
Jauh ditempat yang lain pengacara Kim sedang melaporkan aksi pencurian tas nya, seseorang telah mengambil tas berisi ponsel beserta barang berharga lainnya saat dirinya sedang menghadiri sebuah pameran foto di kota nya.
Sementara itu disebuah lorong dua orang pria tengah menerima satu amplop tebal berisi uang atas kepiawaian mereka mengambil tas mahal milik seorang pengacara kondang dalam sebuah acara besar tak jauh dari posisi mereka saat ini.
"Kau boleh menghubungi kami kembali jika sedang membutuhkan jasa kami kawan!" Kekeh salah satu dari mereka, lalu berlalu dari hadapan pria berjas hitam yang tersenyum tipis kepada keduanya.
Pria kaku itupun merogoh saku jasnya dan kembali tersenyum karena ponsel miliknya ikut raib bersamaan dengan hilangnya kedua orang pencopet tadi.
"Setidaknya aku akan mengetahui langsung posisi kalian dimana setiap harinya" Kekeh nya, lalu pergi meninggalkan lorong itu menuju mobilnya.
"Misi sudah berhasil dilaksanakan" Ucapnya, setelah dia memasuki mobilnya.
Berbeda dengan Jason, pria itu saat ini sedang berusaha untuk menyelamatkan hidupnya. Pasalnya sang bos besar tengah murka karena transaksi yang dilakukan oleh Marilyn ternyata hanyalah transaksi palsu! Parahnya lagi gadis itu sudah tidak ada lagi didalam ruangan nya.
"Apa kau telah bekerjasama dengan gadis sialan itu hah?!!" Seorang pria paruh baya bertubuh besar berkepala plontos menodongkan senjatanya ke kepala Jason.
"Tidak tuan! Itu sama sekali tidak benar! Aku bersumpah aku tidak tahu tentang hal ini!" Kilah Jason, tubuhnya kini telah dibasahi oleh keringat dingin.
"Aku tidak butuh sumpah mu sialan! Sekarang temukan dia! Jika dalam waktu 24 jam gadis itu tidak kau temukan maka nyawamu yang akan menjadi taruhannya! Kau mengerti?!" Ucapnya sambil menekan moncong senjatanya dikepala Jason.
Jason mengumpulkan pasukannya, dia tidak mau tahu bagaimana caranya agar gadis itu dapat ditemukan. Yang dia pedulikan saat ini adalah bagaimana caranya agar nyawanya bisa terselamatkan dari terjangan timah panas milik laki-laki yang sudah lama menjadi bos besar nya itu.
"Temukan dia dan bawa dia kembali dalam keadaan hidup! Aku tidak perduli jika itu hanya setengah hidup! Kalian mengerti!!" Titah Jason kepada seluruh pengawalnya.
.
.
"Mary...Kau sudah bangun?!" Ellena baru saja memasuki kamarnya untuk membawakan Mary segelas air minum saat gadis itu perlahan membuka mata nya.
"Dimana aku?" Mary mencoba untuk bangkit dari tidurnya.
__ADS_1
"Kau di rumah ku Mary, seseorang telah menemukanmu dalam keadaan pingsan! Beruntung salah satu pelayan cafe tempat kita bertemu waktu itu masih mengenalimu dan menghubungi Tonny" Kilah Ellena, lalu memberikan gelas berisi air minum itu kepada Marilyn.
"Apa yang terjadi Mary? Bukankah aku bilang untuk tetap berada di apartemen mu? Aku juga bilang kan kalau ada apa-apa tolong beritahu aku.." Ellena menatap manik mata Mary, dia bisa menemukan aura ketakutan dan kemarahan di sana.
"Maafkan aku Elle, tapi mereka mengancam ku jika aku berani melaporkan hal ini kepada siapapun mereka akan membunuh kedua orangtuaku..." Isak Mary, lalu memeluk tubuh Ellena dan menangis sejadinya.
"Tonny telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib Mary, dia juga meminta agar kamu tinggal disini untuk sementara waktu" Ujar Ellena sambil mengelus punggung satu-satunya sahabat baiknya tersebut.
