Harus Memilih

Harus Memilih
123 Aku Ikut Bahagia


__ADS_3

"Kak...kak Revan..."panggil Zania sambil mengetuk kamar Revan.


"Kenapa sih dek"ucap Revan membuka pintunya.


"Nih, dapat undangan acara tunangan dari Riri sama Kevin"ucap Zania memberikan undangan itu ke Revan yang langsung mengambilnya.


"Kak Revan baik-baik saja kan?"tanya Zania memastikan keadaan kakaknya itu.


"Yang kamu lihat? kakak sehat bukan?!"ucap Revan tahu maksud dari perkataan dari adiknya itu.


"Syukur deh kalau begitu. Berarti sudah punya pasangan untuk menghadiri acara tunangan Riri dong" ucap Zania memperhatikan Revan yang diam saja setelah ya menatap kesal adiknya itu.


"Apaan sih.... sana-sana"usir Revan ke adiknya itu.


"Ya sudah deh, oh iya Nia izin keluar sebentar ya kak, titip bilang ke mama"ucap Zania yang berlalu namun berhenti setelah Revan bertanya ke adiknya itu.


"Keluar kemana?, sama siapa?"tanya Revan ke adiknya. Karena dia masih takut Zania membawa mobil sendiri lagi. Takut kejadian dulu terulang lagi.


"Tadi lupa mau beli sesuatu. Keasikan nemenin Riri sih, sebentar kok. Kakak gak perlu khawatir, Nia beli sendiri."ucap Zania ke Revan. Dia tahu kakak nya ini sebenarnya khawatir kepadanya.


"Ya sudah ayo kakak anter. Muka-muka mu itu tidak dapat dipercaya soalnya. Inget dek, kamu ini masih dalam masa pemulihan"ucap Revan ke Zania yang langsung di iyakan saja.


Revan pun mengantarkan Zania untuk membeli barang yang diperlukan. Diperjalanan menuju parkiran saat akan pulang tanpa sengaja mereka bertemu dengan Kevin dan Riri.


"Hai Kevin, Riri, kalian mau kemana?"teriak Zania memanggil teman-temannya itu.


Riri yang melihat Zania bersama Revan mencoba untuk bersikap tenang. Mereka pun menghampiri Zania dan Revan.


"Bocah ini ngambek Ni, gara-gara gak bisa menemani dia buat ambil nih baju"ucap Kevin yang melihat muka Riri makin di tekuk.


Zania yang melihat ekspresi Riri pun tertawa dan melihat kearah kakaknya yang hanya diam membisu menatap kearah Riri.


"Cari makan sajalah yuk, biar nih bocah gak ngambek lagi. Kalian gak sibuk kan"ajak Kevin dan Zania hanya tersenyum mendengar ajakan sahabatnya itu, sambil melihat kearah kakak nya.


"Kak gimana?"tanya Zania menunggu jawaban dari Revan.


"Ya udah ayok, didepan situ ada cafe"ucap Revan dan Riri pun sontak melihat kearah Revan yang juga melihatnya.


Mereka pun ke cafe itu dan memesan makanan dan minuman disana.


"Sudah sih Ri, jangan ngambek gitu. Kasian babang Kevin"goda Zania ke temannya itu.

__ADS_1


"Biarin saja. Biar tahu rasa dicuekin kayak mana. Memangnya ini acaraku saja, ini kan juga acaranya dia. Harusnya dikerjain bersama-sama dong"ucap Riri.


"Tuh kan Ni. Lihat sahabatmu ini, kemarin bilangnya 'oke gak apa-apa kok' sekarang ceritanya lain lagi, marah dia. Mau mu sebenarnya gimana sih yang!?"ucap Kevin yang mulai jengah dengan sifat calon tunangannya itu. Revan yang melihat interaksi keduanya pun tanpa sadar berdecih dan membuat mereka melihat kearahnya.


"Kenapa Van?"tanya Kevin ke Revan.


"Gak apa-apa"ucap Revan yang membuat Zania dan Kevin bingung. Sedangkan Riri menatap kearah Revan. Revan tiba-tiba memanggil waitters dan memesan.


"Ada ice cream stroberry dan vanila"tanya Revan yang membuat Zania dan Kevin saling tatap sedangkan Riri langsung izin pergi ke toilet entah kenapa.


"Ada mas"ucap waitters itu dan Revan memesannya dan dijadikan dalam satu cup.


"Ya ampun kak, ku kira apaan, mau pesan ice cream sampai segitunya, bikin kaget saja. Aku kira kakak marah" ucap Zania menggelengkan kepalanya melihat kelakukan kakaknya itu.


"Aku kira kamu marah Van, ternyata malah pesen ice cream, ngelebihin si Riri"ucap Kevin tertawa.


