
Sebelumnya saya kenalkan tokoh-tokoh yang baru muncul di bab sebelumnya...
Kevin, usia 27 tahun, seorang dokter di Rumah Sakit X, pribadi yang humble dan teman cerita yang baik. Orang yang baru dikenal Zania dan langsung akrab karena kepribadiannya itu. Dia menyukai Zania, tapi dia mundur saat mengetahui Zania telah bersuami.
Riri, usia 25 tahun, seorang dokter di Rumah Sakit tempat Zania bekerja merupakan sahabat Zania dan sepupu dari Rifky. Merupakan pribadi yang lumayan bawel, cerewet, tapi baik hatinya. Selalu memberikan dukungan kepada Zania akan semua masalah yang dialami, walaupun dia juga memiliki masalah yang sama dengan disembunyikan hal itu dengan sifatnya yang funny.
***
#Rifky Pov'
Saat kamu datang ke kantorku, aku sudah mengatahui hal itu dan dengan sengaja aku memanggil Bella ke kantor supaya kamu melihat apa yang aku lakukan padannya. Aku tidak tahu kenapa aku sampai melakukan hal seperti itu padamu. Sampai sampai kamu menelphonku berkali-kali pun tidak aku jawab. Karena aku takut akan pembahasan yang kamu bicarakan. Sungguh aku seperti seorang pengecut saat ini. Aku pun tak tahu kenapa aku begitu kejam padamu dan egois seperti ini. Tapi aku ingin kamu membenciku dan menghilangkan perasaan itu darimu. Aku tahu kamu mulai mencintaiku, tapi kamu mengelaknya. Tapi dilain sisi aku tidak menginginkan hal itu, karena tidak bisa aku pungkiri aku juga menyukaimu.
Tapi saat ini, ketika aku melihatmu menatapku seperti itu, hatiku terasa tercabik cabik. Aku seperti bajingan yang mempermainkan dua wanita. Sungguh aku merasa berdosa melakukan hal ini.
"Maafkan aku Zania, jangan pernah mencintai laki-laki bajingan ini. Membenciku lebih baik untukmu"ucapku sakit dengan setiap kata yang terlontar ini. Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini hadir.
Aku mulai teringat ketika dia mengatakan...
"Itu perasaan yang salah jika kita saling mencintai. karena saya tidak akan mencintaimu, saya membencimu Rifky, dan saya tidak mencintaimu. Saya harap kamu tidak salah paham akan semua ini, segara kirimkan surat perceraian itu."ucapnya yang teringat dibenaku. Padahal itu adalah inginku dia membenciku. Tapi setiap kata yang terucapkan dimulutnya sungguh menyakitkan. Aku tidak bisa mengelak lagi akan perasaan ini.
Aku melihatnya pergi meninggalkan ruangan ku. Aku sebenarnya merasa kesal ketika dia mengatakan hal itu. Padahal aku yang pertama mengucapkannya. Tapi aku merasa tidak senang ketika dia mengucapkan hal itu.
__ADS_1
Aku pun segera menelpon pengacaraku untuk mengurus urusanku dengannya. Lidahku terasa kelu ketika mengatakan hal itu kepada pengacaraku. Sebenarnya waktu aku mengucapakan hal itu, karena aku sangat kesal padanya. Dia tertawa dengan laki-laki lain selain aku. Dia bisa bermanja dengan laki-laki lain tapi tidak denganku. Dia bisa bercanda dengan laki-laki lain tidak denganku. Kenapa ketika denganku dia seperti itu, aku sangat kesal, hingga kalimat laknat itu keluar di mulut tajamku yang tidak bisa terkontrol ini.
Aku tahu, aku terlalu berlebihan. Aku tahu, aku cemburu. Aku tahu perasaan ini salah. Tetapi, jika waktu bisa di ulang kembali. Inginku menarik kata-kata laknat itu. Sungguh aku sangat menyesal akan semua ucapanku maupun tindakanku.
#Rifky Pov' end
***
#Bella pov'
Aku melihat wanita itu keluar dari ruangan Rifky. Dia berjalan begitu anggun tapi, ekspresi wajah yang tidak bisa dibohongi. Aku menatap wajahnya itu yang sekilas menatapku.
