
Sehari sebelum penyerangan tanpa sengaja Ellena mendengarkan percakapan antara Charlie dan Rumius, hatinya tidak mengijinkan pria tua itu untuk hadir disana.
Ellena pernah mendengar alasan kenapa calon mertuanya itu tetap merahasiakan dirinya dari orang-orang, yakni demi keselamatan keluarga besarnya termasuk Harley dan dirinya ketika nanti gadis itu resmi menjadi menantu nya.
Ada banyak tangan-tangan jahat yang akan mengancam keselamatan keluarga Charlie jika sampai identitas pria tersebut terkuak ke publik.
Ellena berinisiatif untuk menggantikan Charlie pada malam penyerangan, tetapi sebelumnya dia harus membujuk Dean sang pilot agar mau mengantarkan dirinya ke kediaman Rumius tanpa diketahui siapapun juga. Gadis itu juga menghubungi seseorang dari agensi.
"Dean, apakah aku bisa meminta pertolongan darimu?" Ellena sengaja menemui pria tersebut di paviliun nya, letaknya tak jauh dari areal halaman belakang mansion Charlie.
"Apapun itu nona, selama itu demi kebaikan tuan Charlie dan anda tentunya" Jawab Dean tanpa bertanya lebih lanjut.
"Good, aku minta kamu mengantarkan aku ke mansion tuan Rumius besok malam" Ellena menatap lekat wajah pria bertubuh tinggi tersebut, dia benar-benar membutuhkan bantuannya saat ini.
Ellena pun mengatakan maksud kenapa dirinya meminta pria itu untuk mengantarkannya ke kediaman ayah angkat dari calon suaminya itu, dia tidak mau identitas Charlie terungkap jika pria tua itu tetap nekat menjalankan aksinya.
Alasan yang sangat masuk akal bagi Dean, tanpa pikir panjang pria tinggi itu menyetujui keinginan Ellena meski dengan resiko dia harus menghadapi kemarahan tuan dan anaknya Harley serta keponakan nya Emir. Apalagi Ellena berjanji akan membantunya nanti.
Keesokan harinya tepatnya pada sore hari Ellena memerintahkan sang kepala pelayan untuk tidak mengganggu tuan Charlie, dengan dalih calon mertuanya itu sedang tidak enak badan dan Ellena sudah memberinya obat. Padahal sebenarnya Ellena sengaja membubuhkan sedikit obat tidur didalam minuman pria tersebut, agar kepergian nya tidak dilarang oleh Charlie.
Ellena menghubungi M terlebih dulu untuk meminta sedikit bantuan kepada nya sebelum pesawat yang ditumpangi nya lepas landas, dia meminta kepada wanita tersebut untuk merahasiakan kedatangannya dari Harley dan semua orang disana.
Gadis itupun mengatakan maksud kenapa dia memutuskan untuk menghubungi nya dan bergabung pada aksi penyerangan malam ini.
Disisi lain M terpaksa harus mengatakan bahwa dirinya akan datang terlambat karena masih ada berkas yang harus ditandatangani nya, dia akan terbang bersama dengan pesawat helikopter terakhir untuk bergabung bersama dengan tim di kapal pesiar mewah tersebut.
Pesawat Ellena tiba setelah helikopter yang di tumpangi para gadis terbang bersamaan dengan datangnya M disana, keduanya bersama dengan empat orang agen menaiki helikopter terakhir. Sementara Dean langsung kembali ke pulau rahasia Charlie.
"Bagaimana kau membujuk pria itu?" M menatap tak percaya dengan kedatangan Ellena yang hanya ditemani oleh pilot pribadi Charlie..
"Aku hanya mengatakan hal yang sama dengan apa yang aku katakan kepada mu M, dan dia langsung menyetujuinya" Jawab Ellena dengan polosnya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Charlie??" Kembali M bertanya, pasalnya tidak mungkin Ellena bisa dengan bebas pergi bersama dengan Dean jika gadis itu tidak melakukan sesuatu kepada pria tua itu.
"Dia sedang beristirahat saat kami pergi" Jawab nya sambil tersenyum penuh arti.
