HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Dua Garis!!!


__ADS_3

Benar apa yang dikatakan oleh James perihal kepanikan berlebih yang dialami ketiga pria penghuni mansion besar itu, pagi ini Ellena dikejutkan oleh kehadiran tiga pria berbeda usia yang sedang berdiri ditepian ranjangnya sambil memperlihatkan senyuman khasnya masing-masing saat dirinya baru saja membuka matanya.


Charlie dengan senyuman hangatnya, Harley dengan senyuman kakunya dan Emir dengan senyuman tipisnya yang mengerikan.


“Ya Tuhan!” Ellena hampir saja terantuk sandaran tempat tidurnya karena terkejut, gadis itu mengelus dadanya akibat jantungnya yang berdegup tak beraturan.


“Selamat pagi sayang…” Ucap Harley


“Pagi gadis kecil…” Ucap Charlie, dan


“Pagi Elle…” Ucap Emir.


“Pagi…Pagi…” Ellena menjawab sambil mengelus dadanya setelah dirinya terbangun dan duduk dibantu oleh Harley.


“Apa yang sedang terjadi?” Bisik Ellena di telinga pria nya. Tidak biasanya calon mertua apalagi pamannya itu menyapanya di kamarnya, dan ini diluar kebiasaan pria nya yang mengijinkan keduanya memasuki kamar.


“Tidak ada sayang, kami hanya mengkhawatirkan mu…Itu saja” Jawab Harley. “Bagaimana dengan perutmu? Apa masih terasa mual?” Lanjutnya.


“Sedikit…” Ellena menjawab dengan ragu, bukan karena meragukan mual yang masih di rasakan nya, tetapi karena melihat tatapan aneh ketiga pria tersebut yang membuat bulu kuduknya langsung berdiri.


Dan benar saja, seketika Harley dan calon mertua serta pamannya itu langsung melakukan aksinya. Sang suami menyuapinya sarapan, Charlie menuangkan air minum dan Emir mengeluarkan satu botol obat dari dalam laci lalu memegangnya bersiap untuk memberikannya kepada Ellena setelah Harley selesai menyuapinya.


Tetapi untung saja sang penyelamat tiba tepat waktu, Archie datang bersama dengan seorang wanita dewasa berjas putih dengan tas kotak hitam ditangannya. Wanita itu menyapa semua orang yang ada disana setelah Archie memberitahu kedatangannya kepada mereka.


“Terimakasih” Ucap Ellena tanpa suara kepada Archie, yang langsung membuat raut wajah Harley berubah seketika.


“Hallo Ellena, namaku Christy…Kau bisa memanggilku dokter Crish” Christy tersenyum kepada gadis itu, dia sudah bisa mengira jika kehadirannya disana telah menyelamatkan dirinya dari tingkah aneh kedua pria disana.


“Apa yang kamu rasakan pagi ini? Apa masih mual?” Lanjutnya, lalu memulai pemeriksaannya terhadap Ellena.

__ADS_1


Dengan teliti dokter cantik itu memeriksa setiap bagian dari perut Ellena, dia juga memeriksa rongga mulut serta respon pupil pada matanya dengan mengarahkan senter kecil disana.


“Sudah buang air kecil pagi ini?” Tanyanya, sambil merogoh sesuatu dari dalam tas nya.


“Belum…” Dengan cepat Ellena menjawab, sebenarnya dia sudah menahan pipis cukup lama. Jika saja dirinya tidak terbangun dengan keadaan terkejut karena tingkah aneh ketiga pria itu di kamarnya, dirinya sudah melakukan ritual pagi nya itu sejak tadi.


“Itu bagus…” Chris memberikan satu buah kotak kecil kepada Ellena, lalu menjelaskan cara penggunaan benda didalamnya kepada gadis itu.


Ellena bermaksud untuk bergegas menuju kamar mandi karena sudah tidak lagi bisa menahan keinginannya, tetapi secepat kilat Harley meraih tubuhnya dan membawanya ke ruangan itu.


“Jangan sembarangan bergerak…”  Ucap pria dingin itu.


Chris sudah tidak terkejut melihat pemandangan yang terjadi dihadapannya, pagi ini James telah memberitahunya terlebih dulu sebelum dirinya berangkat ke mansion pemilik pulau tersebut.


