HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Caesar


__ADS_3

Satu jam sebelumnya


Berbicara tentang strategi jitu atau jurus pamungkas maka Rumius lah ahlinya, pria tua yang memang terkenal dengan kepiawaiannya membuat musuh lengah itu tidak salah jika dulu agensi menunjuknya menjadi pimpinan tertinggi disana dalam kurun waktu dua dekade.


Bahkan selama itu pula agensi rahasia elit ini mencapai puncak keemasannya.


“Jangan gila Rumius! Kau tahu benar kalau aku tidak akan membiarkan Ellena ku terlibat dalam masalah ini!” Ujar Harley, pria dingin tapi tampan ini keberatan ketika Rumius menyebutkan bahwa Ellena akan menjadi umpan untuk memancing dalang dari pelaku penculikan kedua orang tua Marilyn.


“Dengarkan aku dulu bocah sialan! Otakmu itu mendadak macet setiap kali aku menyebut nama gadis kecilmu itu!” Keluh Rumius, lalu meneruskan kembali pemaparannya.


Rumius menugaskan dua orang agen wanitanya untuk menyamar sebagai Marilyn dan Ellena dengan menggunakan alat ciptaan Viper, dan menggantikan posisi mereka di kediaman Harley.


Urusan menyebarkan rumor tentang diketemukannya seorang gadis dalam keadaan tak sadarkan diri di dekat sebuah cafe sudah sukses dengan sendirinya tanpa harus bersusah payah, budaya lokal yang memang masih memegang teguh kedekatan antara sesama penduduk disana memudahkan Rumius untuk melancarkan strateginya yang satu ini.


Sementara kedua gadisnya menggantikan Ellena dan Marilyn, Harley menempatkan keduanya disebuah villa tak jauh dari kediaman Rumius dengan dalih agar gadis itu aman dari para penjahat yang masih berkeliaran mencari keberadaannya. Setelah itu dia dan timnya bergerak menempati posisinya di kediaman nya.


.


.


“Kita bertemu lagi nona manis, dan kali ini kau tak lagi sendirian” Kekeh Jason, sambil mengangkat wajah kedua gadis itu dengan dua tangannya.


“Kau tak perlu khawatir, jika calon mertuamu itu benar-benar kaya seperti yang dikatakan orang-orang maka uang tebusan yang kami minta tidak akan begitu memberatkan dirinya kan?” Jason mengedipkan sebelah matanya kearah Ellena.


Laki-laki kurang ajar itu tertawa terbahak-bahak saat keduanya berusaha untuk memberontak, sementara kaki dan tangan mereka sudah dalam keadaan terikat dan mulut merekapun tertutup kain.


“Persis satu jam lagi dari sekarang, jika dia memberikan uangnya kepada kami maka nyawamu akan selamat nona manis” Kekeh Jason kepada Ellena, sementara Marilyn mulai menangis karena sebelumnya Jason mengatakan bahwa transaksi yang dia lakukan sebelumnya adalah transaksi palsu. Dan kali ini nyawanya benar-benar sedang terancam.


Melalui layar monitor Jason bisa melihat ada sebuah mobil mewah tengah mendekati markasnya, seorang penjaga membukakan pintu gerbang otomatis itu untuknya setelah pria itu memeriksa identitas pria yang mengendarai mobil tersebut bersama dengan penumpangnya.


“Hello tuan Caesar Rossneft, senang akhirnya bisa bertemu langsung dengan anda” Sapa Jason sambil mengulurkan tangannya kepada sang milyuner yang terkenal begitu misterius tersebut.

__ADS_1


Jason bergegas keluar dari ruangan dimana dia menyekap Ellena dan Marilyn, tak lupa dia merapikan pakaiannya terlebih dulu sebelum pada akhirnya dia menemui pria yang dijuluki sang Milyuner misterius tersebut.


Menurut kabar yang beredar hanya beberapa orang saja yang bisa bertemu langsung dengan pengusaha migas dunia itu, dan jika dirinya berada dihadapan Jason saat ini itu artinya pemikiran Jason memang benar tentang betapa berharganya gadis itu bagi pria ini.


Caesar hanya menatap Jason tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya, hanya sang sopir yang menjawab sapaan dan menyambut uluran tangan Jason mewakili dirinya. Itupun sang sopir langsung bisa menerka siapa Jason sebenarnya disana.


