HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Lamaran


__ADS_3

“Jatuhkan mereka disaat mereka berada di puncak!”


Begitulah kira-kira ucapan Charlie saat pria itu datang terakhir kali ke mansion Rumius untuk menemui Harley dan membicarakan strategi untuk melenyapkan musuh-musuhnya.


Dan saat ini Emir dan Harley lah yang membuat mereka berada di puncak kejayaannya dengan melemparkan sedikit umpan agar mereka dengan sendirinya masuk kedalam lingkaran para raja minyak dunia, setidaknya itulah yang ada di benak mereka saat ini.


Tonny memberikan persetujuannya saat Emir menatapnya dan menganggukkan kepalanya usai mereka mendengarkan penawaran yang diajukan Trevor malam itu, sebagai anak satu-satunya dari Caesar Tonny berhak menyetujui secara langsung tanpa harus meminta persetujuan dari Caesar.


Mereka bahkan langsung menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut dihadapan Benny sang pengacara.


“Bodoh! Dimana kau taruh otakmu itu hah?!” Seorang pria paruh baya, kira-kira seusia dengan Charlie melemparkan berkas perjanjian yang telah ditandatangani langsung oleh anaknya dengan disaksikan oleh pengacara bodohnya itu kehadapan keduanya.


“Ini sama artinya dengan menghabiskan seluruh aset hanya untuk membeli saham!” Lanjutnya, lalu menjatuhkan bokongnya di atas kursi kebesarannya.


“Aku melakukan ini untukmu ayah! Lihat persentase yang akan kita dapatkan dalam satu tahun ini saja” Trevor membuka lembaran berkas tersebut dan menyodorkannya kembali kehadapan sang ayah.


“Kau tak perlu lagi menjadi bagian dari agensi bodoh itu! Kita bahkan bisa berkuasa dan menjadi bagian dari mereka, ini perusahaan Caesar yang sedang kita bicarakan saat ini ayah!” Lanjut Trevor sambil menunjuk cap perusahaan dan tanda tangan Tonny disana.


“Cih! Bahkan itu bukan tandatangan dari pria itu” Decih sang ayah dengan tatapan menghinanya.


“Dia anak Caesar satu-satunya ayah, dan kita berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Caesar di pertemuan nanti…Tonny telah mengundang kita secara langsung ke acara itu” Balas Trevor, lalu tersenyum dengan penuh kemenangan kepada sang ayah.


“Maksudmu?!”


“Begini tuan Luthor, maksud ucapan tuan Trevor adalah pada tanggal 31 mendatang tuan Caesar telah mengundang anda dan tuan Trevor untuk menghadiri perhelatan akbar rutin mereka di Massad Cruise, disana…” Benny terpaksa menghentikan kata-katanya saat Luthor mengibaskan tangannya.


“Aku tahu siapa saja yang akan menghadiri acara itu Benny” Kilah Luthor.


Luthor masih ingat saat dirinya bersama dengan Charlie menghadiri perhelatan akbar tersebut dulu saat masih kuliah, Charlie yang terlahir dari keluarga pengusaha besar mempunyai akses langsung ke acara elit tersebut melalui sang ayah. Disana dia bertemu dengan Diana tunangan Charlie, wanita yang diam-diam dia sukai.

__ADS_1


Luthor terlahir dari keluarga diplomat, saat itu sang ayah masih menjabat sebagai gubernur negara bagian X. Tetapi meski demikian dirinya tetap tidak bisa dengan mudah masuk kedalam lingkaran para raja minyak tersebut, apalagi untuk mendapatkan Diana.


Dirinya dengan wanita itu bak langit dan bumi. Orang tua gadis cantik itu berasal dari keluarga kerajaan yang kebetulan menjalankan bisnis pertambangan minyak bumi dan gas, sama seperti bisnis yang digeluti oleh orang tua Charlie.


Satu-satunya kesamaan yang dimiliki oleh Luthor dan Charlie adalah minatnya dalam dunia spionase, keduanya bahkan merencanakan pendirian agensi sejak di bangku kuliah.


Luthor dengan kepiawaiannya dalam dunia diplomasi dan politik dan Charlie dengan uangnya dan ketertarikannya dengan dunia pertahanan menggabungkan ide-ide brilian mereka hingga membuahkan sebuah agensi agen rahasia yang mereka bangun bersama.


