
" Tuan Bernard, nona Moon dan nona Sky sudah menunggu anda diruang rapat " Sang sekertaris memasuki ruangan, seraya menyodorkan berkas yang akan Bern bahas dengan kedua wanita cantik tadi.
" Oke Anita, terimakasih " Ucapnya dan menerima berkas yang diberikan oleh sang sekertaris lalu mengikuti langkah kakinya yang menuntunnya menuju ruang rapat dimana kedua wanita tadi telah menunggu nya.
" Selamat siang nona-nona, maaf telah membuat anda berdua menunggu..." Ucapnya lalu meraih kedua tangan wanita tersebut dan mengecup punggung tangannya satu per satu.
" Anda sangat baik sekali tuan Bern..." Ucap nona Sky, wanita berambut pirang dan panjang serta memiliki bibir yang sangat sensual.
" Silahkan duduk nona-nona, kalian tidak perlu sungkan " Pintanya, dia pun berjalan mengitari keduanya untuk menduduki kursi kebesaran nya.
" Maaf sebelumnya tuan, tapi kolega anda tuan Robinson menawarkan harga yang lebih murah kepada kami, beliau juga menambahkan jaminan orgininalitas produk nya " Ujar nona Moon, wanita berambut panjang dan hitam itu menyodorkan sebuah map berisi berkas pengajuan yang diberikan oleh salah satu kolega Bernard itu.
" Benarkah?" Tanya Bernard, lalu membuka berkas yang diberikan oleh nona Moon dan membacanya satu per satu.
" Kurang ajar! Rupanya si brengsek itu bermain-main dibelakang ku!" Batin Bernard.
" Well nona-nona, bagaimana jika saya berikan harga yang sama tetapi dengan jaminan yang lebih dari ini " Ujar Bernard, lalu menuliskan jaminan yang akan dia berikan kepada kedua wanita cantik itu.
Garansi seumur hidup.
Tentu saja hal itu disambut baik oleh nona Moon dan nona Sky, bagaimana pun bagi seorang pebisnis keuntungan dalam bentuk apapun akan sangat dipertimbangkan dengan baik.
" Tetapi bagaimana dengan rekan anda tuan Robinson tuan Bern?" Tanya nona Sky khawatir.
" Nona-nona tidak usah mengkhawatirkan hal tersebut, karena itu merupakan salah satu jaminan yang akan saya berikan kepada kalian " Jawab Bern, lalu tersenyum kepada kedua wanita cantik yang ada dihadapannya. Dua wanita yang telah membuat jiwa kejantanannya tertantang sejak kedatangan dirinya kedalam ruangan tersebut.
Bernard menghubungi salah satu pengawal pribadi nya tepat setelah Moon dan Sky meninggalkan ruangan meeting tersebut, meminta sang pengawal untuk menyampaikan pesan kepada koleganya Robinson.
" Tidak akan ada yang lolos dari pengawasan seorang Bernard Ingram!" Ujar Bern pada dirinya sendiri seraya mengepalkan tangannya.
Sementara di ruangan pribadi Robinson, disebuah club house yang tak jauh dari tempat perjudian milik Bern.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
" Aaahhh!!! Apa yang kalian lakukan!!???" Pekik Robinson, sambil menahan sakit di ulu hatinya akibat hantaman telak bogem mentah pengawal pribadi Bernard Ingram.
" Aku hanya menyampaikan pesan dari tuan Bern " Jawabnya, sedikit terengah-engah merasakan lelah sehabis memberikan pelajaran kepada pria angkuh yang dianggap telah mengkhianati majikan nya Bernard.
__ADS_1
" Apa salahku brengsek!" Teriaknya, dia tidak terima dengan perlakuan semena-mena dari pengawal pribadi koleganya itu tanpa tahu alasan sebenarnya.
Robinson sudah memerintahkan anak buahnya untuk memberikan perlawanan, tapi apa mau dikata mereka kalah jumlah, dan merekapun bersenjata lengkap.
Srash!
Pria bengis bertato itupun melemparkan salinan berkas pengajuan yang dia berikan kepada dua orang wanita yang belum lama ini ditemuinya di club.
" Ini...!" Ucapnya, Robinson mulai gusar setelah melihat kertas-kertas yang berserakan dihadapannya. Kertas berlogo kan bisnis rahasianya.
