
Memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang wanita yang tengah hamil muda dan sedang mengidam, selain moodnya yang seringkali berubah keinginannya pun tidak bisa dibantah.
Seperti yang terjadi pagi ini dimana Ellena merengek meminta kepada Harley untuk pergi mengunjungi Rumius, dia sudah sangat merindukan pria tua itu dan ingin sekali menemui nya.
Sempat terjadi perselisihan antara Harley dan Charlie serta Emir karena keinginan Ellena yang menurut mereka bisa membahayakan kandungan gadis itu mengingat perjalanan udara yang akan mereka tempuh, tetapi setelah mendapat kan ijin dari dokter James juga Christy akhirnya bukan hanya Ellena dan Harley saja yang pergi melainkan Charlie dan Emir.
"Awas saja kalau pria tua itu berani menyentuh menantuku, akan aku cabut ijin kepemimpinan nya di perusahaan" Keluh Charlie diikuti gelak tawa Dean serta senyum tipis Emir. Ternyata selain mempunyai level kepanikan tingkat tinggi, pria tua tampan itu merupakan seorang penggerutu yang unggul!
Tiba di halaman belakang Rumius, pria itu dengan bahagianya menyambut kedatangan para tamu agung nya terutama Ellena dan tanpa memperdulikan tatapan mata ketiga pria yang datang bersama nya. Rumius memeluk gadis itu lalu menuntun nya memasuki rumah.
"Apa kau merindukanku Rumius?"
" Tentu saja sayang, dan selamat atas kehamilan pertama mu oke .." Jawab Rumius dan kembali memeluk Ellena.
Berbeda dengan ketiga pria yang datang bersama dengan Ellena yang juga memberlakukan banyak sekali aturan apalagi larangan, Rumius membiarkan gadis itu melakukan apapun keinginannya. Tentu saja dengan pengawasan ketat darinya.
Saat Ellena ingin melakukan hal yang paling dia sukai yakni memasak, Rumius membiarkan gadis itu asik berkutat dengan semua bahan yang ada dengan syarat dia hanya boleh memerintahkan para asisten nya untuk mengerjakan semua pekerjaannya . Sementara dirinya hanya mengarahkan mereka saja.
"Nah...iris kotak-kotak daging asapnya...Oke seperti itu bagus" Ucap Ellena dari atas meja dengan posisi duduk bersila, saat salah satu dari mereka memperagakan cara untuk memotong satu jenis bahan masakan.
"Coba sini aku cicipi " Lanjut gadis itu, dan asisten yang bertugas untuk mengaduk saus memberikan satu sendok kecil masakan nya.
"Tambahkan sedikit oregano dan lada putih maka semuanya akan sempurna " Ellena mengecup jari tangan yang dia dekatkan ke mulutnya.
"Huh, bisa-bisa menantuku lebih betah tinggal disini" Keluh Charlie ketika melihat aura kebahagiaan di menantu kecilnya.
"Kau bisa melakukan caraku jika ingin membuat nya betah tinggal bersamamu, tapi aku tidak yakin kamu bisa pria tua" Kekeh Rumius lalu menyesap kembali minuman nya. Mana mungkin pria disampingnya ini bisa mengijinkan Ellena untuk melakukan aktivitas seperti itu, bisa-bisa dia mati karena stroke saking paniknya pikir Rumius.
"Aku bisa melakukan hal yang lebih baik dari ini, aku lihat saja nanti"
__ADS_1
Berbeda dengan Charlie dan Rumius yang hanya melihat Ellena dari meja makan sambil berbincang, Harley dan Emir harus menggigit bibirnya karena merasa ngeri dengan pergerakan tubuh ibu hamil itu. Sekuat tenaga mereka menahan dirinya agar tidak menghampiri Ellena dan membawa tubuhnya dari atas meja dapur.
"Iissshh..." Harley kembali mendesis saat Ellena bertepuk tangan karena akhirnya acara masak mereka telah selesai, dia sangat khawatir jika tubuh istri kecilnya itu terjatuh dari atas meja.
"Masakan sudah siap!"
Ellena merentangkan kedua tangannya, meminta agar Harley membantu nya turun dari meja tersebut. Dan tanpa menurunkan kembali tubuhnya, Harley menggendong Ellena untuk menduduki kursi makan bersama dengan nya.
