HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Tragedi Burung


__ADS_3

“Aki-aki peot gak punya akhlak!” Pemuda dingin itu mengeratkan rahangnya saat mengutuk perbuatan Rumius kepada Ellena ketika dirinya menarik tali busur untuk meluncurkan anak-anak panahnya.


Dia dan beberapa anak buah terbaik Rumius secara diam-diam menghabisi anak buah Aleksei yang diketuai oleh Dimitri yang sedang berusaha untuk merangsak masuk kedalam gedung rahasia tersebut.


“Aaakkhhh! Kurang ajar!” Lagi-lagi Harley mengutuk pria tua itu saat dirinya merasakan linu dan pegal pada senjata saktinya, tetapi hal itu tidak membuat target incarannya terbebas dari bidikan anak panahnya.


Harley dan tim barunya mendapatkan bantuan dari tim Ferrari yang juga menembaki musuh dari tempat tersembunyi.


Pria sedingin es itu bersyukur jika dirinya datang disaat yang tepat, dia dan tim nya mendengar suara dentuman bom sesaat setelah menempati posisinya lalu mulai melancarkan serangannya.


Tak lama setelah mereka berada di sana, gedung itu pun mulai memperlihatkan tanda-tanda bahwa sistem di sana sudah mulai pulih kembali.


“Chopper, dia milikmu!” Seru Ferrari melalui alat komunikasinya, setelah dia membukakan jalan bagi sahabatnya itu untuk menghabisi orang yang telah membantu Peter untuk pergi dari sana.


“Jadi ini yang dilakukan seorang agen terbaik?” Ucap Chopper setelah berhasil menghadang dua orang yang sedang berusaha untuk lari melalui lorong rahasia untuk keluar dari gedung itu.


Sleb!


Sleb!


Tanpa ampun dia melemparkan pisau-pisau kecilnya ke arah mereka, dia juga berhasil menghalau peluru yang ditembakkan oleh wanita itu hingga terpantul dari pedangnya dan mengarah kembali ke tubuh Danny dan langsung membuat keduanya tewas seketika.


Sayang ketika Chopper memeriksa mayat keduanya, ternyata salah satu dari mereka tengah menggunakan alat penyamaran canggih ciptaan Viper. Chopper hanya berhasil menghabisi Danny, dia tidak tahu dimana Peter saat ini.


Chopper pun menghubungi M untuk memberitahukan hal tersebut, lalu bergabung kembali dengan teman-temannya setelah dia memenggal kepala Danny. Dia harus memastikan dengan benar bahwa wanita itu tidak akan lagi muncul secara tiba-tiba dimasa yang akan datang.


Sementara disisi yang lain 02 tengah terlibat baku hantam dengan Dimitri, dua-duanya memang petarung yang handal tetapi sayangnya pengawal pribadi Aleksei itu lebih tangguh sehingga berhasil melumpuhkan orang nomor dua di agensinya tersebut. Untungnya Harley berhasil menembakkan anak panahnya hingga menembus leher pria itu.


Pada akhirnya pertarungan dimenangkan oleh pihak agensi, meski mereka kehilangan Peter saat tengah terjadi kericuhan di sana. Dan pada saat mereka mengumpulkan para korban, mereka pun kehilangan mayat Dimitri.


“Ini pekerjaan rumahmu M, kau dan tim mu harus menuntaskan masalah ini” Ucap 01, disela-sela kesibukan mereka membereskan kekacauan yang sudah terjadi.

__ADS_1


Sementara jauh di sebuah kota kecil di negara R, tepatnya di sebuah reruntuhan kota yang sudah ditinggal lama oleh para penduduknya tiga jam setelah kejadian. Feliks Grigori tengah menangisi mayat Aleksei dan tubuh Dimitri yang tengah dalam keadaan koma.


Para ilmuwan dibantu oleh tim medis bahu membahu berusaha untuk menyelamatkan Dimitri, pengasuh sekaligus pengawal pribadi Feliks dan ayahnya Aleksei.


Kedatangan Feliks di kediamannya satu jam sebelumnya sudah sangat terlambat, dia harus membawa tubuh Dimitri yang terluka secara diam-diam agar tidak diketahui oleh orang-orang dari agensi. Sayangnya ketika mereka berhasil tiba di sana, mansion tersebut sudah dalam keadaan hancur dan dia menemukan Aleksei diantara reruntuhan dengan tiga anak panah menembus bagian-bagian tubuhnya.


