HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Musuh Lama


__ADS_3

Malam itu Harley mulai menceritakan siapa Paloma untuk dirinya kepada Ellena, dan sedikit mengenai pekerjaannya setelah gadis itu menanyakan maksud perkataan terakhir M kepadanya.


“Aku sempat ragu apa kamu akan memilih untuk dipindahkan ke negara yang lain dengan semua identitas baru atau lebih memilih untuk menandatangani semua surat itu…Karena setelah kamu menandatanganinya maka sudah tidak akan ada lagi jalan keluar bagimu” Harley melirik wajah cantik Ellena sekilas, lalu memandangi kembali perapian dihadapan mereka.


“Dan aku memilih untuk menandatanganinya tanpa ragu” Ellena tersenyum,lalu menyandarkan kepalanya di bahu Harley.


“Aku tidak tahu kamu begitu manja kepada Paloma” Kekeh gadis itu, dia masih belum bisa menghilangkan suara manja Harley tadi dari telinganya.


“Dia begitu memanjakan ku Elle, meski dia itu sering sekali mengejekku dan mengataiku bocah sialan dan masih banyak lagi” Harley sendiri pun sebenarnya masih malu dengan insiden tadi. Bisa-bisanya dia mengira jika gadis itu adalah Paloma! Bahkan dia memeluknya juga menciumi bau tubuhnya di lehernya.


“Andai saja aku sempat mengenalnya secara langsung…” Kembali Ellena terkekeh.


“Kau tak akan tahan sedikitpun dengan ocehannya!” Harley tergelak, yang ada Ellena malah akan menangis tiap kali mendengar ucapan menusuk wanita itu pikirnya.


“Maksudku…Saat dia membantumu mengobati luka-lukamu Harley, kalau ocehannya itu tugasmu untuk membuatnya diam”


Tak!


Harley menjentikkan jarinya di kening Ellena. “Sakit tau!” Ucap Ellena sambil mengelus keningnya yang sebenarnya tidak begitu sakit.


“Oya? Padahal aku pelan loh tadi” Harley melihat jari telunjuk dan jempolnya dengan ekspresi yang sangat lucu dimata Ellena.


“Pantat mu itu yang pelan!” Ejek Ellena, lalu beranjak dari duduknya berusaha untuk kabur dari Harley yang masih terkejut mendengar perkataan Ellena kepadanya.


“Hei! Jaga mulutmu itu gadis nakal! Ayo minta maaf padaku!” Seru Harley saat mulai mengejarnya.


“Dalam mimpimu!” Kembali Ellena mengejeknya, dia bahkan menjulurkan lidahnya dan berlari secepat mungkin dan memasuki kamarnya lantas langsung mengunci pintunya dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.


“Buka gak! Awas kamu yah! Ellena! Cepat buka pintunya!” Seru Harley sambil menggedor pintu kamar Ellena.


“Sorry Ellena sudah tidur!” Ujar Ellena, lalu tertawa dari dalam selimutnya.

__ADS_1


“Hei! Gadis nakal! Mandi dulu baru tidur!” Teriak Harley.


“Besok aja…Aku malas mandi malam ini!” Balas Ellena


Max yang melihat keseruan kembali terjadi dirumahnya ikut menggonggong sebelum akhirnya dia memutuskan untuk tidur di sofa didepan perapian. Akhirnya dia bisa tidur dengan nyaman malam itu.


Dua minggu kemudian di markas pusat.


“Sialan!” Umpat M, lalu menyapu apapun yang ada di atas meja kerjanya dengan kedua tangannya.


M baru saja mendapatkan laporan dari salah satu agen rahasianya bahwa musuh yang setahun lalu berhasil dilenyapkan oleh Harley saat mereka sedang menjalankan misinya di negara Z, berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Dan saat ini pria psyco itu sudah ada didalam lindungan salah satu kartel narkoba yang sedang mereka incar.


Ini bukan saja akan membahayakan Harley dan kedua agen wanita terbaiknya, tetapi ini akan membahayakan keseluruhan instansi rahasianya.


M Menjatuhkan dirinya di atas kursi singgasananya, dia memijat keningnya yang semakin berdenyut lalu menghela nafasnya kasar. Dia harus memutar otak untuk membuat sebuah strategi jitu untuk melenyapkan keduanya tanpa harus membahayakan agen-agen terbaiknya itu, apalagi instansi dimana selama sepuluh tahun ini dia dedikasikan hidupnya untuk mengabdi.


