
Ellena mengalami morning sick yang sangat parah hingga hampir setiap pagi terjadi drama yang menghebohkan di rumah besar itu, dan tak jarang Archie dan Dean terkena getahnya.
Beberapa kali sang ayah terpaksa meminta anaknya Dean untuk menyalakan helikopter nya dan bersiap untuk menerbangkan Ellena ke rumah sakit, tetapi terpaksa harus meminta nya untuk mematikan kembali mesin pesawat kecil itu atas permintaan Ellena sendiri.
Kepanikan ketiga majikannya itu sedikit banyak telah menular kepada pria tua yang selalu berpenampilan sangat rapi itu, dulu saat pertama kali dirinya menginjakkan kakinya di kediaman tuan Ronald ayah dari Charlie untuk menggantikan sang kakek untuk mengabdi kepada mereka dirinya masih bersikap layaknya seorang bottler yang baik. Dengan sikap tubuh yang sopan dan kata-kata yang santun serta senyuman yang ramah.
Tetapi sekarang setelah lama mengabdikan dirinya disana, Archie merasa telah gagal dalam memenuhi kewajibannya karena sikap panik yang kini sedikitnya hadir didalam dirinya.
"Nikmati saja ayah, kau ini bukan robot tapi manusia" Kekeh Dean sambil menepuk bahu pria tua tersebut pada satu kesempatan.
Dean memang satu-satunya anak yang mewarisi sikap dari kakeknya, yakni ayah dari Archie yang memilih untuk menjadi pilot ketimbang harus mengikuti jejak sang buyut yang menjadi seorang bottler. Untung nya anak kedua Archie lah yang saat ini masih mengenyam pendidikan di sebuah kerajaan yang mau meneruskan dirinya mengabdi pada keluarga Charlie.
"Archie!! Perintahkan anakmu itu untuk segera menyalakan heli!" Pekik Emir. Bahkan pria yang terkenal dengan dingin dan kalem nya itu saat ini ikut menjadi panik jika Ellena muntah.
"Baik tuan.." Jawab Archie tanpa meniatkan dirinya untuk menyuruh anaknya itu, pria tua itu lambat laun menjadi kebal terhadap kepanikan para majikannya.
Archie berprinsip jika nona Ellena benar-benar meminta nya atau dirinya yakin bahwa nona kecil nya itu benar-benar harus diterbangkan ke rumah sakit, barulah dirinya akan meminta kepada Dean untuk menyalakan heli nya.
" Sayang, kasihan Archie...Jangan membuatnya panik seperti itu terus" Pinta Ellena, ketika Harley akan memanggil sang kepala rumah tangga dan meminta nya untuk kembali menyalakan helikopter itu.
"Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu Elle, juga pada bayi kita" Harley mengelus perut Ellena yang masih terlihat rata, hanya pada bagian tertentu nya saja dia merasa perut istrinya itu sedikit berbeda.
"Aku tidak apa-apa, hanya morning sick di pagi hari, dan dokter Christy bilang itu adalah hal yang wajar...Nanti akan hilang dengan sendirinya" Ellena mengelus kepala pria tampan kesayangannya, yang wajahnya kini menghadap ke bagian perut nya.
Selain panik, sifat manja pria nya itu sedikit lebih dari biasanya. Dia akan meminta kepada Ellena untuk mengelus kepalanya saat hendak tidur atau dalam keadaan bersantai seperti sekarang ini. Harley pun mempunyai kesenangan baru yakni mendaratkan kepalanya di pangkuan Ellena lalu menghadapkan wajahnya ke perut wanitanya itu, terkadang dia bahkan mengajak bicara janin didalam perut nya.
Saingan terberat nya selain kedua pria penghuni rumah besar itu adalah Max! Anjing itu sangat senang berleha-leha di samping Ellena sambil menyandarkan kepalanya di perut majikan perempuannya itu.
Dan sesekali bahkan keduanya berlomba-lomba untuk mendapatkan posisinya, bahkan sampai bermusuhan hanya karena salah satu dari mereka berhasil menempati posisi di samping Ellena terlebih dulu.
__ADS_1
"Max! Kau curang...! Dia ini istriku Max!" Keluh Harley saat Max memenangkan perlombaan kali ini.
Wuffh!! Wuffh!!