" Aku bisa menjelaskan tentang ini, katakan pada Bernard aku akan menemuinya nanti malam..." Lanjutnya.
" Kurang ajar wanita-wanita itu..." Batin Robinson.
Sementara ditempat yang lain yang masih di kota itu.
Seorang gadis tengah asik berkumpul dengan teman-teman sebayanya di taman sekolah usai jam pelajaran sekolah nya, dia terlihat begitu periang dan sesekali tertawa terbahak-bahak bersama mereka.
Tak lama sebuah mobil sedan menepi, bersamaan dengan itu sang gadis pun berpamitan kepada teman-teman nya dan bergerak memasuki mobil tersebut
" Daddy kemana mom? Kok gak jemput?" Tanya gadis cantik berambut cokelat itu, sambil memasang seat belt nya.
" Daddy mu sedang sibuk sayang, maaf dia tidak bisa menjemput mu " Jawab sang mommy, lalu perlahan mengarahkan laju mobilnya meninggalkan gedung sekolah tersebut.
" Sebenarnya bisnis daddy itu apa sih mom?" Lanjut nya.
Sementara mereka asik berbincang, tanpa mereka sadari sebuah mobil van berwarna putih tengah mengikuti mobil yang mereka tumpangi. Hingga lima belas menit kemudian saat mobil mereka berbelok dan memasuki pelataran rumah, mobil van putih tersebut berbelok dan memasuki pelataran rumah diseberang rumah tersebut.
" Hmmm... Sepertinya mereka tidak pernah tahu..." Batin seorang pria berwajah tampan berambut gondrong dan berjenggot lalu keluar dari dalam mobilnya memasuki rumah yang belum lama dia tempati.
Malam harinya di ruangan pribadi Bernard.
" Aku bisa menjelaskan semua ini Bern " Ucap Robinson, tetapi temannya itu sudah tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari Robinson.
Dor!
Dor!
Dua tembakan maut tepat mengenai kening pria bertubuh tinggi besar berkulit coklat itu, hingga membuat jiwanya melayang seketika.
" Tidak ada yang boleh mengkhianati Bernard Ingram " Ujar pria bengis itu dingin dan datar.
__ADS_1
" Ambil alih bisnisnya " Lanjutnya...
Keesokan harinya polisi menemukan sesosok mayat tergeletak dipinggir pantai, mayat tersebut sudah dalam keadaan tidak utuh lagi. Bagian tangan dan kaki serta separuh kepalanya sudah habis akibat gigitan binatang buas.
" Robinson Edward, dia ditemukan sudah tidak bernyawa pagi tadi " Ujar M melalui panggilan videonya.
" Kami sedang menyaksikan berita nya di TV M " Ucap Ferrari.
" Apa kami sudah bertemu dengan Lucius Morrison Har?" Tanya M kepada Harley. Pria dingin itu terlihat begitu fokus memandang ke arah luar jendela.
" Belum M, tapi aku sudah membuat janji melalui orang kepercayaannya " Jawab pria yang kini berambut gondrong itu, tanpa menatap layar monitor dimana M berada.
" Good, pastikan mereka bertemu Har "
" Dan untuk kalian, kalian sudah tahu kan apa yang harus dilakukan selanjutnya?" Tanya M kembali pada dua gadis yang sangat piawai dalam hal menyamar tersebut.
" Kami akan segera melakukannya M " Ucap keduanya bersamaan.
" Oke, aku tunggu kalian kembali disini "
M pun mengakhiri sambungan videonya, sementara para gadis langsung memasuki kamar untuk bersiap kembali.
Satu jam kemudian.
" Apa anda sudah siap tuan Drake?" Tanya nona Sky kepada pria tampan berambut gondrong dan berjenggot yang sudah berpenampilan sangat rapi dengan setelan jas mewahnya.
" Let's go ladies..." Ajak tuan Drake kepada dua wanita cantik tersebut sambil menyerahkan kedua lengannya, agar nona Moon dan nona Sky melingkar kan tangannya di sana.
" Kita akan bertemu lagi tuan Lucius Morrison" Batin Harley
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
Mohon maaf othor baru bisa up malam-malam. Siang tadi othor sekolah dulu 😁😁😁
__ADS_1
Happy reading 🤗🤗🤗