Harus Memilih

Harus Memilih
Akhir III


__ADS_3

"aku menerima Devan Ky. Aku tahu dia sudah menungguku selama ini dan aku juga menunggunya. Mungkin kesalahan Devan dengan menyakiti Jesicca itu salah, tapi aku bisa mengerti dengan prilakunya itu. Aku sudah memutuskan untuk pergi dengan Devan ke London Ky. Kami akan menikah"dustaku kepada Rifky. Sungguh aku tidak ingin terlibat dengan masa lalu lagi. cukup ini menjadi kenangan untukku.


Rifky menatapku pedih dan kembali berucap,


"semoga kalian berdua bahagia"ucap Rifky yang kembali menyalakan mobilnya dan membawa kami menuju rumah Keluargaku.


"Terima kasih"ucapku padanya yang hanya dibalas anggukan kepala olehnya yang langsung melajukan mobilnya itu. Sungguh aku sangat berharap dia kembali dengan Bella. Mereka memiliki anak yang seharusnya di rawat bersama. Bukan mementingkan ego yang tidak wajar seperti ini.


Aku pun melangkah masuk kerumah orang tuaku ini dan ternyata didalam sudah ada Devan dan juga kak Revan.


"kami disini?"tanyaku ke Devan yang dibalasnya dengan anggukan.


"aku menunggumu"ucapnya dan kak Revan pun langsung pamit masuk kedalam.


"ada apa?"tanyaku ke Devan lagi.


"kenapa kamu bilang seperti itu ke Rifky, jika kita akan menikah"ucapnya dan membuatku terkejut. Sungguh cepat sekali info itu.


"gak usah bingung seperti itu, dia barusan kirim pesan ke aku"ucap Devan tersenyum kearahku. Aku pun langsung duduk bersebrangan dengannya.


"aku bisa minta tolong padamu Dev, tolong jawab pesan itu dengan mengatakan iya."ucapku menatap Devan yang juga menatapku dan sedikit mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"kenapa aku harus menjawab seperti itu, kamu beneran ingin menikah denganku, ayo"ucapnya diselingi candaan menurutku. Aku pun kembali ke moodku semula.


"Dev...!!!"ucapku kesal dengannya yang kembali serius.


"aku gak bisa Nia. Cukup kesalahpahaman ini sampai disini. Dia mencintaimu Nia, aku tahu itu. Dan kamu tahu juga jika aku sangat mencintaimu juga."ucapnya tulus padaku.


"tapi aku tidak bisa menerima kalian Dev. Apalagi Rifky, aku sungguh tidak bisa lagi bersamanya, ada Azka anak yang membutuhkan orang tua yang lengkap. Apakah dengan keegoisan aku dan Rifky harus mengorbankan seorang anak. Cukup anakku saja yang jadi korban keegoisan kami berdoa dan bukan Azka yang harus menjadi keegoisan dari aku, Rifky dan Bella."ucapku terhenti. Aku tidak bisa menahan ini semua sekarang. Ingin sekali aku ungkapkan perasaanku saat ini.


"dan untuk kamu Dev, maaf. Aku bukan wanita yang pantas untukmu. Kamu gak pantas berdamping dengan wanita seperti aku, karena banyak wanita yang lebih pantas bersanding dengan laki-laki sepertimu Dev. Kamu tahu sendiri statusku seperti apa bukan?, untuk itu maafkan aku Dev. Aku tidak bisa membalas cintamu itu, karena perasaan yang aku milik dulu tentangmu sudah tidak ada lagi. Sungguh aku minta maaf karena menyakiti perasaanmu saat ini"ucapku lagi dan dia hanya tersenyum getir disana.


"aku tahu itu, tapi aku akan tetap menunggumu. Hingga hatimu dan seluruh yang ada dirimu, memilihku"ucapnya sambil tersenyum tulus kepadaku.


"aku akan tetap menunggumu Nia, meskipun itu harus menunggu hingga bertahun tahun atau pun lebih, aku akan menunggumu, hingga kamu membuka hatimu untukku"ucapnya lagi tulus.


"jangan menungguku Dev, karena aku tidak pantas untuk ditunggu"ucapku padanya. Dia menatapku sangat tulus. Aku merasa terbawa akan tatapan yang dia berikan itu padaku. Hingga aku sadar harus mengakhiri ini semua.


"pulanglah"ucapku yang langsung meninggalkannya sendiri diruang tamu itu. Dia menatap kepergian ku, aku tidak tahu lagi. Tapi mungkin inilah yang terbaik untuk kita semua. Pertengkaran, kesalahpahaman ini harus segera diakhiri. "maafkan aku Devan, karena membuatmu mencintai wanita sepertiku"ucapku yang berlalu.


Hingga 2 tahun kemudian telah berlalu....


Rifky telah kembali dengan Bella dan sekarang menetap di London. Sedangkan Riri sudah menikah dengan Kevin meskipun saat itu Zania tidak bisa menghadiri acara pernikahan kedua sahabatnya itu, karena sebuah kendala. dan Revan perlahan lahan mulai mengungkapkan jika dia telah menyukai Gladis, perempuan yang merupakan tunangannya itu. Untuk Devan, dia masih setia dengan pekerjaannya menjadi seorang dokter dan merangkap menjadi direktur rumah sakit tempat orang tuanya. Dia masih menunggu jawab dari wanita yang sangat dia cintai itu. Meskipun sampai saat ini, dia belum mendapatkan kabar mengenai wanita itu yang telah menghilang selama 2 tahun ini.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, apa kamu juga merindukanku"ucap Devan menatap foto yang ada difigura itu.


Di tempat lain dan orang-orang tidak ada yang mengenalinya...


Berjalan terburu-buru sambil membawa tas kerjanya, dia menaiki kereta itu dan tanpa sadar dia menabrak seseorang hingga menyebabkan seluruh barang yang ada di tasnya itu berserakan keluar. Sungguh hari soal menurutnya. Kita dia ingin menegur orang tersebut betapa terkejutnya dia, karena orang itu yang selama ini dia hindari.


"apakah aku menemukanmu"ucapnya.


Apakah mencintai seseorang itu perlu pengorbanan?


Apakah semua ini adalah sebuah khayalan jika harus bersama?


Apakah mencintainya harus memilih untuk tidak kenal lelah?


Apakah aku pantas untuknya?


Apakah cerita ini akan berlanjut?...


Terima kasih untuk para readers setianya author, mohon maaf nih, author akhiri cerita "Harus Memilih" kayak gini, tapi...jangan pada kecewa dong. Moga saja nih author buat season 2 nya tapi gak tahu kapan🤭


🖤🖤🖤, yang sudah memberikan komen, like and votenya untuk ceritanya Author. Dan dengan setianya kalian menunggu update an author yang gak nentu ini, pingin kasih love banyak nih untuk kalian semua🤭.

__ADS_1


Novel yang bakalan Author lanjut, judulnya "Menjaga Hati", moga saja nih, kalian sempetin buat mampir, gak maksa juga kok🤭, sarangheo


Sampai jumpa di cerita Author selanjutnya, maafkan akan kegajean cerita author....🖤🖤🖤😍


__ADS_2