
Pada prinsipnya untuk mengenal sejauh mana kita mengenal musuh kita, salah satunya adalah dengan menjadi bagian dari mereka. Atau setidaknya menjadi penyedia dari apapun yang mereka butuhkan.
Bisnis Rumius yang berkembang pesat setelah pria tua itu hengkang dari agensi dan penyamarannya yang sangat sempurna sebagai Caesar telah membuat segala sesuatunya semakin mudah bagi Harley untuk menjalankan misinya.
Terlebih saat ini publik sudah mengenal dirinya sebagai Tonny, anak tunggal dari Caesar seorang pengusaha pertambangan minyak lepas pantai dengan jumlah total aset yang spektakuler dan predikat milyuner yang tersemat padanya.
Harley dan Rumius dengan bantuan Emir dan para gadis tentunya lebih leluasa untuk menjalankan aksinya, bahkan bisa dibilang mereka sudah menang sejak awal. Tetapi meski demikian Harley tidak bisa dengan gegabah menjalankan misinya, dia tetap harus lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan tindakannya.
Terbongkarnya kejahatan agen 01 dan 02 pun telah cukup untuk membuat dalang sebenarnya dari peristiwa kejahatan sepuluh tahun yang lalu itu menjadi lebih waspada lagi, pasalnya kecurigaan mereka atas kematian palsu Rumius muncul. Lagipula siapa lagi yang bisa membuat rencana konyol sekaligus jenius itu selain dirinya kan?
Ada satu momen yang akan mereka gunakan untuk menghabisi para pelaku, yakni momen akbar yang hanya terselenggara setahun sekali saat para pengusaha adidaya berkumpul bersama dalam sebuah jamuan istimewa di atas sebuah kapal pesiar milik seorang sultan dari negeri timur, tepatnya pada sabtu malam 31 Desember 2030.
“Seminggu persiapan aku rasa cukup untuk kita bisa menghabisi mereka” Ucap Rumius kepada Harley dan Emir saat mereka tengah menikmati snack sore mereka di pinggir kolam.
Terkadang Rumius merasa tidak percaya kepada dirinya sendiri yang telah berhasil menjalin hubungan yang sangat harmonis dengan dua mahluk kutub utara dan selatan ini, dirinya bahkan sudah memahami arti kedipan mata mereka atau irama dari udara yang keluar dari hidung atau mulutnya.
Meski sebenarnya dalam hal-hal tertentu mereka terlihat sangat konyol.
“Apa kau sudah memeriksa keadaan gadis itu?” Lanjut Rumius yang sedari tadi hanya mendapatkan jawaban berupa anggukan kepala dari keduanya.
Disisi lain Harley terlihat lebih pendiam semenjak mereka mengungsikan Ellena ke tempat yang aman untuk sementara waktu.
“Bagaimana dengan keadaan ayahmu sekarang?” Rumius melanjutkan pertanyaannya.
“Orang tua itu pasti baik-baik saja sekarang, apalagi saat ini pastinya Ellena sedang memanjakan lidahnya dengan masakan lezatnya” Jawab Harley, terdengar tidak rela dengan ucapannya sendiri.
Tak ada yang mengetahui persis keberadaan mereka saat ini, atau dimana selama ini Charlie berada. Orang tua sialan itu bahkan menggunakan sebuah pesawat siluman saat datang dan pergi dari mansion Rumius.
“Setidaknya mereka dalam situasi yang sangat aman Harley” Ucap Emir dengan mata yang tertutup.
“Sebaiknya kita bersiap-siap” Lanjut Emir, pria sedingin es itu beranjak dari duduknya yang nyaman menuju ruangan Rumius diikuti oleh Harley dan pria tua itu.
__ADS_1
Permintaan pasar yang tinggi akan bahan bakar non fosil hasil ciptaan para ilmuwan Rumius dan cara pria tua itu memonopoli nya telah berhasil menggiring para pelaku ke lingkaran yang diciptakan oleh mereka tanpa sedikitpun rasa curiga dari musuh.
Atau mungkin mereka bahkan tidak akan menyadari dengan siapa sebenarnya mereka berurusan.
“Selamat malam tuan Emir…” Seorang pria berparas tampan dengan jambang menghiasi rahang tegasnya menyapa pria dingin itu dan menjabat tangannya.