"Semua sudah habis Ellena, aku sudah tidak punya apapun lagi, mereka sudah mengambil semuanya.." Isak Mary.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya setelah ini, pasalnya dia sudah menyerahkan semuanya kepada penjahat itu sebelum seseorang menculik nya dari ruangan itu dengan membuat nya tidak sadarkan diri.
"Mary...Kita masih punya impian untuk membuat sebuah butik bukan? Kita bisa memulai nya kapanpun dan di manapun .." Ellena mengurai pelukannya.
"Jika kamu mau, kita bisa memulainya bersama di kota ini nanti" Lanjut Ellena.
"Entahlah Elle, aku tidak tahu lagi..."
Ellena masih ingat dengan makanan kesukaan Marilyn saat dirinya tinggal bersama dengan sahabatnya itu dulu, gadis itu sangat menyukai blueberry cupcake juga cake keju.
Kabar ditemukan nya seorang gadis oleh salah seorang pelayan cafe didekat pembuangan sampah di lorong gedung tersebut telah menyebar ke seluruh kota, bahkan isu dimana sang gadis saat ini pun telah diketahui oleh hampir semua orang di sana.
Hal ini tentunya membuat Jason dan anak buahnya berbahagia karena pada akhirnya mereka tidak usah bersusah payah lagi mencari keberadaan gadis tersebut.
Ellena tengah menikmati cake keju buatannya bersama dengan Marilyn ketika tiba-tiba saja mereka mendengar suara tembakan diluar rumahnya, secepat kilat dia mengajak Mary untuk berlari menuju pintu belakang rumah untuk menyelamatkan diri.
Rumius telah menempatkan banyak pengawal di sekeliling rumah untuk menghadang para penjahat itu agar tidak sampai memasuki rumah, dan Ellena menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari sana bersama dengan Marilyn secepat mungkin.
"Cepat Mary! Motorku ada dihalaman belakang!" Seru Ellena.
Bugh!
__ADS_1
Bugh!
"Bawa mereka! Bos tidak mau ada saksi!" Titah salah seorang dari para penyusup yang berhasil memasuki rumah setelah mematikan sistem keamanan di rumah tersebut.
Mereka berhasil melumpuhkan Mary dan Ellena saat keduanya lengah ketika sedang berlari keluar dari pintu belakang rumah itu.
"Bos! Bukankah gadis ini pacar dari anak milyuner yang terkenal itu??" Salah seorang dari mereka ternyata bisa mengenali wajah Ellena ketika dirinya sedang mengikat tangan gadis tersebut.
"Baguslah, kita bisa mendapatkan bonus besar untuk ini" Kekeh pria yang telah berhasil memukul leher Ellena hingga pingsan.
"Cepat bawa mereka! Kita tidak punya banyak waktu!" Titah seseorang yang baru saja bergabung dengan kedua orang tersebut.
Ellena dan Mary dibawa ke markas rahasia dimana sang bos besar dan Jason juga kedua orang tua Marilyn yang masih dalam keadaan terikat tengah menunggu kedatangan keduanya, kali ini dia tidak akan lagi memberikan kelonggaran kepada gadis itu untuk menyerahkan semua harta milik keluarga nya.
Sang bos besar pun telah di memerintahkan kepada Jason untuk menghubungi sang milyuner untuk meminta uang tebusan untuk calon menantunya, kali ini dirinya sangat yakin akan berhasil mengambil alih posisi tertinggi yang sudah menjadi incarannya selama satu dekade terakhir ini.
"Tidak ada yang tahu persis siapa orang ini, semua informasi yang berkaitan dengan pria ini hanya desas desus dari orang-orang terkenal di kota ini" Gumam Jason.
"Minta kepada pria itu untuk menyerahkan secara langsung uang tebusan nya Jason!" Seru Marcos yang langsung membuyarkan lamunan salah satu asisten kepercayaan nya tersebut.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊🤗🤗😘
Happy reading 😘😘🤗
__ADS_1