HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Memancing Di Air Yang Keruh


__ADS_3

Meski Alejandro sebenarnya bisa saja Caesar lenyap kan dengan mudah saat ini, tetapi pria tua tampan itu menggunakan penjahat yang terkenal licik itu untuk membuat pria yang selama ini diincarnya menjadi kalap.


Ikan jenis apapun tidak akan melewatkan umpan dengan kualitas yang bagus pikir Rumius, meski itu ikan hiu sekalipun. Apalagi jika umpan dan incaran nya tertangkap sekali lemparan sekaligus.


Bak peribahasa sekali lempar dua tiga pulau terlampaui, strategi itulah yang akan digunakan oleh Rumius sebagai jurus pamungkas nya. Terlebih karena batas waktu yang diberikan si pria misterius pemilik Agensi sudah akan mencapai batasnya, pria itu pun mengingatkan Rumius akan janjinya yang lain.


"Sepertinya sudah saatnya dia mengetahui kebenaran nya, semoga bocah tengik itu tidak merajuk nantinya" Ucap Rumius.


Rumius meminta Emir untuk memberitahu agar Alejandro menghubungi 01, pimpinan tertinggi agensi saat ini itu belum juga menemukan siapa pengirim amplop hitam bersegel kepala naga itu hingga saat ini.


"Tentu saja dia tidak akan menemukan siapa pemilik amplop hitam itu sampai kapanpun jika setengah dari anggota agensi adalah agen-agen yang bekerja untuk anda Rumius" Ferrari menggelengkan kepalanya, dirinya juga menjadi salah satu tersangka utama setengah populasi didalam markas rahasia itu membelot.


Markas pusat agensi, pukul 12.00 waktu setempat.


01 terkejut karena layar ponsel nya tiba-tiba menampilkan nomor yang sudah sangat dihafalnya, sang pemilik nomor adalah orang yang telah dia tunggu selama beberapa hari ini.


Satu hal yang tidak dia harapkan adalah, saat ini dirinya sedang menghadiri rapat penting bersama dengan para petinggi agensi.


"Sialan! Kenapa dia menghubungiku disaat seperti ini?!" Batin 01 berkecamuk.


"Jadi, apa anda akan melakukan pembelaan tentang ditemukan nya mayat dari para agen rahasia kita di perairan negara kepulauan H agen 01?" Alpha sebagai pimpinan anggota dewan agensi bertanya kepada pria tersebut dengan wajah tanpa ekspresi nya.


Agensi menerima laporan dari pihak kepolisan setempat tentang ditemukannya 10 orang mayat tanpa identitas di perairan mereka, mereka terpaksa harus menyangkal bahwa para agen tersebut adalah anggota nya.


"Sebagaimana yang sudah saya sebutkan tadi Alpha, mereka bertindak tanpa adanya perintah penugasan jadi itu diluar tanggung jawab saya" Jawab 01.


Dan sesuai dengan grafik pada sistem pendeteksi kebohongan, pria itu dinyatakan jujur dalam mengucapkan kata-katanya.


"Dia sudah sangat terlatih rupanya" Gumam M.


Tetapi meski pria tersebut bisa lolos dari sistem canggih itu, dia tidak akan pernah bisa lolos dari tatapan elang dirinya. M sudah sangat terlatih untuk mengenali ekspresi wajah seseorang, siapa lagi jika bukan Rumius yang menjadi penyebab kepiawaian nya itu.


"Tetapi tidak cukup hebat untuk bisa lolos dari darimu M" Ucap Viper, tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


Hari yang terasa bak neraka bagi 01 itu pun akhirnya berakhir, ketika Alpha mengetukkan palunya setelah pria itu membacakan kesimpulannya dihadapan para peserta rapat. Alpha menyimpulkan bahwa para agen dinyatakan sebagai pembelot, dan mereka akan diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


Secepat kilat pria itu meninggalkan podium menuju ruangannya, dia merogoh saku jasnya untuk melihat kembali layar ponselnya lalu menghubungi Alejandro.


"Berani-beraninya kau menghubungi ku tanpa memberitahu ku terlebih dulu sialan!" Ucap 01 dengan menggunakan bahasa asing, bahasa dari negara Alejandro berasal.


"Tenang kawan, sepertinya kau sangat tegang akhir-akhir ini" Balas Alejandro dengan santainya.


"Temui aku ditempat biasa dengan jam yang sama!" Ucap 01, lalu menekan tombol untuk mengakhiri percakapannya.


