Harus Memilih

Harus Memilih
Part 25| Bertemu Dengannya


__ADS_3

Penulis panjangin ceritanya supaya puas membacanya....😁😁


"Paman ....."suara seorang wanita yang manja dan membuat mereka yang berada diruang tamu tersebut menoleh ke sumber suara yang memanggil Mario.


Betapa terkejutnya mereka ketika tahu siapa yang datang mengunjungi rumah keluarga besar Erlangga itu. Wanita itu adalah...


***


"Kenapa kamu disini"tanya Rifky menatap ke wanita itu yang ternyata adalah Riri, sepupunya.


"Terserah aku dong mau kesini atau nggak. Inikan rumahnya pamanku, kenapa kamu yang keberatan aku berada disini sepupuku, Rifky!"ucap Riri malas menekan dikalimat terakhirnya.


"Dengar ya Riri, aku peringatkan kepadamu, jangan pernah menggangu keluargaku"ucap Rifky yang dibalas senyum sinis Riri yang mengejek.


"Seharusnya aku yang bilang begitu ke kamu dong ky, kakak sepupuku yang ganteng ini"goda Riri mengejek Rifky dengan menantang disetiap ucapannya.


"Kamu tahu, selama ini aku selalu diam loh. karena aku tahu, aku tidak berhak ikut campur urusan pribadimu dan sahabatku Nia. Tapi ternyata aku salah, seharusnya aku memberitahu Nia semua kebusukanmu. Supaya hal buruk itu tidak menimpa Nia. Tapi semua itu terlambat. dan harus kamu ingat RIFKY, Nia lupa segala hal mengenaimu dan anak yang sudah mati itu. Tentunya aku sangat bersyukur akan hal itu. Untung saja anak itu keguguran, kalau nggak kasian aku sama nasib sahabatku yang bodoh karena cinta(merasa mual setelah mengatakan itu)" ucap Riri menekan disetiap kata yang di ucap. Setelah itu dia meninggalkan Rifky yang terdiam di halaman belakang.


***


"Paman, Riri pamit pulang ya soalnya harus ke rumah Nia, paman tahu kan?"ucap Riri menekan di kalimat terakhir dan disambut senyum oleh Mario yang mengerti apa maksud dari keponakannya itu.


"Makan dulu ya ri, sudah disiapin oleh iparmu itu"ucap Mario menunjuk ke Bella yang sedang menyiapkan makanan untuk lunch.


"Sudah jam segini loh paman, besok lagi kesini deh kalau free, boleh ajak Zania nggak?"ucap Riri diselingi senyum jahilnya itu. Semua yang berada di meja makan pun terdiam. Hingga Bella membuka suaranya itu.


"Boleh, aku juga ingin bertemu dengannya"ucap Bella mencoba tersenyum. Riri yang mendengarnya tersenyum sinis.


"Baiklah kalau itu boleh. Sekarang saja gimana? Soalnya Nia baru saja kirim pesan nih, dia baru saja selesai sift dan mau pulang. Aku minta kesini saja ya, sekalian"ucap Riri lagi yang membuat suasana di meja makan itu sunyi.


"Riri cukup"ucap Rifky yang mulai jengah dengan sikap sepupunya itu.


"Why? Apa ada yang salah. Bukannya tadi kalian memperbolehkannya. Aku juga sudah terlanjur mengirimkannya pesan untuk menjemputku. Nggak perlu takut kali sepupu, Nia nggak bakal mengingatmu. Buat IPAR, dia nggak bakal merebut suamimu kok. Jadi jangan khawatir"ucap Riri lagi malas menatap kearah mereka yang menatap Riri kesal.


"Aku bilang, Riri stop!!!"ucap Rifky lagi.


"Sudah-sudah diam"ucap Mario menengahi perdebatan itu.


Rifky langsung menghampiri Bella dan memintanya membangunkan Azka untuk makan siang


"Apaan sih, orang IPAR sendiri yang ngebolehin"ucap Riri tersenyum senang disetiap perkataanya itu.


"Gimana paman boleh kan?"tanya Riri yang diangguki oleh Mario.


"Oke siap paman" ucap Riri yang masih melanjutkan makannya itu.


#Riri Pov'

__ADS_1


Siapa pun yang membuat sahabatku menangis, melukai perasaannya, sama saja dia melukai perasaanku. Aku dan dia bukan hanya sahabat, kami melebih dari kata sodara. Maka dari itu, jika kamu menyakitinya, aku akan membalas berkali-kali lipat dari itu.


#Riri Pov' end


***


Bel rumah berbunyi ketika mereka sudah selesai lunch dan sekarang berada di ruang keluarga. Riri yang mendengar bunyi bel itu pun langsung keluar dan melihat sahabatnya sudah berada di depan.


"Ngerepotin saja sih Ri, ayo pulang. Untung saja pas selesai sift, kalau masih kerja terus kamu suruh jemput, aku mah ogah"ucap Zania di depan pintu yang melihat Riri tersenyum kearahnya.


"Walah gila kali ini anak, malah tersenyum mulu. Sana-sana pamit sama pamanmu dulu"ucap Zania lagi yang mulai kesal karena tingkah Riri yang menyebalkan menurutnya itu.


"Masuk dulu Nia."ucap Riri yang langsung menarik Zania masuk kedalam rumah itu.


"ih...palan-pelan loh ri"ucap Zania yang melihat seorang pria seumuran ayahnya menghampirinya dan tersenyum.