James menceritakan pengalaman buruknya semalam, saat dirinya tengah asik terlelap dalam tidurnya. James pun meminta ijin kepada dirinya karena tidak bisa memenuhi janjinya untuk menemani Chris menemui Ellena pagi ini, sang kepala dokter itu masih dalam keadaan mengantuk karena baru bisa kembali ke rumahnya pada jam 3 dini hari tadi.


“Bersiap-siaplah menyaksikan film horor di rumah itu Chris…Kau tahu kan apa yang aku maksud?” James berujar dengan suara yang terdengar masih mengantuk.


Dan itu semua benar adanya! Chrish sempat menyaksikan sekilas tingkah kocak mereka tadi saat dirinya memasuki kamar itu bersama dengan Archie.


“Dokter! Kenapa garisnya ada dua?!” Seru Harley dari dalam kamar mandi.


Sepertinya pemuda tampan itu tidak membaca tabel hasil yang tertera di dus kecil itu tadi pikir Chris.


Berbeda dengan Harley yang masih bingung dengan apa yang dilihatnya, Charlie langsung berteriak bahagia. Dia memeluk Emir erat sambil terisak, sementara Emir yang pandai sekali menyembunyikan perasaannya hanya tersenyum setelah mendengar teriakan keponakan polosnya itu.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak menjawab ku?” Harley keluar dari kamar mandi sambil menggendong Ellena seperti koala. Dia langsung disuguhkan sebuah pemandangan aneh dimana semua orang di ruangan itu tengah saling berpelukan dan bersalaman sambil mengucapkan selamat.


“Selamat nak…Kau akan menjadi seorang ayah” Ucap Charlie sambil menepuk bahunya, lalu mengelus punggung Ellena serta mencium kening gadis itu.

__ADS_1


“Pastikan anakmu di sunat dari usia dini” Sindir Emir, dan pria dingin itupun kembali tertawa karena mengingat kejadian semalam.


“Jangan dengarkan dia..” Harley menjawab tatapan mata gadis kecil di pangkuannya, lalu menaruh kembali tubuh mungilnya ke atas ranjang.


Chris pun memberikan ucapan selamat itu kepada Harley lalu kepada Ellena sebelum dia menjelaskan apa saja yang harus dilakukan selama kehamilan berlangsung dengan rinci. Ellena harus rutin memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui kondisi janinnya, Chris juga memberi tahu gadis itu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta di konsumsi selama menjalani masa kehamilannya.


“Sampai bertemu lusa nanti Ellena” Ucap Chris sambil memeluk tubuh gadis itu. Sama hal nya dengan James, dirinya pun merasa prihatin dengan kondisi Ellena yang dikelilingi pria-pria posesif dengan tingkat kepanikan akut. Chris tidak bisa membayangkan apa saja yang akan terjadi selama Ellena hamil hingga melahirkan nanti, untuk itu dia memberikan akses langsung kepada gadis itu dengan memberinya nomor ponsel pribadinya. Untuk berjaga-jaga.


Belum lama Chris meninggalkan ruangan itu, ketiga pria berbeda generasi tersebut kembali melakukan aksi anehnya. Berbeda dengan mendiang Diana yang membiarkan tingkah aneh Charlie dan Emir, Ellena langsung mengeluarkan taringnya dengan mengancam mereka.


“Jika kalian masih terus seperti ini, jangan harap kalian bisa memasuki kamar ini! Itu termasuk kamu sayang” Ellena melipat kedua tangannya di dada.


Harley, Charlie serta Emir langsung menghentikan aksinya. Harley meletakkan kembali makanannya diatas meja, Charlie menaruh gelas air minumnya disamping makanan yang ditaruh oleh Harley, sementara Emir menaruh semua obat ditangannya kembali ke dalam laci disamping ranjang Ellena.


“Aku baru ingat, aku harus menghubungi Rumius sekarang” Ucap Charlie lalu melihat jam tangan mewah yang melingkar di lengan kanannya, mencium kening Ellena lalu bergegas pergi sebelum gadis itu mengamuk.


“Aku juga, tiba-tiba bahu ku sakit…Aku harus kembali ke kamarku” Emir melambaikan tangannya, dia mengurungkan niatnya untuk memeluk Ellena sebelum pergi karena melihat tatapan tajam Harley kepadanya.


“Pasangan serasi…Singa jantan dan betina” Batin Emir


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2