“Tuan Caesar hanya ingin berbicara dengan bos anda tuan Jason” Lanjutnya, lalu kembali ke posisi awalnya berdiri satu langkah dibelakang Caesar.


 Ingin rasanya Jason menembak mati dua pria arogan dihadapannya saat ini, tetapi demi keberhasilan rencananya maka pria itupun terpaksa harus menahan emosinya.


Tap…Tap…Tap…


“Tuan Caesar, senang berjumpa dengan anda” Seorang pria paruh baya bertubuh tinggi tegap dengan setelan jas hitam membalut tubuhnya berjalan menghampiri Caesar lalu mengulurkan tangannya.


Dua orang pria berpakaian serba hitam mengekor dibelakang pria yang Caesar sudah bisa duga adalah sang bos besar, pria paruh baya itupun menyambut uluran tangan pria itu dengan senyuman tipis terlukis diwajahnya.


“Saya Alexander Rudolf” Lanjutnya, lalu mempersilahkan Caesar untuk duduk di sofa yang telah dia sediakan di ruangan yang mirip dengan hangar pesawat tersebut.


Caesar hanya mengangguk pelan tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya, hanya tatapan mata tajamnya yang menyiratkan betapa dia ingin segera menyelesaikan urusan yang remeh ini menurutnya.


Dia sedang membaca profil lelaki paruh baya yang terkenal dengan ke-misteriusan nya itu, tak banyak yang bisa dia dapatkan melalui media manapun dia mencarinya. Lelaki itu bagaikan hantu pikir Alex.


“Saya hanya menepati janji saya” Ucapnya singkat, lalu menanyakan keberadaan calon menantunya.


“Anda bahkan tidak mengajak serta anak kesayangan anda tuan” Kembali Alex terkekeh, benar-benar pria yang sangat bodoh atau memang sesuai dengan kredibilitasnya yang sudah sangat terkenal itu pikirnya.


Alex memerintahkan Jason untuk membawa Ellena kehadapan nya saat ini, dia juga meminta pria itu untuk membawa serta Marilyn.


Penjahat licik itu begitu ingin memperlihatkan kehebatannya dihadapan rival barunya saat ini, dia bermaksud untuk menyiksa gadis itu dihadapan Caesar saat itu juga.


Sudah saatnya gadis itu mengetahui kebenarannya pikir Alex.

__ADS_1


Tak lama berselang Jason beserta anak buahnya membawa kedua gadis tersebut kehadapan Caesar dan pengawal pribadinya, mereka bahkan sedikit memberikan perlakuan kasar kepada Ellena dan Marilyn ketika sedang menggiring mereka kehadapan pria misterius itu.


“Daddy?!!” Pekik Marilyn ketika dia melihat sosok pria yang dikenalnya.


“Maaf nona manis, dia bukan daddy mu” Jason mendorong tubuh Marilyn hingga gadis itu tersungkur. Beruntung pengawal pribadi Caesar menahannya, jika tidak sudah pasti kepala gadis itu akan langsung membentur lantai.


“Jangan sentuh dia!” Ucap Alex, lalu menodongkan senjatanya kearah pengawal pribadi Caesar.


“Biarkan dia Emir” Titah Caesar, tanpa melepaskan tatapan mata elangnya dari Alex.


Brak!


Caesar melemparkan tas besar berisi uang yang diminta oleh Alex melalui Jason sebagai alat untuk menukar Ellena, Jason langsung meraih tas tersebut dan membukanya. Disana dia bisa melihat bergepok-gepok uang kertas baru memenuhi tas tersebut.


“Sepertinya uang sebanyak itu tidak akan berpengaruh apapun terhadap bisnismu tuan Caesar” Alex mulai memperlihatkan sifat aslinya.


“Hati-hati tuan Alex, keserakahan akan membunuh anda” Ucap Caesar dengan senyuman tipis yang menyayat hati siapapun yang melihatnya.


“Sepertinya yang harus berhati-hati disini itu anda tuan Caesar, anda sedang tidak dalam posisi untuk memperingatkan saya saat ini” Balas Alex, lalu mulai memainkan senjatanya diwajah Ellena dan Marilyn.


“Anda benar tuan Alexander Rudolf, atau mungkin Alehandro Macanno…Owh bukan, Emir apa kamu bisa menyebutkan nama-nama yang pernah dia pakai?” Caesar semakin menajamkan tatapannya sambil tersenyum tipis.


“Kau!”


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading & sampai bertemu besok


__ADS_2