HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Babbymoon


__ADS_3

“Sialan! Kenapa mereka bisa thu jika kami berada disini?” Umpat Harley, ketika dia melihat kehadiran Charlie dan Emir berada diluar pintu villa yang mereka tempati untuk satu minggu ke depan melalui kamera CCTV yang terpasang di atas pintu.


Setelah merayakan pesta pernikahannya, Harley membawa Ellena untuk menghabiskan waktu ber-babbymoon di sebuah kepulauan tropis. Selama ini pria dingin itu belum pernah mengajak istri kecilnya untuk berlibur, jadi dirinya merasa jika saat setelah mengucapkan kembali janji suci mereka dihadapan Charlie adalah waktu yang tepat.


Hari pertama berjalan lancar, Harley meminta kepada Dean untuk mengantarkan mereka ke bandara yang berada jauh di pulau rahasia miliknya. Bahkan Charlie serta Emir pun mengetahui kepergian mereka dan berjanji untuk tidak mengganggu waktu yang akan Harley dan Ellena habiskan bersama.


Setelah menempuh perjalanan selama empat jam dengan menggunakan pesawat komersil, Harley dan Ellena tiba ditempat yang indah itu. Hamparan pasir pantai yang luas, serta villa-villa yang berdiri tepat di bibir pantai, belum lagi budaya mereka yang khas membuat Ellena begitu bahagia begitu mereka tiba disana.


“Terimakasih sayang, ini tempat yang sangat indah” Ucap Ellena setelah dia melingkarkan kedua tangannya di leher Harley.


Tak mau menyia-nyiakan waktu lagi Harley pun membawa Ellena ke peraduannya, mereka saling mencurahkan keinginan tertingginya. Ellena bahkan mulai menuntut  kepada suami besarnya untuk memberikan kenikmatan itu selama berkali-kali.


“Kau yakin?” Harley menatap bola mata indah Ellena yang saat ini terlihat sayu, istri kecilnya ini masih menginginkan sentuhan hangat sang suami di tubuhnya.


Harley? Jangan tangan, pria tampan dingin ini dengan senang hati memberikannya kepada Ellena meski istri kecilnya itu tidak memintanya.


“Oke boy, mommy mu masih memintanya…”Ucap Harley diperut Ellena.


Harley pun mulai menggerakkan kembali pusaka nya secara perlahan, meski mereka telah melakukannya selama berkali-kali tetapi dirinya tidak ingin menyakiti istri serta bayi yang masih ada didalam kandungannya.


Pagi harinya setelah mereka kembali mencurahkan hasratnya Ellena meminta Harley untuk menemaninya berjalan di tepi pantai.


“Kau terlihat sangat cantik sayang” Harley terlihat sangat senang melihat penampilan sang istri yang mengenakan gaun putih longgar dan topi cantik yang menghiasi kepalanya.


“Sepertinya aku tidak akan rela jika ada orang lain yang memandangi mu” Lanjutnya, lalu meraih pinggang Ellena yang tak lagi ramping kedalam dekapannya.


“Sepertinya akulah yang akan merasa cemburu seharian ini, karena suami besar ku terlihat sangat tampan”


Harley mengenakan kemeja motif bunga dan celana pendek, perut six pack pria dingin ini semakin terlihat dengan jelas karena dia tidak menautkan semua kancing kemejanya.


Tiga hari pertama merupakan momen yang sangat bahagia bagi keduanya, mereka menghabiskan waktu berkualitas bersama diberbagai tempat. Harley bahkan mengajak Ellena untuk melakukan snorkling, tentunya dengan bantuan dari instruktur yang terbaik.

__ADS_1


Harley merasa bahagia bisa memiliki Ellena nya tanpa ada gangguan dari Charlie dan Emir meski hanya satu minggu, setidaknya itu yang sempat terbersit dalam benaknya. Hingga pagi ini ditengah-tengah pergulatan panasnya bersama dengan sang istri, keduanya mendengar seseorang tengah mengetuk pintu villa mereka.


“Apa kau memesan sarapan pagi sayang?” Ellena mengelus dada bidang sang suami, berharap Harley menghentikan permainannya sejenak.


“Tidak, biarkan saja…” Harley tetap memacu gerakannya, karena sebentar lagi dirinya akan mencapai puncak kenikmatannya.


Dug! Dug! Dug!


