
M terpaksa meninggalkan rapat pentingnya ketika ponselnya tiba-tiba bergetar karena seseorang telah memberikan pesan singkat kepadanya, sebuah pesan singkat yang mengatakan bahwa John alias 01 telah ditemukan dalam keadaan linglung disebuah penginapan di ujung perbatasan kota.
Setibanya M beserta dua orang agen nya di penginapan tersebut, mereka bergegas menuju kamar nomor 13 dimana John berada saat ini.
Sebulan setelah peristiwa penangkapan 02, John dinyatakan hilang dan hari ini pria yang pernah menjabat sebagai pimpinan tertinggi di agensi itu ditemukan dalam keadaan linglung.
"Batman! Dia sedang mengincar ku!"
Lagi-lagi M mendengar salah satu tokoh superhero disebutkan, jika 02 mengatakan bahwa Hawkeye yang telah memanah telapak tangannya dan Black Widow telah membunuh Alejandro kini John berkata kalau Batman sedang mengincarnya.
Belum lagi keterangan yang dia dapatkan dari para agen nakal dan anak buah Alejandro, ada yang mengatakan bahwa mereka telah diserang oleh Superman, Spiderman, Hulk, Aquaman dan masih banyak lagi.
"Omong kosong apa lagi ini?! Bawa dia!" Titah wanita itu kepada dua agennya.
Hanya satu orang yang bisa memberikan keterangan atas peristiwa menggelikan yang telah terjadi, dan M berencana untuk menemui pria tersebut dalam waktu dekat. Tetapi M terlebih dahulu harus membuktikan keterkaitan 01 dan 02 dengan semua peristiwa yang terjadi 10 tahun yang lalu.
"Andai aku bisa berbicara dengan Charlie, seperti halnya Rumius dengan pria itu mungkin aku bisa menemukan benang merahnya" Gumam M setelah dia menempatkan 01 ke sebuah ruangan khusus.
Tim medis agensi akan memantau perkembangan 01 selama kasus ini dibuka dan penyelidikan berlangsung.
Sementara di mansion Rumius, dia dan Harley serta Emir tengah berada di ruangan kerja Rumius. Sesuai dengan janjinya pria tua tampan itu akan menceritakan sebuah rahasia besar kepada Harley.
"Sudah waktunya aku memberitahumu tentang sebuah rahasia menyangkut siapa kedua orang tua kandung mu Harley" Ucap Rumius, dia membuka pintu ruangannya untuk seorang pria paruh baya berjas putih yang begitu berkarisma.
"Apa maksudnya ini?!" Harley beranjak dari duduknya, dia bermaksud untuk meninggalkan ruangan itu jika saja Emir tidak menahannya.
"Dengarkan aku dulu nak, untuk kali ini saja" Pinta Rumius, lalu mengenalkan pria yang memasuki ruangan itu kepada Harley dan Emir.
Dan pada saat pria tersebut memanggil nama Harley, seketika pemuda dingin dan tampan itu terdiam. Harley sangat mengenali suara tersebut, suara milik seseorang yang selalu dia dengar melalui pengeras suara ketika rapat anggota dewan berlangsung.
__ADS_1
"Maafkan aku karena harus melakukan hal ini kepada mu" Ucap Charlie
"Ibumu Diana meninggal tak lama setelah kau lahir ke dunia ini, ibumu adalah wanita paling hebat yang pernah aku kenal selama hidupku nak" Charlie menghela nafasnya.
Ingin rasanya Harley pergi dari ruangan itu, dia tidak tahan mendengar ocehan orang tua yang baru saja ditemuinya ini. Saat ini pria dingin itu hanya ingin berada didalam pelukan Ellena, hanya gadis itu yang selalu berhasil membuat hatinya tenang.
Ternyata Diana adalah kakak kandung dari Emir, pantas saja pria ramah tapi sadis itu selalu memerhatikan dirinya meski dari kejauhan pikir Harley.