Pada kenyataannya gadis itu tidak lupa juga untuk memasang borgol pada tangan Charlie juga memasangkan sebelahnya di tiang ranjang miliknya, agar pria tersebut tetap ditempat nya hingga dia kembali.
Ellena meminta Dean untuk menjemputnya di atas kapal pesiar segera setelah aksi tersebut berakhir.
Disana dia bersama dengan M membantu para agen untuk melumpuhkan musuh yang telah menguasai sebagian besar kapal mewah itu, dengan menembakkan peluru dari pistol yang sudah diberi peredam.
Tak lama kemudian Harley menenteng tubuhnya sama persis seperti menenteng sebuah kantong plastik besar penuh belanjaan dari supermarket, dengan meraih rompi yang dia kenakan saat sedang bersembunyi dengan M.
"Lepaskan aku!" Pinta Ellena, sambil berusaha untuk memelankan suaranya. Harley bahkan tidak memperdulikan sama sekali dirinya yang meronta-ronta.
Harley meletakkan tubuh Ellena di sebuah kabin kecil tempat penyimpanan peralatan kebersihan dan menguncinya disana, tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya!
"No!!! Harley jangan kunci aku disini!!" Pekik Ellena, tetapi tidak terdengar oleh pria dingin itu karena kebetulan ruangan itu memang dibuat kedap suara.
Satu jam kemudian pintu kabin kecil itu dibuka, Ellena bisa melihat sosok Harley yang datang untuk menjemputnya. Tetapi saat dirinya akan berlari kedalam pelukan pria dingin itu, dia menolak dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Hubungi Dean, kita akan kembali ke tempat ayahku" Pintanya dengan nada dingin, lalu menyerahkan kembali ponsel yang telah dia ambil dari gadis itu.
"Baiklah" Jawab Ellena dengan bibir yang mengerucut sempurna, membuat jantung pria yang berdiri dihadapannya tiba-tiba berdegup kencang.
" Lima belas menit, di landasan heli" Lanjut gadis itu setelah dia mengakhiri sambungan telepon nya.
Harley pun menuntun Ellena untuk menaiki tangga menuju Helipad, disana dia akan menunggu kedatangan Dean daripada harus bergabung kembali bersama dengan Rumius dan Emir serta para agen lainnya.
Toh tugasnya sudah selesai malam ini, jadi dia bebas untuk kembali kapanpun dia mau.
"Kau tak akan bisa meninggalkan aku keponakan" Emir berjalan mendekat sambil memegangi bahunya yang ditembak oleh Luthor serta terkekeh.
__ADS_1
Tak lama kemudian helikopter canggih milik Charlie mendarat di sana, tidak ada seorangpun yang tahu kedatangan pesawat terbang itu karena Dean telah mengaktifkan mode siluman selama dalam perjalanannya.
Ketiga nya pun menaiki pesawat tersebut, dan Dean kembali mengaktifkan mode siluman nya setelah mereka mengudara kembali.
Ellena duduk membelakangi Harley dengan wajah tertekuk dan bibir yang tetap mengerucut, dia kesal kepada Harley yang selalu saja memperlakukan dirinya seperti seorang anak kecil.
Hingga mereka tiba di landasan pesawat di pulau rahasia milik Charlie, Harley baru mau mengeluarkan suara nya. Itupun karena Emir tak hentinya memberikan kode kepada nya.
"Ellena...Tunggu" Harley mengejar Ellena yang sudah terlebih dulu turun dari pesawat nya, sementara Dean memapah Emir menuju ruang medis.
"Gak mau!" Tolak Ellena, lalu mempercepat langkahnya agar bisa sampai ke kamar Charlie lebih cepat lagi.
Ellena harus segera melepaskan borgol dari tangan pria tua tersebut, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi di atas ranjangnya.
"Hei mau kemana kamu??" Harley pun bergegas mendekati Ellena, gadis itu sudah berhasil masuk ke sebuah kamar dimana Charlie berada saat ini. Dengan tangan terikat borgol ke tiang ranjangnya.
"Aaahhh...syukurlah kau kembali Ellena sayang, cepat lepaskan borgol nya...Aku harus segera pergi ke toilet" Pinta Charlie sambil tersenyum kearah gadis itu.
" Apa yang telah kalian lakukan hah?!
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading 🤗😘
__ADS_1