"Hallo paman"sapa Zania.


"Iya, Nia makin cantik saja ya ri"ucap Mario.


"Pastinya paman, kan teman Riri"ucap Riri membanggakan diri yang malah disikut perut oleh Zania.


"Ayo masuk" Pinta Mario yang begitu hangat dan membuat Zania tidak segan.


Mereka mengobrol begitu asiknya tanpa mereka sadari Rifky memperhatikan keakraban itu. Bella yang melihat itu ada rasa iri di dirinya. Dia dengan berani membawakan teh dan beberapa cemilan untuk di sajikan. Bella pun berjalan dan menghampiri mereka yang sedang mengobrol.


"Oh...makasih, dia siapa paman?"tanya Zania yang memang mengalami lupa ingatan.


"Isteri anak paman"ucap Mario tanpa melihat kearah Bella tapi lebih fokus ke Zania. Bella yang melihat itu, merasa di acuhkan dan membuatnya sakit hati.


"Oh...duduk sini loh kak"ucap Zania lagi dan Riri yang melihat ekspresi Bella, menahan tawanya


"Maaf, saya kebelakang dulu ya"ucap Bella yang langsung laju pergi.


"Ipar kamu kenapa sih, kayak aku punya salah ke dia, ngelihat aku begitu amat"ucap Zania yang dibalas ketawa dari Riri.


"Paman kedalam dulu ya, ini ada masalah kerjaan, dibuat santai saja, anggap rumah sendiri"ucap Mario meninggalkan Riri dan Zania yang asik mengobrol.


"Sodaramu mana ri, kerja kah?"tanya Zania yang dimaksud adalah Rifky.


"Enggak, mereka kan baru tadi pagi sampai Indonesia, sudah setahun ini mereka di Singapura dan posisi sekarang di rumah"ucap Riri yang malah dapat lemparan stik kentang oleh Zania


"Aku nggak tanya detailnya Riri cantik.."ucap Zania yang malah bikin ketawa mereka.


"Tuh dia ...tuh...."ucap Riri yang melihat Rifky menaiki tangga menuju kamarnya, namun tiba-tiba di panggil oleh Riri.


"Ky sini..., nggak sopan ada tamu yang punya rumah pada menghilang"ucap Riri yang malah bikin ketawa Zania. Rifky dengan santainya langsung menghampiri mereka

__ADS_1


Rifky menatap mata itu yang membuatnya mengingat kesalahan diwaktu lalu. Zania melihat Rifky dengan padangan yang tidak bisa diartikan.


"Hai"sapa Rifky yang disambut Zania juga. Rifky pun duduk bersama mereka. Tiba-tiba Zania berucap.


"Kayak pernah ketemu dimana gitu, kok nggak asing ya, mirip..."ucap Zania membuat mereka yang disana terdiam.


"Ehm....alumni FEB di kampus Xx kan, kak Rifky...iya bener. Apa aku yang salah?"ucap Zania sambil menutup mulutnya tidak menyangka dengan apa yang dia lihat. Riri yang mendengar menahan tawanya. Sedangkan Rifky terlihat pucat pasi.


"Kamu bener kak Rifky"tanya Zania lagi.


"Kan emang namanya Rifky, Nia"ucap Riri.


"Kakak nggak inget aku, aku Nia kak, anak fakultas kedokteran. Oh...iya udah berapa tahun ya...lama kali sih, kakak pasti lupa. Aku saja lupa, cuma wajah kakak kelihatan tidak asing saja"ucap Zania lagi.


"Iya, saya alumni FEB, (dan mantan suami kamu Nia ucap dalam hati)"ucap Rifky .


"Wah... lama nggak jumpa kak, makin ganteng dan dewasa banget sih, kakak udah nikah ya?, terlambat selangkah dong"ucap Zania yang malah membuat Riri dan Rifky terdiam.


"Kamu kenapa sih ri, lagi sakit, perlu dicek kejiwaan deh. Kok diam langsung mode silent, kesambet ya"ucap Zania, Rifky pun tersenyum ketika mendengarnya.


"Apaan sih, dasar. dikit-dikit cek kejiwaan. Aku normal Nia?"ucap Riri kesal dan membuat Zania tersenyum.


"Ehm... kak Rifky dulu tiba-tiba menghilang nggak ada kabar kenapa?. Nia dulu punya salah kah sama kakak"ucap Zania membuat mereka terdiam.


"Nia kita pulang saja yuk, ini waktunya periksa otak konslet"ucap Riri yang malah dapat tatap tajam dari Nia.


"Otak aku normal Riri!. Maaf kak, boleh minta nomenrnya nggak, "ucap Zania lagi yang malah di tarik oleh Riri pulang.


Rifky yang mendengar apa yang diucapkan Zania. Tidak bisa berkata-kata


"Andai kamu mengingat saat pertama bertemu Nia"ucap Rifky kilat kepergian Zania yang dipaksa oleh Riri.


***


Maaf ye...kalau banyak Typo....


terus kurang sreg sama cerita...


ikutin terus aja ceritanya....


biar kite pada sama-sama gaje😁😁


Jangan lupa buat bagi vote, like, comment oke. Karena dukungan kecil itu bisa memberikan semangat penulis untuk berkarya.


Terima kasih kepada gengs-gengs setia yang telah pantengin cerita iniπŸ’›πŸ’›


Next on.......

__ADS_1


__ADS_2