01 tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk melenyapkan semua bukti-bukti dari operasi rahasianya, dia sudah menyusun rencana yang sangat bagus untuk hal tersebut malam ini.


Disisi lain M baru saja menerima informasi bahwa Alejandro Sabella akan mengadakan sebuah transaksi besar disebuah dermaga kapal angkut barang, dia dan timnya tengah berkoordinasi untuk melakukan penyergapan malam ini.


"Ini tangkapan besar!" Ucap salah satu dari top agen baru di tim M


"Aku dengar mendiang agen Davidson dan kedua teman wanitanya hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk melumpuhkan ratusan penjahat ketika mereka sedang melakukan aksinya" Seorang pria tampan bertubuh tinggi kekar dan berkulit gelap berkata dengan sedikit berbisik kepada agen disampingnya, sementara M masih melakukan pembagian tugas kepada anggotanya.


"Yeah, aku dengar dia sangat piawai memainkan busur dan anak panahnya" Balas temannya tersebut.


"Agen Wolf, agen Black jika kalian ingin menyampaikan sesuatu silahkan berdiri didepan!" Seru M tanpa melihat ke arah keduanya. Wanita itu masih tetap fokus menatap layar besar dihadapannya.


"Siapa yang anda panggil nyonya agen Wolf?! Apakah aku menikahi majikan mu?" M menoleh sekilas dengan salah satu tangan tetap menyentuh dagunya.


Sontak seisi ruangan tertawa mendengar pertanyaan dari wanita yang akan memimpin mereka, mungkin hingga maut memisahkan!


"Maaf M, saya salah" Ucap Wolf lalu berdiri dan membungkuk lalu duduk kembali.


M lalu menekan sebuah tombol untuk menampilkan tiga foto pada layar besarnya.


"Oke mereka adalah tiga agen terbaik yang pernah ada didalam tim, bahkan di seluruh agensi" M menghela nafasnya sejenak.


"Dan tidak ada yang mustahil bagi kalian untuk bisa lebih hebat dari mereka, camkan itu baik-baik!" Lanjut nya sambil menunjuk semua agen yang duduk di hadapannya.


Bukan hanya M yang sedang melakukan persiapan, ditempat lain pun sekelompok orang tengah melakukan persiapan untuk aksi besar malam nanti.


"Tidak boleh ada bukti yang tertinggal!"

__ADS_1


Sementara itu Alejandro sedang mengumpulkan semua bala tentaranya, dia bahkan menggabungkan kekuatannya dengan klan yang lainnya. Sebut saja pasukan sakit hati, karena mereka adalah orang-orang yang merasa dikhianati oleh para agen nakal itu.


Diam-diam penjahat licik itu menghubungi mereka dan mengajak mereka untuk melakukan aksi balas dendam nya malam nanti.


"Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan senjata-senjata ini" Ucap Alejandro dengan bangganya.


Alejandro benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, dia bahkan berhasil mendapatkan persenjataan canggih dari Caesar. Dia tidak lagi mempercayai agen sialan itu yang mengatakan bahwa mereka hanya akan bertemu empat mata saja.


Lain halnya dengan apa yang terjadi di mansion Rumius, alih-alih mempersiapkan senjata canggih dan memaparkan strategi seperti biasanya. Pria itu meminta Ferrari dan Chopper untuk menyuruh para gadisnya untuk mengenakan kostum superhero!


"Kamu tidak sedang bercanda kan pak tua?!" Keluh Harley saat Emir memberinya kostum Hawk Eye.


"Apa kamu mau aku berikan kostum Robin Hood bocah sialan?!" Balas Rumius sambil tertawa.


Mau tidak mau Harley pun mengambil kostum tersebut dari tangan Emir, dan bergegas menuju kamarnya. Entah apa yang ada di otak pria tua sialan itu pikir Harley, ini bukan saatnya bermain-main batinnya.


Saat pria dingin dan tampan itu membuka pintu kamarnya, penampilan seorang gadis yang dikenalnya begitu menusuk bola matanya.


"Kau tidak akan pergi kemanapun dengan pakaian itu Elle!"


Kesal? Iya!


Pasalnya gadis kecilnya itu mengenakan kostum Wonder Woman! Dan tidak mungkin Harley sudi jika ada pria lain yang ikut menikmati keindahan tubuh gadis kecilnya itu.


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊


Happy reading 😘🤗

__ADS_1


__ADS_2