
"besok besok jangan ngikutin aku lagi"ucapku yang langsung turun dari mobilnya. Sungguh aku sebenarnya merasa kesal dengan sikap Rifky kepadaku. Dengan cara agresif itu menurutku sangat mengganggu. Apalagi status kami saat ini adalah mantan suami isteri. Dia selalu mengikutiku seperti yang aku lakukan ke Derren.
"aku akan berhenti mengikutimu setiap hari, jika kamu berhenti menemui laki-laki itu"ucapnya yang membuatku mengerutkan dahi karena ucapanya itu. Aku masih diam tanpa membalas ucapanya yang dia ajukan padaku. Aku pun mencoba keluar dari mobilnya namun dihentikan olehnya.
"kamu sadar, aku sangat khawatir, jika kamu selalu menemuinya Nia. Kamu tidak tahu seberapa buruknya dia, dan mungkin kamu akan sangat bersedih jika mengetahui..."ucap Rifky digantung. Aku menatapnya serius menunggu dia melanjutkan ucapannya itu.
"dia kenapa!?"ucapku yang sudah tidak sabar dengan apa yang akan di ucapkan oleh Rifky.
Dia menghela nafasnya dengan kasar dan kembali melanjutkan perkataaan yang terjeda itu.
"dia mengetahui semua kejadian itu sebelum kamu memberitahukan hal itu padanya Nia. Dia juga yang ikut serta atas kejadian kamu. Aku baru mengetahuinya 2 hari yang lalu dari orang kepercayaanku. Jadi aku harap kamu menghentikan untuk menemuinya"jelas Rifky yang membuatku diam membeku. Sungguh, apakah perkataannya adalah kebenarannya. Atau itu usahanya supaya aku tidak menemuinya?
"Aku hanya tidak ingin kamu disakiti oleh mereka, cukup aku yang pernah menyakiti perasaanmu Nia"ucapnya lagi dan membuatku tersenyum getir atas ucapannya barusan.
"kalau begitu, selamat malam dan terima kasih atas informasinya"ucapku yang langsung membuka pintu mobil itu dan buru-buru masuk kerumah namun tertahan akan perkataan Rifky yang menghentikan langkahku.
"aku akan menyeret mereka berdua kejalur hukum Nia, meskipun itu harus membawa Devan dalam hal ini"ucap Rifky lagi.
Aku menatap Rifky yang juga menatapku serius. Setelah itu dia tersenyum getir sembari mengatakan.
"Aku akan membawa kasus ini kejalur hukum untuk menyelesaikannya. Aku tidak ingin mereka melakukan hal jahat lagi padamu, keluargaku, maupun orang-orang terdekatku Nia. Meskipun Devan, sahabatku sendiri harus terjerat hukum juga. Aku akan mengakhiri semua ini"ucap Rifky lagi. Sungguh aku merasa ada sebuah benda yang sangat tajam menghantam diri ini. Rifky pun langsung pamit pergi dan mobil yang dikendarainya telah menghilang. Aku tidak tahu kenapa aku menangis mendengarkan ucapannya itu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Sesampainya aku dikamar, aku merenungkan apa yang baru saja diberitahukan Rifky padaku. Sungguh apa aku harus mempercayai ucapanya. Tapi waktu itu?, Derren sangat syok akan keadaan Jesicca.
Tiba-tiba suara handphone mengagetkanku dan ternyata Devan calling, aku pun menjawabnya.
"*hallo, kenapa Dev?"tanyaku padanya dari saluran telphon.
"oke, kamu kerumah saja yeah"ucapku padanya dan dia menyetujuinya. Kami pun mengakhiri sambungan telphone ini*.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Aku menunggu Devan di ruang tamu. Dia akhirnya datang dengan keadaan yang sangat kacau dan tidak rapi seperti biasanya.
Devan langsung duduk disampingku dan langsung menggenggam kedua tanganku erat dan menatap wajahku khawatir.
"aku harus gimana Nia,!!!, semua ini gara-gara Rifky, kalau saja dia tidak..."ucap Devan frustasi dan aku menatapnya sedih dan mencoba menenangkan Devan dengan mengelus pelan punggungnya.
"disini kita semua salah Dev, jadi jangan saling menyalahkan oke. Dengarkan aku, tatap mata aku. Aku ingin kamu bertanggung jawab akan apa yang telah kamu lakukan pada Jesicca. Jika itu kunci jawaban yang terbaik kamu harus menghadapi hal itu Dev. Jika kamu harus menikah dengannya"ucapku menahan air mata ini. Sungguh aku tidak bisa melihat Devan dengan keadaan seperti ini.
"untuk apa aku menikahinya, aku tidak melakukan hal diluar itu. Aku hanya memberikannya pelajaran Nia, dengan mengurungnya dan membuat dia sendirian. Aku tidak melakukan hal lebih dan harus menikahinya!!"ucap Devan dan membuatku terdiam. Tapi itu ada benarnya. Apa ini hanya tipuan dari Derren dan Jesicca yang menginginkan Devan menikahi Jesicca dengan situasi ini. Sungguh aku bingung dengan keadaan ini.
"kamu percayalah padaku Nia. Aku hanya memberikan pelajaran padanya, aku tidak melakukan hal lebih"ucap Devan meyakinkanku.
"Rifky akan membawa permasalahan ini ke Hukum Dev. Dan kamu terlibat dengan melakukan penganiyaan pada Jesicca"ucapku menundukan kepala.
"jika itu aku akan menerimanya Nia. Tapi tidak dengan menikahi Jesicca, aku akan berbicara dengan Rifky dan membantunya mempercepat proses. Aku akan menerima hukuman apa yang akan aku terima, tapi tidak dengan menikahi wanita licik itu"ucap Devan dan aku menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa aku artikan.
"karena kamu tahu, perempuan yang selama ini aku tunggu itu kamu Nia, aku akan selalu menunggumu, hingga kamu siap bersamaku"ucap Devan yang langsung pergi meninggalkanku.
Next on....
tunggu kelanjutannya besok ya Gengs🖤🖤🖤
__ADS_1