Wanita ini harus menghapus daftar Harley dan Chopper serta Ferrari dari daftar agen yang akan dia kirim ke negara R, dimana sang Kartel itu berada. Tetapi secara bersamaan dia ragu untuk mengirimkan agen yang lainnya untuk menjalankan misi berbahaya ini.


Dia memang sudah akan menugaskan Harley dan kedua teman wanitanya ke negara itu, karena memang hanya ketiganya yang menjadi kandidat terbaik untuk bisa melenyapkan Marco D’Castello dan pasukannya tanpa tersisa dan tanpa jejak. Kejadian setahun yang lalu ini sungguh diluar dugaannya, karena dia sendiri yang memastikan bahwa Luis Enhaim telah mati bersama dengan gedung yang berhasil mereka ledakkan.


“Tidak mungkin dia berhasil selamat dari ledakkan sebesar itu….Kecuali…” Tiba-tiba saja muncul berbagai spekulasi gila dipikiran M. Wanita itu lalu meraih gagang telepon dan meminta asisten nya untuk memanggil ketiga agen terbaiknya tersebut.


Dua jam kemudian


“Really Har? Sekotak lasagna?” Ejek M saat wanita itu berpapasan dengan Harley yang sedang asik memakan bekalnya didalam kantornya.


“Kau meneleponku disaat aku akan memakan makanan ini M, jangan salahkan aku” Balas Harley, lalu memasukan suapan terakhirnya kedalam mulutnya.


“Sepertinya gadis itu bisa mengurus mu dengan baik” Kekeh Ferrari. Baru kali ini Harley sampai harus membawa makanan favoritnya itu ke kantor, bahkan saat Paloma masih hidup pria dingin itu memilih untuk menyuruh wanita tua itu untuk menyimpannya di dalam kulkas.


“What?!” Tanya Harley dengan mulut penuh dengan lasagna.

__ADS_1


Setelah memastikan Harley menyudahi ritual makan lasagna nya, M pun mulai menjelaskan misi yang harus mereka selesaikan di negara R termasuk keberadaan Luis Enhaim di sana juga dengan spekulasi-spekulasi gilanya.


“Anjing ini mahluk satu! Dia benar-benar membuatku muak M!” Kesal Chopper.


Bukan tanpa alasan Chopper membenci pria psiko satu ini, selain pria ini selalu menghalalkan segala cara untuk menjalankan bisnis kotornya menjual senjata api ke negara-negara konflik dia pun tak segan untuk memperkosa gadis-gadis belia dan membunuhnya setelah dia mendapatkan kepuasannya.


Chopper bahkan harus menebas habis alat vitalnya menggunakan pedangnya saat menghabisi pria itu saking marahnya.


“Setidaknya kali ini dia sudah tidak lagi bisa memperkosa siapapun Chopp” Ujar M, lalu mematikan layar monitor besarnya.


“Apa yang akan aku katakan kali ini berkenaan dengan masa depan kalian dan kita semua di agensi” M menghela nafasnya berat.


“Kalian harus benar-benar menghabisi mereka, karena jika kali ini Luis atau D’castello sampai lolos maka nyawa kita taruhannya…Kalian tahu betul kan peraturan di agensi ini?” M memijat keningnya sendiri, berharap rasa pening di kepalanya bisa sedikit berkurang.


“Apa bocah gila itu membuatkan sesuatu untukku?” Tanya Harley, kali ini mode iblis nya sudah dalam keadaan on. Dia masih ingat anak panah khusus yang terakhir diciptakan oleh Viper untuknya yang belum sempat dia pergunakan dalam misi apapun, dan kali ini dia sangat yakin jika dia membutuhkan lebih banyak lagi anak panah khusus itu untuk mensukseskan misinya.


“Aku akan memerintahkannya untuk membuat lebih banyak lagi untuk mu” M meraih gagang teleponnya dan menghubungi bocah gila itu di ruangan khususnya di lantai paling dasar gedung ini.


“Minta dia untuk membuat sebanyak mungkin”


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih sudah meninggalkan jejak kalian disini yah…


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2