
"hai...Rifky"sapa Devan yang langsung masuk keruang Rifky yang langsung menatap sahabatnya itu sebentar dan kembali fokus ke berkas-berkas yang menumpuk dimejanya itu.
"ada perlu apa kemari Dev, saya lagi sibuk"ucap Rifky yang mendapat balasan senyuman ejekan dari Devan.
"jika kamu sesibuk ini, tidak seharusnya kamu mencuri milikku bukan"ucap Devan yang langsung duduk di kursi ruangan Rifky. Rifky pun langsung mengalihkan perhatiannya kearah Devan yang tersenyum mengejek kearahnya.
"Hem... apa maksudmu perempuan itu, atau Zania"ucap Rifky kembali mengejek kearah Devan. Devan mendengus kesal kearah Rifky.
"aku harus menyembunyikan perempuan itu dari Derren, dia adik Derren dan kamu membawanya untuk dirawat di rumah sakit tempat Zania dan Riri bekerja. Apa maksudmu?"ucap Devan merasa kesal.
"aku tahu dia adik Derren. Terus untuk apa kamu menyembunyikannya dan perempuan itu seperti orang depresi. Apa yang kamu lakukan padanya Dev, sahabatku tidak mungkin menyakiti wanita bukan"ucap Rifky yang masih fokus dengan berkas-berkasnya itu.
"perempuan polos lebih menakutkan Rifky. Kamu tahu apa yang dia lakukan ke Nia, dia yang menyebabkan kecelakaan itu. Aku berbaik hati ke perempuan itu tapi ternyata dia sama saja seperti kakaknya. Jadi aku harus membuatnya menderita dan merasakan apa yang Nia rasakan"ucap Devan terbawa emosi ketika mengingat kejadian sebelum kecelakaan Zania terjadi.
Flashback...
"kamu punya kekasih di Indonesia, siapa namanya"tanya Jesicca ke Devan.
__ADS_1
"Zania, aku akan mengenalkannya padamu Jes, pasti kalain bisa klik deh. Orangnya asik, aku yakin itu"ucap Devan yang melanjutkan santap makanannya.
"oh...jadi ini alasan kamu balik ke sana, karena ingin menemuinya"ucap Jesicca merasa bersedih ketika mengetahui kenyataan yang sulit untuk di terimanya.
Sejak pertama pertemuannya dengan Devan beberapa tahun yang lalu, Jesicca telah jatuh hati ke Devan meskipun dia tidak berani mengungkapkannya. Perhatian yang Devan berikan kepadanya itu membuatnya mencintai laki-laki itu. Tapi kenyataan pahit akhirnya melanda dirinya. Ketika laki-laki yang dicintainya itu mengatakan ingin kembali dan bertemu kekasihnya itu, rasa cemburu melanda Jesicca yang tidak terima jika Devan memiliki perempuan lain.
"nama kekasihmu Zania Dwi Pratnoejo e bukan?"tanya Jesicca ke Devan yang hanya mendapat balasan anggukan kepala dan tiba-tiba mengeluarkan handphonenya dan menunjukan foto Zania ke Jesicca.
"cantik bukan. Sudah lama aku tidak memberikan kabar kepadanya. dan kamu Jesicca sahabatku yang paling cantik, aku pastikan segera mengenalkanmu dengan dia. Aku harap kalian akan akrab"ucap Devan tersenyum kearah Jesicca sambil menjaili Jesicca dengan mengacak-acak rambut sahabatnya itu.
"tumben gak marah, rambutnya aku berantakan gini"ucap Devan ke Jesicca yang langsung menatap Devan dan membuat Devan canggung dengan tatapan yang diberikan Jesicca untuknya.
"tunggu saja pembalasannya"ucap Jesicca tersenyum jail ke Devan yang malah tertawa melihat sikap sahabatnya itu.
"kayak apa sih pembalasannya"goda Devan yang langsung digelitiki oleh Jesicca dan membuat Devan minta ampun.
"nyerah"ucap Jesicca dan membuat Devan mengibarkan bendera putih pertanda menyerah.
__ADS_1
.
.
.
.
Beberapa hari sebelum Devan balik ke Indonesia, Jesicca lebih dulu pulang kesana.
.
.
SEE YOU NEXT TIME
Buat nemenin malam Minggu nya teman-teman kali yaðŸ¤
__ADS_1