“Kau akan membayar semuanya Harley dan kau juga Rumius!”


Lima hari setelah kejadian menegangkan tersebut.


Rumius tidak mengijinkan Harley untuk membawa pergi Ellena dari kediamannya, meski anak angkatnya itu sudah membujuknya dengan ribuan cara.


“Kau pergilah, biarkan dia disini menemaniku” Ucapnya tanpa beban


Tidak mungkin Harley akan membiarkan Ellena di sana tanpa dirinya, bisa-bisa pria tua kurang ajar itu akan meracuni pikirannya dan membuat Ellena berubah menjadi wanita aneh nantinya.


Dia tidak rela jika kepolosan Ellena akan ternoda oleh pemikiran-pemikiran buruk Rumius, maka dengan sangat terpaksa Harley pun memutuskan untuk tinggal di sana.


Bukan tanpa alasan Rumius menahan mereka di sana, selain masakan gadis itu yang ternyata sangat lezat dirinya belum merasa tenang selama Feliks Grigori belum jelas keberadaanya.


Dia sangat yakin jika bocah itu bukanlah anak kandungnya, karena selama dirinya menikah dengan mantan istrinya waktu itu, Rumius tengah bertarung dengan masalah pada senjata saktinya. Saat itu dokter memvonisnya dengan penyakit Balanitis, yakni peradangan kelenjar atau kepala alat vital pria. Penyakit ini menyerang pria-pria yang tidak atau belum disunat.


“Aku saja baru disunat sebelum kami bercerai, dan dia sudah dinyatakan hamil sebelum itu” Batin Rumius.


Mendengar cerita Rumius tentang masalah pada senjata saktinya sedikit banyak telah membuat Harley was-was, beberapa kali dia menatap junior gagahnya itu saat tengah mandi bahkan sesekali mengajaknya bicara.


“Kalau kamu aku sunat, kamu masih oke kan nanti?”Ucapnya, dan sang junior hanya bisa mengangguk-angguk.


.


.

__ADS_1


“Bocah tengik! Udara disini itu panas, seharusnya es batu mu itu sudah mencair sejak kemarin!” Seru Rumius, pria tua itu menghampiri Harley yang terlihat sedang termenung sambil menatap bentangan laut dihadapannya.


Rumius kesal setelah mendengarkan keluhan Ellena saat dirinya bertanya apa yang telah membuat gadis itu murung beberapa hari ini, dia sudah bisa mengira jika mahluk kutub utara itulah yang pasti menjadi tersangka utamanya.


“Apa maksudmu aki-aki peot?!”Harley juga kesal karena tiba-tiba saja ayah angkatnya itu mengejeknya.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada Ellena? Gadis itu murung selama beberapa hari ini! Apa aku harus mengulang kejadian waktu itu hah?!” Rumius berkacak pinggang, lalu melipat kedua tangannya di dada.


“Jangan coba-coba kakek tua, atau akan aku habisi burung tua mu itu!” Bentak Harley sambil mengarahkan telunjuknya pada benda berharga milik pria tua itu.


Keesokan harinya.


“Rumiuuuuuusss!!!! kau bilang tidak sakit!” Seru Harley dari dalam kamarnya, sementara si kakek tua itu tertawa terbahak-bahak di kolam renangnya diantara para gadis. Dan Ellena tengah asik berjemur.


Andai Harley tahu rasanya sesakit ini dia pasti akan mengurungkan niatnya untuk pergi ke dokter bedah untuk melakukan sunat, dia menyesal karena telah mempercayai perkataan kakek tua itu yang mengatakan bahwa rasanya hanya seperti disengat lebah.


Harley juga terkejut melihat luka pada senjata saktinya, tidak mungkin akan sembuh dalam waktu satu hari seperti yang dikatakan oleh Rumius malam itu.


“Aku akan membalas perbuatan mu kakek tua! Lihat saja nanti!” Gumam Harley saat dirinya beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.


“AAAAAAAAAAAHHHHHH…!!!!”


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah…

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2