Tetapi meski semua telah mereka bangun bersama, Charlie tetap merahasiakan dirinya dan menunjuk Luthor sebagai perwakilan dirinya di kursi dewan tertinggi agensi. Charlie melakukan hal tersebut untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari sasaran musuh yang mungkin akan berbalik menyerangnya.


Dan sebagai catatan penting Luthor bahkan tidak pernah mengetahui kediaman keluarga Charlie hingga saat ini, dan satu-satunya kediaman Charlie yang dia ketahui adalah apartemen mewah yang dulu pernah dia tempati semasa kuliah.


Semua berjalan lancar, bahkan agensi pun mengalami kenaikan pesat karena kredibilitas para agen rahasianya dibawah kepemimpinan Charlie dan Luthor yang harmonis. Hingga satu saat Charlie memberitahu Luthor bahwa dirinya akan menikahi Diana, dan rasa cemburu Luthor yang diam-diam telah mengubah dirinya dan menaruh dendam kepada sahabatnya tersebut.


“Sepertinya kita akan bertemu kembali Charlie” Batin Luthor.


Meski Charlie tidak pernah mengundurkan dirinya dari agensi ataupun menarik sahamnya dari sana tetapi semenjak kematian Diana pria itu lebih banyak menyerahkan keputusannya kepada Luthor, dia bahkan hanya berbicara sesekali melalui speaker khusus yang dia buat untuk dirinya di agensi dan sesekali mendatangkan pengacaranya ke sana.


“Jadi bagaimana ayah? Apa kamu akan menghadiri acara tersebut bersama denganku?” Trevor membuyarkan lamunan sang ayah dengan pertanyaannya.


Tidak disangka ternyata ambisi sang anak dalam menjalankan bisnisnya justru menjadi jembatan yang menghubungkan Luthor untuk memasuki lingkaran para raja minyak dunia tersebut.


“Aku akan memikirkannya” Jawab Luthor, lalu memutar kursinya. Ini adalah pertanda bagi kedua mahluk yang hadir dihadapannya untuk keluar dari ruangannya.


Lain hal nya yang sedang terjadi disebuah tempat yang tidak pernah diketahui keberadaannya oleh hampir semua orang, dimana Charlie sedang menikmati masakan terlezat yang pernah masuk kedalam mulutnya.


“Pantas saja anakku itu sangat mencintai gadis ini” Batin Charlie.


Ellena adalah orang luar ketiga selain Rumius dan Virus yang pernah mengunjungi kediaman rahasianya, bahkan gadis itu saat ini tinggal bersama dengannya dan Virus!

__ADS_1


“Kalian dan rahasia kalian…Membuat kepalaku pusing” Keluh Ellena saat dirinya pertama kali bertemu dengan Virus, pria yang selama ini telah dianggap meninggal oleh Rumius sahabatnya sendiri dalam sebuah kecelakaan pesawat.


“Ellena sayang, apa kau benar-benar mencintai anakku Harley?” Ucap Charley sambil bertekuk lutut dihadapan gadis itu.


“Charlie…Apa maksud ucapan mu?” Tanya gadis itu sambil menutup mulutnya sendiri saat pria yang menjadi calon mertuanya ini menyodorkan sebuah cincin berlian ke hadapannya.


“Aku akan melamar mu untuk anakku Harley” Jawab Charlie yang disaksikan langsung oleh Viper yang mengambil adegan romantis tersebut dengan kamera ponselnya.


Dibagian dunia lain seorang pemuda tampan tengah menahan amarahnya, dia bahkan mengeratkan rahangnya saat pria yang baru saja diketahui sebagai ayahnya itu telah melamar seorang gadis yang sangat di cintai nya meski itu untuk dirinya.


“Berani-beraninya pria tua sialan itu!” Gumam Harley.


Kemarahan Harley semakin memuncak saat pria tua sialan itu memeluk Ellena nya setelah dia menyematkan cincin berlian itu dijari manis gadis itu, sesuatu yang seharusnya dia lakukan untuk gadis yang sangat di rindukannya.


“Kau kalah telak Harley” Kekeh Emir, bahkan pundak sang paman terlihat turun naik saat menertawakan keponakannya itu.


“Jangan memancingku Emir!” Harley beranjak dari duduknya dan bermaksud akan meninggalkan ruangan kerja Rumius.


“Jangan macam-macam kau aki-aki peot!” Ucap Harley saat dirinya berpapasan dengan pria tua tampan tersebut, dirinya mengira jika Rumius akan menertawakannya sama seperti Emir


“Apa salahku?!”


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini


Happy reading


__ADS_2