Harus Memilih

Harus Memilih
Ku mau dia


__ADS_3

*Ku harap semua ini bukan sekedar harapan


Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan


Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya


Jadi saksi cintaku padanya


Tak main-main hatiku


Apapun rintangannya 'ku ingin bersama dia


Ku mau dia, 'tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Ku mau dia, walau banyak perbedaan


Ku ingin dia bahagia hanyalah denganku


Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut


Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya


Tak main-main hatiku


Apa pun rintangannya 'ku ingin bersama dia*

__ADS_1


(🎶Admesh Kamaleng - Ku mau dia)


"yang dimaksud siapa nih"goda Riri ke Zania yang mendengarkan lagu di handphonenya yang sedang nge play lagu dari Admesh K.


"buat kamu, soalnya aku lagi mau kamu RI"ucap Zania dengan tatapan horor dan membuat Riri bergidik ngeri.


"gini nih kalau kelamaan sendiri, otaknya mulai konslet, udah kuy pulang. Sudah ganti sift nih. Oh ya Nia tadi aku lihat Rifky ke ruangan pasien VVIP, siapa sih yang dirawat disana"tanya Riri.


"mana aku tahu, pasien dr. Dani itu. Yaudah ayo pulang saja, kamu duluan saja. Ada yang perlu aku kerjakan sebentar"ucap Zania tersenyum kearah Riri.


"oke deh"ucap Riri yang langsung keluar dari ruangan Zania.


.


.


.


.


.


"ruang VVIP, dia tidak menggunakan jas kerjanya dan dia sedang cuti saat ini. Apa ada kenalannya yang sakit disini"ucap Zania bertanya-tanya setelah melihat lantai berapa lift itu berhenti.


Karena jiwa kepanasaran yang sangat tinggi, Zania dengan cepatnya menuju kelantai itu. Setelahnya sampai disana. Zania mencari-cari keberadaan Devan. Laki-laki yang jarang dia temui minggu-minggu ini. Raut wajah Devan yang sangat dingin membuat Zania bertanya-tanya. Karena Zania jarang sekali melihat ekspresi seserius itu dari laki-laki yang dulu atau sekarang pernah ada dihatinya itu.


Saat akan melangkahkan kaki nya keluar dari lift, Zania terkejut melihat dua orang laki-laki yang dia kenal sedang saling berhadapan di depan ruangan pasien yang selalu di kunjungi oleh Rifky. Entah kenapa Zania malah sembunyi dan menguping pembicaraan dua orang tersebut.

__ADS_1


"aku harus bertemu dengannya"ucap Devan menatap tajam ke Rifky yang biasa saja.


"dan setelah itu kamu akan membawanya dan menyekapnya lagi. Apa ini Devan yang gw kenal?"ucap Rifky masih berdiri didepan pintu.


"kamu tidak tahu apa-apa ky, kamu akan menyesal telah menyelamatkan wanita ular itu"ucap Devan masih dengan tatapan yang tajam itu. Rifky masih berdiri tegak disana.


"dan perlu kamu tahu Dev, cara yang kamu lakukan itu salah. Jika wanita itu merugikan orang lain harusnya kamu serahkan ke pihak berwajib bukan, dan itu yang akan aku lakukan. Bukan dengan cara kamu dengan menyiksanya secara mental"ucap Rifky menekan di setiap perkataannya.


Devan yang mendengarnya merasa marah dengan ucapan yang terlontar dari Rifky. Zania yang melihat Devan akan memukul Rifky pun berusaha menghalanginya dan malah mengenai Zania yang langsung tersungkur ke lantai. Devan dan Rifky yang melihat hal tersebut pun sama-sama kagetnya.


.


.


.


.


.


Hallo para readers...sorry baru update lagi


maaf ya Author kemarin mutung banget, bukan kemarin lagi ya, sudah berminggu-minggu kali wah😅,


Author usahakan bisa update 2hr sekali deh, tapi gak janji ya...takutnya molor...


Terima kasih sekali lagi bagi kalian yang setia menunggu karya author, meskipun ceritanya muter² kayak gangsingan, terima kasih buat para readers setia♥️♥️♥️, sayang deh sama kalian yang setia mantengin cerita Author...

__ADS_1


♥️♥️♥️


Next on besok ya...di tunggu saja...ini buat pembukaan kembali update..😁


__ADS_2