HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Kenangan Terindah


__ADS_3

Archie berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar nona kecilnya, pasalnya sang tuan besar tengah menunggu kehadiran gadis itu dan tuan mudanya di meja makan. Dia tidak berani masuk kedalam kamar Ellena karena takut dengan pemandangan yang mungkin saja akan dia lihat didalam sana.


Ceklek


Archie memutar tubuhnya hendak melihat siapa yang telah membukakan pintu itu untuknya, setelah tadi dia mengetuknya sebanyak tiga kali.


“Selamat pagi no…Tuan, tuan Charlie sedang menunggu anda dan nona di meja makan” Hampir saja Archie salah dalam menyebut orang yang telah membukakan pintu itu untuknya, dia mengira Ellena lah yang akan membukanya.


“Katakan pada ayahku, kami tidak akan sarapan bersama dengannya pagi ini…Ellena masih tidur” Harley mengintip Ellena dengan menoleh ke arahnya sekilas, khawatir gadis itu akan terbangun karena mendengar percakapan mereka.


“Apakah tuan ingin saya membawa makanannya ke kamar?” Archie buru-buru bertanya sebelum anak majikannya itu kembali memasuki kamarnya.


“Iya, sebaiknya begitu…Buatkan saja susu hangat dan sandwich telur untuk kami” Harley menutup kembali pintu kamarnya, lalu menghampiri Ellena dan kembali tidur bersamanya.


Hingga satu jam kemudian, pria dingin itu terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. “ Itu pasti Archie” Batinnya, lalu beranjak dari tidurnya perlahan.


Harley tidak mau membangunkan Ellena nya, karena pria itu telah menggempurnya habis-habisan dini hari tadi. Perlahan Harley membukakan pintu dan menerima satu troli penuh makanan dari Archie lalu menutup kembali pintu tersebut.


“Sudah waktunya bangun sayang…” Bisik Harley setelah dia menghampiri Ellena dan duduk ditepian tempat tidur dimana gadis itu terlelap dengan damainya.


“Ngghhhhh…Aku masih ngantuk sayang” Gumam Ellena dengan mata yang tetap tertutup rapat.


“Memangnya perutmu itu tidak lapar hhmmm?” Harley memainkan hidung Ellena dengan hidungnya, lalu mengecup bibir yang masih terlihat sedikit bengkak tersebut.


“No….” Bisik Ellena, lalu kembali terlelap.


“Kalau aku tidak berhasil membangunkan mu, maka yang lain yang akan membangunkan mu sayang…” Harley berbisik nakal di telinga Ellena, hingga gadis itu membuka matanya seketika.


“Aku bangun…Aku bangun…Akkhhh kepalaku” Keluh Ellena sambil memegangi kepalanya. Bangun dengan cara dikejutkan seperti itu pastinya akan membuat kepalanya sakit, apalagi tidurnya tadi sangat nyenyak.

__ADS_1


“Sakit?” Harley mengusap kepala Ellena lalu menciumnya.


“Makanya pelan-pelan bangunnya sayang” Kekeh Harley, lalu menyerahkan segelas susu hangat kepadanya.


Ellena meminum susu hangat tersebut hingga tandas, lalu menyerahkan gelas kosong tersebut kembali pada Harley. Tak bisa dia pungkiri memang dirinya begitu haus dan lapar saat ini.


Harley menerima gelas kosong tersebut, lalu memberikan sepiring sandwich telur kepadanya. “ Habiskan…” Ucapnya dengan lembut.


Pemuda tampan itu pun menikmati sarapan paginya bersama dengan Ellena, dia sangat bahagia karena telah menyadari betapa besar cinta gadis itu untuknya. Mempertaruhkan keselamatannya sendiri demi keluarga besarnya itu merupakan suatu hal yang besar bagi Harley, dan untuk itu lah dirinya semakin bertekad untuk mencintainya dan tidak akan pernah melepaskannya.


Meski usia gadis itu masih terhitung belia dibandingkan dengan usianya saat ini, Tetapi Harley yakin jika Ellena akan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Yaa mungkin masih lama karena pada kenyataanya saat ini tingkah gadis itu masih sangat lugu dan polos sesuai dengan usianya.