“Ahh! Sial!” Harley dengan sangat terpaksa menghentikan permainannya karena merasa terganggu dengan suara ketukan pintu yang sudah mulai berubah menjadi gedoran. Dia bahkan mencabut paksa senjata pamungkasnya dari sarung sempitnya hingga membuat Ellena merintih.


“Maafkan aku sayang” Harley bergegas mengenakan kembali pakaian tidurnya, tak lupa menutupi tubuh polos sang istri dengan selimut sebelum dia melihat siapa yang telah berani mengganggunya melalui ponsel yang terhubung dengan kamera pengawas yang terpasang di atas pintu.


“Ya Tuhan! Demi apapun! Apa yang mereka lakukan disini?!” Keluh Harley, saat melihat kedua mahluk pengganggu yang sudah berdiri di depan pintu sambil melambaikan tangannya ke arah kamera.


“Siapa sayang?” Ellena beranjak dari tempat tidur, dia ingin melihat siapa yang telah membuat sang suami kesal sepagi ini.


Ellena tertawa terbahak-bahak saat melihat ayah mertua serta pamannya sudah berdiri didepan pintu sambil berkacak pinggang, sepertinya mereka kesal karena Harley tidak juga membukakan pintu.


Dengan berat hati Harley pun membuka pintu untuk keduanya. “ Lama sekali!” keluh Charlie, lalu memasuki villa tanpa menunggu persetujuan dari sang anak yang sudah memasang muka masam sejak tadi.


Emir menepuk pundak keponakannya sambil tersenyum tipis, dia sempat melihat banyak tanda merah menghiasi dada bidang mahluk kutub utara tersebut ketika memasuki ruangan.


“Mana menantu kecilku? Apa kau membuatnya kelelahan?” Charlie mencari keberadaan Ellena, dia bahkan bermaksud untuk mencarinya kedalam kamar.


“Jangan coba-coba pak tua, atau kau akan berhadapan denganku” Harley menghadang sang ayah dengan mendahuluinya dan berdiri diambang pintu.


“Cih! Kau ini, apa kau tidak tahu aku sangat merindukan menantu kecilku itu?” Charlie memutuskan untuk menunggu Ellena di ruang keluarga, setelah sang anak memberitahunya bahwa Ellena sedang membersihkan dirinya saat ini.


Hilanglah sudah harapan untuk menghabiskan waktu selama seminggu penuh dengan Ellena ditempat yang indah itu, kedatangan dua mahluk pengganggu ini sudah pasti akan menjadi penyebab sulitnya Harley menguasai istri kecilnya itu seorang diri.


“Apa kau suka dengan tempat ini?” Charlie mengajak Ellena untuk bersarapan pagi bersama di sebuah resto di tepi pantai. Dia bahkan tidak mengijinkan Harley dan Emir untuk mendekat, keduanya hanya bisa menatap kebersamaan mertua dan menantu tersebut dari balkon villa.

__ADS_1


“Iya…Disini sangat indah Charlie” Jawab Ellena, lalu menyantap kembali makanan lezat yang telah dipesannya.


“Sepertinya akan menjadi bagus jika aku membeli pulau ini untuk hadiah pernikahan kalian”


“Uhuk! Uhuk!…Itu tidak perlu Charlie” Ucap Ellena sebelum dirinya menenggak air minum yang diberikan oleh Charlie untuknya.


Dari kejauhan Harley melihat seperti ada yang tidak beres dengan sang istri, dia berlari secepat mungkin untuk menghampiri Ellena setelah melompati pagar balkon.


“Apa yang kau lakukan padanya??!” Harley mengelus punggung Ellena, istri kecilnya itu belum bisa menghentikan batuk akibat tersedak makanannya tadi.


“Aku tidak melakukan apapun” Kilah Charlie, dirinya memang tidak menyadari jika ucapannya tadi telah membuat menantu kecilnya itu tersedak makanannya.


“Aku hanya mengatakan akan membeli pulau ini sebagai hadiah pernikahan kalian, apa itu salah??” Dengan santainya Charlie mengatakan hal tersebut, hingga membuat Harley benar-benar geram dengan sikap sang ayah yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.


“Memangnya tidak cukup dianggap dewa oleh penduduk di pulau miliknya? Dasar pria tua kurang ajar!” Batin Harley meronta saat dia mengangkat tubuh Ellena dan membawanya kembali ke villanya.


“Hei! Apa salahku??!”


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak mohon maaf othor hanya bisa up satu episode hari ini, othor masih bedrest abis vaksin..heheheh


Happy reading..


Love you all sekebon duren

__ADS_1


__ADS_2