"Apa kau ingin aku menghukum mu lagi?" Bisik Harley, yang sukses membuat bibir Ellena mengerucut saat gadisnya itu menolak permintaan dirinya untuk duduk dipangkuan nya.
"Oke, tapi ada syaratnya"
"Apa itu?" Harley mengerutkan keningnya.
"Aku diperbolehkan untuk memasak disana, deal???" Ellena mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan Harley agar pria itu menyambut nya dengan menautkan kelingkingnya disana, dan pada saat Harley melingkarkan jari kelingkingnya disana gadis itu pun mencium pipinya.
"Terimakasih sayang"
"Kau benar-benar cantik" Harley memeluk melingkarkan tangannya di pinggang Ellena, kini perut istri kecilnya itu sudah mulai terlihat agak membesar. Meski Ellena masih manja seperti biasanya tetapi keinginan aneh-aneh nya sudah mulai berkurang.
Hari ini Harley akan mengantarkan Ellena ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya, istri kecilnya itu terlihat cantik dengan balutan baju hamil one piece berwarna pink dengan sepatu kets putih dan mantel berwarna senada dengan baju yang dikenakannya.
"Bayinya sehat, ukuran dan berat badan nya normal" Dokter Christy menatap layar monitor didepannya, begitu pula dengan Harley dan Ellena.
Dokter wanita tersebut menoleh kebelakang dimana Harley berdiri saat ini, biasanya disana akan berdiri juga dua orang laki-laki berbeda karakter tetapi dengan kepanikan akut yang hampir sama tetapi dia dia temui.
"Apa kau mencari ayah dan pamanku?" Harley mengikuti arah pandangan mata dokter wanita tersebut, lalu melemparkan kembali pandangan matanya kepadanya.
"Biasanya mereka selalu ikut meramaikan suasana" Kekeh Christy, lalu kembali kepada Ellena.
__ADS_1
"Mereka sedang sibuk di rumah saat ini, jadi tidak bisa ikut bersama kami kemari" Kilah Harley.
Padahal kenyataannya saat ini keduanya tengah kesal karena berhasil dikelabui oleh Harley, karena pemuda sedingin es balok itu meninggalkan keduanya untuk memeriksakan kehamilan Ellena.
Pagi ini Charlie dan Emir sangat antusias untuk ikut bersama dengan dua sejoli itu ke rumah sakit seperti biasanya, mereka ingin mengetahui perkembangan terakhir kesehatan janinnya.
Tetapi karena setiap kali mereka ikut akan menuai kehebohan di rumah sakit yang membuat Harley harus menahan malunya, jadinya pagi ini diam-diam Harley mengunci pintu kamar sang ayah dan pamannya tersebut ketika mereka berdua sedang mandi.
Harley memberikan kunci kamar mereka kepada Archie sebelum berangkat ke rumah sakit bersama dengan Ellena, dan berpesan agar membukakan pintu-pintu kamar tersebut setelah dia berangkat dari sana.
"Ingat Archie, jangan membuka kunci sebelum jam 10.30 oke?"
"Baik tuan" Archie menganggukkan kepalanya sopan, lalu melambaikan tangannya ketika mobil yang dikendarai oleh Harley berlalu dari hadapannya.
Dan sesuai dengan janjinya sang kepala rumah tangga baru benar-benar membuka pintu kamar Charlie dan Emir pada pukul 10.35 waktu setempat, meski dirinya harus kena semprotan kekesalan kedua pria penghuni mansion.
"Apa sekarang ini kau lebih mematuhi anak dan menantuku dibandingkan denganku Archie?" Kesal Charlie.
Jangan tanya betapa menakutkan nya saat Emir memandangi Archie dari ujung kepala hingga ujung kaki, pria berwajah tampan tapi menyeramkan itu seperti akan menerkam nya saat itu juga.
Archie yang sudah paham dengan watak keduanya hanya tersenyum dan berlalu dari hadapan mereka tanpa mengatakan sepatah katapun, toh sebentar lagi mereka akan kembali tersenyum setelah pasangan suami istri fenomenal itu kembali dan membawa berita baik tentang si jabang bayi yang tak lama lagi akan meramaikan seisi mansion.
.
.
.
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading 🤗😘