
Diantara Dua Pilihan
Riri Pov'
"sayang"ucap Riri ke Revan yang masih fokus dengan laptopnya, karena Revan sedang memilih judul yang akan dia ambil menjadi judul skripsinya. Sebab dia harus segera Konsul mengenai hal itu ke dosen pembimbingnya.
"Hem, iya sayang"jawab Revan yang masih fokus dengan layar laptopnya itu.
"aku risih disini. Para fans-fans kamu kenapa berteberan disini sih, gak nyaman sama tatapan mereka ke aku"kesal Riri dengan Revan yang tidak menghiraukan perkataannya itu dan malah fokus dengan laptopnya.
"biarin saja, gak perlu ditanggapin"ucap Revan lagi yang masih berkutik dengan laptopnya itu.
Riri sebenarnya merasa kesal. Karena sering sekali dia di teror oleh para fans dari pacarnya itu. Tapi Revan selalu menganggap hal itu dengan enteng dan membuat Riri marah. Riri selalu bersabar dan bersabar. Tapi bersabar itu ada batasnya, iyakan?
"kalau kita gak pindah, aku pulang saja kalau gitu. Aku gak betah disini"ucap Riri berdiri dan langsung dihentikan oleh Revan yang langsung memegang tangannya dan menatap Riri memelas.
"sebantar dulu sih sayang dan abaikan saja mereka. Anggap saja mereka gak ada ok"ucap Revan memelas menatap Riri yang langsung luluh akan tatapan dari Revan itu.
"kamu lihat tatapan mereka ke aku Van. Seperti tatapan mau membunuh saja. Apa sih masalah mereka"ucap Riri kesal. Revan pun langsung menatap kearah yang Riri maksud. Revan menatap wanita-wanita itu yang langsung mengalihkan wajah kearah lain. Revan sebenarnya juga merasa kesal dengan mereka yang selalu mengikutinya, termasuk wanita yang sangat dikenalnya itu Stevani dan gengnya.
"mereka lagi"human Revan pelan.
.
.
.
.
.
"aku pulang duluan kalau begitu ya"ucap Riri pamit ke Revan, karena Riri tahu Revan belum menyelesaikan tugasnya itu.
__ADS_1
"maafin aku ya sayang"ucap Revan memegang tangan Riri. Dia merasa bersalah ke Riri dan Riri pun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kearah kekasihnya itu.
"kiss"ucap Revan mengeluarkan sisi jailnya itu sambil menunjuk kearah bibirnya. Riri yang melihat sikap Revan hanya menggelengkan kepalanya.
"mulai deh jailnya"ucap Riri kesal karena Revan selalu menggodanya.
"kalau gak marah, kiss dong"goda Revan lagi yang langsung lengannya dicubit oleh Riri.
"gak tahu kondisi kamu ini mah, rame tahu, siapa juga yang marah"ucap Riri keceplosan. Revan yang mendengarnya semakin menggoda kekasihnya itu.
"Alhamdulillah deh kalau gak marah. oh ya berarti kalau sepi, boleh dong"goda Revan lagi tersenyum jail kearah Riri yang semakin kesal dengan Revan.
"Revan..."rengek Riri kesal dengan kekasihnya ini, yang semakin menggodanya.
Disisi meja lain ada yang memperhatikan mereka berdua dan dia sangat tidak menyukai interaksi antara sepasang kekasih itu. Hingga tisu yang ada di meja itu dia sobek-sobek sampai habis.
"awas saja kamu Riri. Aku akan membuatmu menangis hingga memutuskan Revan"ucapnya menatap Sinis kearah Riri. Ternyata dia adalah Stefani, wanita yang sangat menggilai Revan.
"Santai saja Stef, aku akan membuat Riri menangis dan memohon karena dia berani-beraninya merebut Revan dari kamu"ucap Dian, teman Stevani.
"aku akan membuatmu menyesal merebut orang yang kami cintai Riri"ucap Dian menatap sinis Riri.
.
.
.
.
"ya sudah, hati-hati saat menyetir ya"ucap Revan yang diangguki oleh Riri yang langsung pamit ke Revan.
"iya sayangku, pulang ya"ucap Riri yang langsung dengan cepat mengecup pipi kekasihnya itu dan buru-buru masuk ke mobil.
__ADS_1
Revan terkejut dengan apa yang dilakukan Riri padanya. "manis banget sih kamu Ri"ucap Revan tersenyum.
""bye"ucap Riri yang langsung meninggalkan Revan yang masih senyum-senyum gak jelas itu.
.
.
.
.
Sepanjang perjalanan Riri tidak berhenti tersenyum karena kelakuannya tadi. Karena dia sangat berani mencium kekasihnya itu terlebih dahulu. Skip
Sampailah Riri dirumah saat akan memasukan mobilnya dia melihat dua orang yang sangat dia kenal sedang bercanda dan sangat bahagia disana. Riri merasa ada yang salah dengan hatinya saat ini. Tanpa terasa air matanya menetes saat melihat salah satu dari mereka tersenyum.
"Begitu cepat kamu melupakanku Derren"ucap Riri menatap kearah luar saat Derren dan Zania saling berdebat.
.
.
.
.
.
**Jangan lupa untuk memberikan Like, comment, vote dan rete ya Gengs...
Jangan lupa juga untuk cek cerita author yang lain " Di Balik Senja" dan "Menjaga Hati"
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1
💛💛💛💛💛**