Charlie terpaksa memberikan Harley kepada Rumius, agen yang paling dia percayai. Saat itupun Rumius masih berstatus sebagai suami, jadi Charlie merasa tenang jika anak semata wayangnya dapat tubuh dengan kasih sayang dari seorang ayah dan ibu.
"Seseorang telah menaruh racun kedalam obat yang diminum oleh ibumu Harley, dan aku yakin jika aku tidak memberikan dirimu kepada Rumius maka kau pun akan mati malam itu"
Harley terdiam seketika, baru saja dia merasa tugasnya telah selesai dan memutuskan akan melanjutkan hidupnya bersama dengan Ellena, ternyata hal itu pun harus dia urungkan karena kenyataan yang baru saja dia terima.
"Kalian para agen hebat, kenapa hingga saat ini kalian belum juga menemukan siapa pembunuh nya?!" Harley mendengus kesal, apa saja yang selama ini telah mereka perbuat pikirnya.
"Ini tidak semudah yang kamu bayangkan Harley, kasus agensi yang melibatkan agen 01 dan 02 hanya sebatas propaganda yang diciptakan oleh mereka" Charlie berbicara sambil menyerahkan sebuah map kepadanya.
"Saat ini mereka telah meyakini kematian kita, dan itu adalah satu keuntungan besar untuk kita menghabisi mereka" Sambung Rumius, lalu menepuk pundak Harley.
Harley menatap satu demi satu foto milik Diana, sekilas wanita itu mirip dengan dirinya juga Ellena. Dan andaikan wanita itu masih hidup pasti dia akan menyukai gadis itu, apalagi Charlie bilang bahwa sang ibu gemar sekali memasak. Salah satu kesamaan yang dimiliki oleh Ellena nya.
" Kapan kita akan menghabisi mereka?" Harley menaruh kembali foto-foto tersebut kedalam amplopnya.
" Tunggu sebentar lagi, saat ini biarkan 01 dan 02 disana dengan itu mereka akan muncul dengan sendirinya" Jawab Charlie, lalu tersenyum saat memandangi wajah sang anak yang sekilas mirip dengan mendiang istri tercintanya.
.
.
__ADS_1
"Elle... Sebentar lagi aku akan mengirim mu ketempat yang jauh.." Harley mendekatkan keningnya ke kening gadis itu.
"No Harley, aku tidak mau pergi...Apa yang terjadi?!" Ellena menggelengkan kepalanya, dan saat dia akan menjauh dirinya dari pemuda tampan itu, secepat kilat Harley menahannya.
"Dengarkan aku sayang, ini demi kebaikanmu dan aku berjanji ini hanya sebentar saja" Harley menatap manik indah milik Ellena, lalu tersenyum tipis.
"Aku baru saja bertemu dengan ayah kandung ku, dia mengatakan bahwa seseorang telah meracuni ibu kandung ku" Lanjut nya, lalu memejamkan matanya.
"Jadi...Kamu akan mencari siapa pembunuh ibumu? Bukankan selama ini aku selalu berada di samping mu ketika kalian menyelesaikan misi kalian? Kenapa sekarang....
" Kali ini akan sangat berbeda Elle, mereka bukan musuh yang biasa kami hadapi....Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya " Jawab Harley.
Pemuda tampan nan dingin itu tidak bisa membayangkan jika peristiwa Diana akan terulang kembali kepada Ellena, dan dia sangat yakin jika dirinya tidak akan setangguh sang ayah dalam menghadapi kematian istri tercintanya.
Harley mungkin akan mempertaruhkan nyawanya sendiri saat berhadapan dengan orang yang telah berani membunuh Ellena jika hal itu sampai terjadi.
"Aku takut Harley...Aku takut kau tidak datang untuk menjemput ku nanti" Isak Ellena, tanpa berani menatap wajah lelakinya.
"Tunggu aku Elle, aku pasti akan menjemputmu...Kau adalah alasan bagiku untuk tetap hidup dan kembali pulang..."
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊
__ADS_1
Happy reading 😘🤗