"Memang itu buat calon tunanganmu. Supaya tidak ngambek lagi"ucap Revan dingin yang membuat Zania kaget.


"Oh iya, hehehe. Mukanya santai dong, jangan gitu. Riri suka yang macam itu, kok aku baru inget sih"ucap Kevin lagi dan Zania berusaha tersenyum.


"Iya Riri suka itu, hehe"ucap Zania dan Riri pun kembali setelah dari toilet dengan berjalan tersenyum kearah mereka.


"Lama banget sih yang"ucap Kevin ke Riri mencoba membujuknya.


"Kan kamu tahu sendiri sayang, aku ada panggilan mendadak dari Rumah sakit. Itu juga kamu bilang alasan!?"ucap Kevin mulai jengah dengan sifat Riri.


"Sudah deh, kalian. Ingat seminggu lagi acara tunangan kalian. Jangan marahan gitu dong, belum saja acara nikah, haduh..."ucap Zania yang gak di anggap oleh mereka berdua yang sama-sama marahan.


Tiba-tiba pelayan cafe datang membawa satu cup ice cream dan membuat mata Riri meliriknya. Revan langsung menyodorkan ice cream itu kehadapan Riri dan Kevin menunggu ekspresi calon tunangannya itu. Riri terdiam dan tersenyum kecut setelahnya.


"Dinginkan dulu kepalamu, makanlah"ucap Revan yang membuat Zania panas dingin dan entah kenapa Riri menurutinya dan membuat Kevin terkejut sambil melihat kearah Revan yang bersikap biasa saja.


"Kevin, ada yang perlu aku bicarakan sama kamu. Ri, aku pinjam Kevin sebentar ya"ucap Zania mengajak Kevin keluar jadi tinggal Riri dan Revan disana. Ada kecanggungan dimeja itu, Riri terdiam bisu sambil mengaduk-aduk ice cream didepannya.


"Selamat atas pertunanganmu"ucap Revan tiba-tiba dan membuat Riri menghentikan aktivitasnya.


"Iya kak"ucap Riri masih tidak menatap Revan.


"Hem....aku bahagia melihatmu bahagia. Sekarang ada laki-laki yang bisa menjagamu dan menemanimu. Aku lihat Kevin laki-laki yang baik dan aku melihat kamu menyukainya"ucap Revan yang tidak mendapatkan jawaban dari Riri yang terdiam.


Di tempat lain....

__ADS_1


"Vin, maaf membuatmu mengikutiku"ucap Zania yang membuat Kevin bingung dengan maksud ucapannya.


"Kenapa Ni?"tanya Kevin ke Zania.


"Aku hanya ingin memberikan waktu sebentar untuk kakakku dan Riri, kamu gak marah kan. Karena ada masalah yang harus mereka luruskan"ucap Zania gugup dan merasa bersalah ke sahabatnya ini.


"Aku tahu kok. Aku juga berharap mereka saling jujur"ucap Kevin yang membuat Zania kaget dengan pernyataan barusan.


"Bagaimana kamu bisa....Riri telah menceritakannya"ucap Zania yang dibalas senyuman dari Kevin.


"Iya Nia...jadi kamu tidak perlu khawatir"ucap Kevin mengacak-acak rambut Zania dan membuatnya kesal karena ulah Kevin padanya.


Di tempat Revan dan Riri...


"Aku minta maaf kak, karena selama ini memberikanmu banyak beban. Aku berharap kamu menemukan wanita yang mengerti kamu"ucap Riri berusaha menatap Revan.


"Kenapa minta maaf. Santai saja, berteman jalan terbaik bukan"ucap Revan tersenyum kearah wanita yang pernah singgah ke hatinya dan harus merelakannya bersama laki-laki lain.


"Iya kak, kak Revan ingin berteman denganku"ucap Riri dan disambut senang oleh mereka berdua.


Akhirnya mereka bisa tertawa bersama lagi. Zania dan Kevin yang melihatnya ikut bahagia.


"Akhirnya, bisa melihat mereka akrab lagi"ucap Zania.


"Yang penting, mereka gak balikan. Nasibku gimana dong"canda Kevin ke Zania.


"Hahaha, gak mungkinlah. Riri itu cinta sama kamu Vin, kelihatan dari cara dia marah ke kamu. Seperti dulu sama kak Revan, tapi beda sekarang yang mengambil perhatiannya kan kamu. Jadi jangan khawatir dech"ucap Zania yang dibalas senyuman dari Kevin.


Mereka pun menghampiri Riri dan Revan yang saling bercanda.


.


.


.


.


.


Dua part author buat khusus Revan dan Riri ya Geng walaupun gak spesifik banget.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote...


__ADS_2