya untuk segera berkumpul di markas pusat. Dia pun meminta agar Danny ikut bersamanya.
Ellena segera membantu Harley mengepak barang-barangnya, tak lupa dia memasukan satu kotak lasagna kedalam tas pria itu dan memberikan satu kotak tambahan kepada Danny.
“Ingat Elle, jangan keluar tanpa sepengetahuanku, dan jangan pernah sekalipun membuka pintu ini untuk orang lain oke” Harley mencium kening gadis itu sambil memeluknya.
“Dan kau Max! Jaga dia untukku oke buddy” Lanjutnya ketika dia menggaruk leher mahluk berbulu lebat itu dan menciumnya.
“Kau mencintai gadis itu Harley?” Danny bertanya sambil menatap nanar ke arah luar jendela pesawat yang saat ini tengah mengudara.
“Hhmm..” Jawab pemuda dingin itu, dia masih tetap fokus menatap layar ponselnya. Viper si bocah jenius itu telah mengirimkan informasi penting kepadanya.
“Apa kamu pernah…” Danny mengalihkan pandangannya, dan terpaksa harus melihat layar ponsel Harley yang sedang menampilkan video Ellena sedang bermain bersama anjing kesayangan mereka Max.
“Pernah apa Danny?” Harley pun mengalihkan pandangannya dari ponselnya, dan melihat Danny tengah asik menatap pemandangan awan diluar jendela pesawat.
“Terjun dari ketinggian ini?” Lanjut Harley, hanya menerka apa yang akan dikatakan oleh wanita disampingnya ini.
“Ahh…Lupakan, sepertinya tidak mungkin kan?” Kekeh Danny, lalu menghela nafasnya sejenak.
“Jika yang kau maksud adalah Ellena, jangan kamu teruskan bicaramu” Harley kembali menatap layar ponselnya.
Sementara dibelakang sana Chopper dan Ferrari tengah melakukan tos lalu menutup mulutnya untuk membungkam tawa mereka.
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading