HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Hilangnya Ellena


__ADS_3

Setiap pertengahan tahun tepatnya pada tanggal 7 Juni, suku asli pulau tersebut akan mengadakan sebuah perayaan untuk menghormati dewa perang mereka.


Mereka akan mengadakan sebuah festival untuk meramaikan acara tersebut selama tiga hari tiga malam secara bergantian, mulai dari festival kuliner, musik dan tarian tradisional hingga pasar malam yang menyediakan berbagai jenis wahana.


Ellena yang kandungan nya kini menginjak usia 7 bulan meminta kepada sang suami untuk membawanya ke pasar malam tersebut untuk mengenang kembali masa kecilnya.


"Aku mohon sayang, sebentar saja..." Rengek Ellena.


"Elle..." Harley sudah tidak bisa lagi berkata-kata, sejak tadi dirinya sudah berusaha untuk membujuk agar sang istri mengurungkan niatnya.


"Baiklah...Hanya sebentar saja oke?" Akhirnya pria dingin tersebut mengabulkan permintaan istri kecilnya sebelum tangisannya pecah dan membuat heboh seisi rumah, apalagi dua orang pria biang kepanikan.


Harley berhasil membawa Ellena menyelinap keluar dari rumah besarnya, melewati Charlie dan Emir yang tertidur didepan televisi saat menonton pertandingan sepakbola.


"Hanya dua orang manusia itu yang tertidur saat nonton bola" Batin Harley.


Tiba di pasar malam Ellena terlihat begitu senang melihat pemandangan yang sudah lama tidak dilihatnya, dia menarik tangan suami besarnya untuk mengunjungi berbagai tempat permainan juga makanan.


"Aku mau boneka itu sayang" Tunjuk Ellena pada sebuah boneka beruang besar yang terpampang pada sebuah stand permainan.


"Kita bisa membelinya saja sayang, disana sangat ramai sekali" Harley lebih mengkhawatirkan perut sang istri ketimbang harus berdesakan disana. Sebenarnya mudah saja baginya untuk menembaki sasaran itu untuk memenangkan boneka yang diinginkan oleh Ellena, tetapi melihat kerumunan orang disana membuat dirinya berpikir ulang untuk mendekati wahana permainan tersebut.


"Tapi aku mau boneka yang itu Harley, please...." Pinta Ellena dengan puppy eyes nya.


"Oke tapi kamu tunggu disini, jangan kemana-mana..." Harley mencium kening dan bibir Ellena terlebih dulu sebelum akhirnya mengabulkan permintaan sang istri untuk bermain dan memenangkan boneka yang diinginkan oleh nya.


Sesekali Harley menoleh ke arah istri kecilnya itu sambil menunggu giliran nya untuk bermain, dan Ellena selalu menyambut tatapan matanya dengan lambaian tangannya serta senyuman manisnya.


Tetapi ketika Harley sudah berhasil mendapatkan boneka yang diinginkan oleh Ellena dan akan kembali padanya, dirinya sudah tidak bisa lagi menemukan keberadaan sang istri ditempatnya.


"Ellena....! Ellena....!" Dengan penuh kekhawatiran Harley mulai memanggil dan mencari keberadaan Ellena ke setiap tempat sambil memegangi sebuah boneka beruang besar ditangannya.

__ADS_1


"Ya Tuhan...Dimana dia" Batin Harley


Harley meminta bantuan kepada bagian informasi untuk meminta kepada istri kecilnya itu untuk menunggunya disana melalui pengeras suara, sementara dirinya beserta seluruh petugas keamanan terus mencari keberadaan nya di seluruh tempat yang sedang ramai pengunjung tersebut.


Harley mencoba untuk menghubungi Charlie dan Emir bahkan Archie juga Dean, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menjawab panggilan telepon dan pesan singkatnya.


"Sialan! Mereka tidur seperti bangkai!" Umpat Harley, lalu kembali meneruskan pencarian nya.


Tidak menyerah dengan usahanya, Harley memutuskan untuk meminta bantuan dari pihak kepolisian di pulau tersebut. Rasa khawatir yang semakin tinggi mengingat usia kehamilan Ellena yang sudah 7 bulan, membuat dirinya frustasi karena memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.


"Elle sayang.... Kamu dimana..." Batin nya menangis, terlebih saat ini ingatan buruk tentang mendiang Paloma kembali hadir didalam pikiran nya.


"Maafkan aku Ellena...."


"Maaf tuan Harley, kami telah mencarinya ke seluruh tempat tetapi istri anda belum kami temukan" Seorang petugas keamanan menghampiri Harley yang tengah duduk didalam mobil nya, dan membuyarkan lamunannya.


Harley kembali ke pasar malam tersebut setelah dirinya melaporkan kehilangan Ellena ke kantor polisi. "Apa??!! Tapi bagaimana mungkin?!! Jumlah kalian ini sangat banyak, kenapa tidak bisa menemukan keberadaan istri ku!!" Geram Harley, lalu membuka pintu mobilnya dan beranjak dari tempat duduknya.


"Hentikan semua permainan sekarang! Dan minta semua orang untuk diam ditempat nya!"


Berjam-jam lamanya mereka kembali mencari keberadaan Ellena disana, tetapi keberadaan istri kecilnya itu tidak juga ditemukan. Dimana sebenarnya dia berada? Kenapa begitu cepat dia menghilang dari tempat sebesar dan seramai ini? pikir Harley.


Tidak mungkin Ellena tersesat ditempat ini, apalagi gadis sepintar itu kalaupun tersesat pasti akan mencari cara untuk menghubungi nya. Dia pasti akan menelpon nya atau meminta bantuan kepada pihak keamanan atau bahkan menunggu nya di mobil.


"Apa seseorang telah menculiknya??" Batin Harley.


Tetapi siapa yang telah berani menculik menantu dari pemilik pulau ini? Itu sama saja dengan bunuh diri namanya. Harley memikirkan banyak kemungkinan di otaknya, diapun telah melacak posisi Ellena melalui GPS pada ponsel dan liontin kalungnya. Tetapi anehnya tidak ada satupun dari kedua nya yang dalam keadaan aktif!


Harley memutuskan untuk kembali melakukan pencarian dengan caranya seorang diri, apapun yang terjadi nanti yang penting dirinya bisa menemukan kembali keberadaan istri tercintanya itu. Meski nyawa taruhannya.


Harley mengarahkan kemudinya keluar dari tempat yang sudah kembali hidup, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


"Tunggu aku sayang.... Tunggu aku..."


Sementara disebuah ruangan yang gelap, seorang wanita hamil tengah terlelap dalam tidurnya. Wanita itu kelelahan setelah semua peristiwa yang dilaluinya malam itu, dia berteriak sekencang-kencangnya memanggil nama Harley dari atas ketinggian tetapi suami besarnya tersebut tidak juga menyadari keberadaan dirinya disana.


Dan dibawah ancaman orang-orang yang tiba-tiba menghampiri nya tadi, dengan sangat terpaksa Ellena menuruti perintah ajakan mereka untuk pergi dari tempat itu.


"Dia tetap cantik meski dalam keadaan tertidur"


"Ya...Kau benar, sayang sekali kita tidak bisa membawa keduanya"


Tiba-tiba...


Klik!


Klik!


"Jangan bergerak! Atau kalian mati saat ini juga!"


Dua moncong pistol telah mendarat dengan sempurna di kepala belakang dua orang yang tengah asik memandangi seorang wanita hamil yang sedang tidur, dan tanpa perlawanan berarti mereka menuruti perintah sang pemilik pistol untuk mengangkat kedua tangan mereka ke udara.


Mereka tidak menyangka jika orang ini telah mengetahui keberadaan mereka secepat ini, memang benar apa yang dikatakan orang-orang tentang dirinya. Seorang top agen rahasia dengan kemampuan hebat dalam melacak keberadaan seseorang baik itu kawan maupun lawan.


"Jangan pernah berpikir sedikitpun untuk melakukan perlawanan!"


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


__ADS_2