Max dengan sengaja menyandarkan kepalanya ke perut Ellena setelah dia mengendus dan menjilati permukaan kulit perut majikannya itu, seperti sedang mengejek majikan laki-lakinya.
"Elle...Dia mengejek ku!" Keluh Harley dengan bibir yang mengerucut.
"Max, kau dengar itu.... Sepertinya dia cemburu" Bukannya membela Ellena malah ikut mengejeknya, dan itu semakin membuat pria besar itu merajuk.
Harley pergi membiarkan keduanya dan memutuskan untuk bergabung bersama ayah dan pamannya yang tengah asik menonton tayangan televisi sambil duduk di sofa yang ada di kamar milik nya.
"Apa kalian ini tidak memiliki pekerjaan?" Keluh Ellena yang mulai terganggu dengan kehadiran mereka di kamar nya.
"Rumius sudah mengerjakan semuanya" Jawab Charlie sambil memperhatikan deretan gigi putih nya kepada Ellena.
Sementara Harley malas menjawab pertanyaan gadis kecilnya itu, dia hanya melipat kedua tangannya di dada dan memfokuskan perhatian nya ke layar televisi tanpa menikmati tayangan nya sama sekali.
" Terserah kalian, aku mau tidur" Ucapnya lalu membenahi selimutnya hingga menutupi sebagian tubuhnya dan Max.
Harley beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Ellena, dia tidak akan membiarkan gadis itu tidur tanpa mandi terlebih dulu. Sejak kemarin sore Ellena menolak untuk mandi dan merengek dengan alasan dingin dan malas.
" Menyingkir lah Max, apa kau juga akan membiarkan dia tidak mandi seharian ini?" Harley menyibak kembali selimut itu, lalu menggendong tubuh Ellena setelah anjingnya itu bangkit.
"Kau penghianat Max!" Keluh Ellena, diikuti dengan rengekan khas nya seperti kebiasaannya ketika Harley memaksa dirinya untuk mandi.
"Kau akan menyakiti nya Harley! Pelan-pelan" Charlie merasakan linu di lututnya saat melihat Harley yang dengan mudahnya mengangkat tubuh Ellena dan membawanya pergi ke kamar mandi, sementara Emir hanya terkekeh pelan lalu mengajak pria tua tampan itu meninggalkan kamar mereka sebelum mereka melihat hal-hal yang tidak boleh mereka lihat nantinya.
"Kau lihat Emir?? Anakku itu memang sudah keterlaluan" Charlie menggelengkan kepalanya, tetapi sebenarnya didalam hatinya dia merasa senang melihat cara anak laki-lakinya itu memperlakukan menantu kesayangan nya.
__ADS_1
Didalam kamar mandi tanpa menghiraukan rengekan Ellena, dengan hati-hati Harley melucuti pakaian istri kecilnya itu. Meski demikian Harley tidak mau sampai gerakan nya menyakiti Ellena apalagi jabang bayinya lalu memandikannya.
"Dingin Harley....Ini dingin sekali" Keluh nya yang entah sudah ke berapa ratus kalinya.
"Aku memandikan mu dengan air hangat sayang, mustahil jika akan membuatmu merasa kedinginan" Harley tahu jika Ellena hanya berkilah saja agar dirinya tidak berlama-lama membersihkan tubuhnya.
"Jika kau masih bersikap seperti itu maka aku akan menghukum mu lagi sayang" Bisik Harley, yang langsung bisa membuat mulut Ellena terbungkam.
Jika suaminya ini sudah memberikan hukuman kepada nya maka sudah bisa dipastikan jika Ellena akan terus berakhir di kamar mandi dengan Harley yang akan tetap memandikan dirinya, ini seperti masuk kedalam sebuah lingkaran setan pikirnya.
"Nah kan...Gadis pintar.." Harley mencium pipi Ellena dan melanjutkan kembali pekerjaan nya memandikan istri kecilnya itu.
Tidak ada yang lebih membahagiakan dirinya selain melihat sang istri bahagia apalagi dengan keadaan polos seperti sekarang ini, seketika senyuman nakalnya merekah.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊😊😊
Happy reading 🤗🤗
Mohon maaf othor baru bisa up dari kemarin, othor ngajar di dua tempat soalnya 😁😁😁😁
Kalo pengen tau othor nih ngajar apa, cek IG othor aja yah @selly_carabinersp
__ADS_1