Sementara di ruang kerja Charlie


Pria tua tampan itu tengah asik berbincang dengan Rumius dan tim nya melalui alat komunikasi jarak jauh yang ada di mejanya, dia baru saja menerima laporan perkembangan dari kasus yang belum lama ini telah berhasil mereka pecahkan bersama.


Rasa iri dan dengki yang mendalam pada diri Luthor telah berhasil mengubah sesuatu yang baik pada dirinya, dulu sahabatnya ini memiliki sikap yang baik dan dapat Charlie percaya. Tetapi karena merasa iri dengan kehidupan mewah Charlie juga kecemburuannya terhadap pria itu karena Diana telah menjadikan Luthor sosok yang kejam dan licik serta penuh dendam.


Padahal andai saja Luthor mau melihat sisi lain dari hidupnya selama ini, sudah pasti pria itu akan berpikir tujuh kali sebelum menilai sesuatu dan bertindak. Segala kemudahan dan fasilitas mewah yang telah Charlie berikan kepadanya sebagai apresiasi atas kinerjanya yang sangat luar biasa bagus tidak pernah dia nikmati, Luthor bahkan tidak pernah bisa menyadari hal tersebut karena ambisi buta nya.


“Dimana bocah sialan itu Charlie? Kenapa dia tidak ada bersamamu saat ini?” Rumius baru menyadari ketidakhadiran anak angkatnya itu sejak tadi.


“Huh! Kau tidak akan percaya dengan apa yang telah dia lalukan kepada menantuku! Dia melarangnya untuk menemui ku! Kurang ajar sekali kan anakmu itu Rumius?!” Keluh Charlie, bahkan hingga siang hari ini Harley masih menahannya di kamar.


“Dia anakmu Charlie, aku hanya membantumu membesarkannya” Rumius tidak terima dengan tuduhan bos nya kepadanya.


“Tapi dia mewarisi sifat mu yang posesif, benarkan? Kau tak akan bisa mengelak untuk itu”


“Hei…Kau lebih posesif dariku! Kau bahkan melamar menantu mu sendiri untuk anakmu dan menahannya disana”

__ADS_1


“Aku hanya ingin melindunginya, apa salahnya dengan hal itu?”


Mendengar pertikaian antara ayah biologis dan ayah angkat tersebut membuat M meminta kepada tim nya untuk meninggalkan ruangan itu secara diam-diam, wanita berambut cepak itu seperti sedang menyaksikan Harley yang kerap kali berseteru dengan Rumius layaknya anak kecil.


“Tidak ayah, tidak anak…Sama saja” Batin M


M segera kembali ke agensi untuk menjalankan perintah yang telah diberikan oleh Charlie sebelum pemilik agensi itu bertikai tadi, dia harus memastikan para anggota dewan untuk tidak memihak dan tetap berada di wilayah netral demi keberlangsungan agensi.


Charlie pun berpesan agar seluruh anggota dewan segera menunjuk pemimpin baru untuk agensi, sebelum dirinya kembali nanti. Tetap melalui pengeras suara tentunya.


Sementara para gadis, mereka meneruskan aktivitasnya di mansion besar Rumius. Apalagi jika bukan berpesta di kolam renang! Chantal salah satu gadis kesayangan Rumius bahkan mengundang banyak artis pria untuk bergabung dalam pesta tersebut.


Di tempat lain Emir sedang menikmati keheningannya disebuah pondok yang terdapat di puncak bukit di pulau rahasia milik keluarga Charlie, kabin kayu yang dulu telah dia bangun sebelum Charlie mengirimnya ke mansion Rumius ternyata masih dalam keadaan terawat hingga saat ini.


Seluruh kenangan tentang dirinya bersama dengan Diana sang kakak masih terasa didalam kabin kayu tersebut.


“Andai kau masih hidup kak, kau akan melihat sendiri kebahagiaan anakmu Harley saat ini…Dia seperti Charlie yang sangat posesif terhadapmu dan dia mewarisi sikap ayah…” Gumam Emir sambil menatap foto Diana yang sedang tersenyum manis dan mengusapnya.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2