Dia melewatiku dengan tatapan yang tidak bisa aku artikan. Aku memberikan salam padanya dan tersenyum senang melihatnya. Tidak tahu kenapa aku melakukan hal seperti itu padanya. Tapi aku merasa senang akan kepergian dan ekspresi wajahnya itu.
Aku pun ingin masuk ke ruangan Rifky, tapi aku urungkan ketika aku dengar Rifky membanting sesuatu dan terdengar sangat keras. Aku merasa khawatir dan bergegas membuka pintu itu dan langsung masuk kekantor Rifky. Namun apa yang aku lihat disana semua barang yang ada disana sudah berserakan tidak berbentuk dan sebuah laptop yang sudah hancur dibuatnya.
"Kenapa!!!!, apa yang kamu lakukan ky!!! Kenapa kamu menghancurkan kantormu sendiri"ucapku yang melihat keadaan Rifky tidak seperti biasanya. Aku tidak pernah melihatnya semarah ini selama ini. Apa semua ini karena dia. Bayang bayang wanita itu pun hadir dikepalaku. Angan angannya pun berkeliling di otakku, sungguh aku takut dengan apa yang aku fikirkan saat ini. setelah melihat apa yang telah Rifky perbuat.
"Keluar...!!!, keluar Bella!!! Aku butuh waktu sendiri"teriak nya yang membuatku membenci hal ini. Aku tidak pernah menerima perlakuan seperti ini dari Rifky. Rifky tidak pernah berteriak seperti itu padaku. Tapi cuma gara-gara wanita itu dia melakukan hal itu padaku. Sungguh aku merasa kesal sekarang. Aku tidak bisa mengontrol emosiku juga.
"Jangan bilang kamu tidak rela bercerai darinya. Kamu mulai menyukai wanita itu!, Katakan Rifky, katakan!!!"ucapku mulai terbawa emosi dengan menatapnya tajam dan mendapatkan balasan dari Rifky yang tidak kalah tajam menatapku.
__ADS_1
"Aku bilang keluar!!!, berarti keluar Bella!!!, Kenapa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan!!!"ucapnya lagi dan semakin membuatku kesal.
"Kamu berubah ky, kamu harus ingat kamu tidak bisa meninggalkanku. Kamu harus ingat itu"ucapku yang langsung keluar dari ruangan Rifky dan meremas kertas yang ada di depanku sampai kertas itu tidak berbentuk dan melemparnya asal karena kesalku saat ini.
"Aku tidak akan melepaskan Rifky begitu saja. Aku tidak akan pernah melepaskannya. Untukmu Nia, aku tidak akan membiarkan Rifky memilihmu, karena Rifky hanya milikku, miliku!"ucapku menatap tajam kearah satu titik.
#Bella pov' end
***
Setelah keluar dari kantor Rifky perasaan Zania sudah kayak es campur. Dia tidak bisa mengontrol air yang menerobos keluar dari matanya itu. Tidak tahu kenapa dia menangisi hal tidak perlu itu, sungguh bodoh dirinya saat ini menurutnya.
"Aku tidak mencintainya, ini perasaan salah. Aku tidak mencintainya, kenapa air mata ini tidak berhenti keluar" ucap Zania disela tangisnya sambil menghapus sisa sisa air mata itu dengan tisu.
Zania yang sudah berada di mobilnya itu pun langsung membanting strirnya untuk keluar dari parkiran tersebut. Dia merasa pusing dengan keadaan yang entah kenapa bisa seperti ini. Kenapa dia bisa mencintai laki-laki yang tidak peduli kepadanya. Padajal dia juga berusaha tidak peduli dengan laki-laki itu. Tapi kenapa malah tumbuh perasaan yang tidak tahu muncul dari mana ke hatinya ini dan membuatnya patah hati. Sungguh miris sekali bukan.
***
Saya ingatkan kembali, ini cerita maju mundur cantik ya, jadi jangan salah pengertian jika ceritanya muter2 ke old and now,😁
Mohon maaf banyak typo
__ADS_1
Maaf juga kalau ceritanya gaje😁