“Malam tuan Trevor” Jawab Emir dengan senyuman khas nya.
“Aku berharap aku akan bertemu langsung dengan tuan Caesar malam ini, tetapi sepertinya aku keliru” Ucap Trevor, lalu melepaskan kancing jas nya sebelum pria itu menduduki kursinya.
Emir menatap tajam pria tersebut, dia merasa Trevor tidak menghargai kehadirannya disana.
“Pria sekelas anda belum layak untuk bertemu langsung dengannya” Emir tersenyum tipis, lalu menduduki kursinya di samping Tonny dihadapan Trevor dan pengacaranya.
Deg!
“Maafkan tuan Trevor tuan Emir, beliau tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya” Sang pengacara berusaha untuk mencairkan suasana, meski dapat Emir lihat dengan sudut matanya saat keringat dingin membasahi kening pria itu.
Ditambah lagi dengan kehadiran Tonny yang terlihat lebih mendominasi Emir dalam diamnya.
“Apakah dia mewarisi sikap Caesar?” Batin Benny sang pengacara, saat dirinya memberanikan diri menatap wajah Tonny.
“Baiklah tuan-tuan, kita akan memulai pertemuan kita malam ini” Benny berkata sambil menyerahkan beberapa berkas ke hadapan Emir dan Trevor.
“Ini adalah bentuk kerjasama yang kami ajukan kepada perusahaan Caesar Oil & Gas, beserta kesanggupan kami dalam pembelian saham perusahaan dalam waktu satu tahun ini” Lanjut Benny.
Emir memeriksa semua berkas tersebut dengan seksama, sementara Tonny lebih memilih untuk diam dan memerhatikan tingkah dua orang yang ada dihadapannya.
Tonny merasa jijik dengan kedua pria tersebut, ingin rasanya dia menghabisi mereka saat ini juga apalagi saat ini kata-kata sang ayah yang menceritakan kematian ibunya kembali terngiang di telinganya.
Tonny cukup tahu jika meraka hanyalah antek dari pelaku sebenarnya, mungkin dia adalah asistennya atau mungkin juga dia adalah anaknya.
__ADS_1
“Ini menarik” Ucap Emir, lalu meletakkan kembali berkas tersebut di atas meja.
“Tetapi sayang tidak sebanding dengan ucapan anda di awal pertemuan kita tadi” Emir tersenyum tipis lalu menatap Tonny sekilas dan kembali memandang kedua pria yang duduk dihadapannya dengan tatapan khasnya.
“Ekspektasi ku melebihi jumlah angka yang ada disini” Lanjut Emir sambil meletakkan jari telunjuknya di atas kertas tersebut.
“Maksud anda?” Tanya Trevor, terlihat dengan jelas jika pria muda ini tengah menjaga imagenya dihadapan Emir dan Tonny.
“Saya ingin bertanya kepada anda tuan Trevor, apakah bos anda bersungguh-sungguh dengan bisnisnya? Karena saya melihat adanya keraguan dalam isi kerjasama ini” Emir mengambil berkas yang telah dia letakkan dihadapannya lalu memberikannya kepada Trevor.
“Katakan kepada bos anda, jika masih mempunyai niat untuk bertemu langsung dengan Caesar dia harus memperbaiki isi kerjasama ini” Emir menghela nafasnya lalu beranjak dari duduknya.
“Kecuali jika dirinya masih nyaman dengan julukan rookie (pebisnis pemula)” Lanjut Emir, lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu diikuti oleh Tonny.
“Tunggu!” Seru Trevor sambil melangkahkan kakinya secepat mungkin mendekati Emir.
“Aku tidak perlu meminta persetujuan ayahku untuk ini, Benny akan mengurus segala sesuatunya untukku sesuai dengan standar perusahaan anda tuan-tuan” Lanjut Trevor dengan nafas yang terengah-engah
“Bagaimana jika kita melanjutkan pembicaraan kita sekarang? Aku berjanji perusahaan kalian tidak akan rugi dengan penawaran yang akan aku buat dihadapan kalian langsung” Kembali Trevor meyakinkan kedua pria dingin yang baru saja menghentikan langkahnya itu.
“Umpan berhasil” Batin Tonny dan Harley
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini
__ADS_1
Happy reading