
Zania sampai di kantin dan memesan makanan disana. Dia pun mengambil pesanannya itu dan sialnya lagi dia menabrak seorang laki-laki hingga bakso dan teh Sosro yang dia pesan terjatuh di lantai. Zania merasa kesal dengan dirinya sendiri karena kecerobohan yang dia buat itu. Laki-laki itu pun membantu Zania mengambil mangkuk yang terjatuh itu. Zania pun menatap laki-laki dan kagum dengan wajah laki-laki yang di tabraknyanya itu.
"terima kasih"ucap Zania tidak berkedip menatap laki-laki itu. Laki-laki itu hanya tersenyum kearah Zania yang juga membalas senyumannya.
Tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampirinya dan menatap kearah Zania dengan sinis.
"kamu gak apa-apa kan sayang"ucap wanita itu yang membuat Zania risih dengan sikap yang diberikan wanita itu ke laki-laku itu.
"gak apa-apa. Hanya saja, makan dia jatuh aku harus menggantikannya"ucap laki-laki itu dan wanita yang disampingnya itu menatap kearah Zania semakin sinis.
"gak usah. Saya yang salah, saya yang ceroboh, Maaf sudah membuat pakaian anda kotor"ucap Zania yang langsung meninggalkan kedua pasangan itu.
"kamu gak apa-apa kan Ky. Dasar wanita itu, langsung kabur saja, huft.."ucap Bella menatap kepergian Zania.
"sudah deh, ayok"ajak Rifky yang juga masih menatap kearah Zania yang kembali memesan makan. Rifky tersenyum ketika mengingat Zania menatapnya tanpa berkedip dan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang saat menatapnya.
"siapa dia"ucap Rifky dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Zania telah selesai makan dan akhirnya mencari Riri karena akan mengerjakan tugas kelompok mereka. Dia melihat Riri yang sedang duduk di sebuah gazebo dan dia pun menghampirinya. Zania melihat ada seorang laki-laki yang asing baginya itu duduk berhadapan dengan Riri dan ada kakaknya Revan juga disana.
"hai"sapa Zania menghampiri mereka yang kumpul digazebo. Laki-laki asing itu menatap kearah Zania dan terkejut, Zania yang melihat kearah laki-laki itu pun sama terkejutnya.
"kamu"ucap Zania dan laki-laki itu bersamaan.
Riri yang mendengarkan mereka bersuara bersamaan itu pun juga tak kalah terkejutnya.
"tadi gak sengaja aku nabrak dia, hehehe"ucap Zania sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Ceroboh"ucap Revan tanpa melihat ke Zania dan lebih fokus menatap kearah Derren. Zania menatap kearah kakaknya itu tajam.
"siapa yang bicara sih tadi, kok gak ada wujudnya ya"ucap Zania membalas kakaknya itu.
Riri yang melihat tingkah laku kakak beradik ini hanya menggelengkan kepalanya saja. Zania pun langsung duduk di samping Riri dan mengambil laptopnya dari dalam tasnya. dan membukanya untuk mengerjakan tugas.
__ADS_1
"oh iya Nia, kenalin dia Derren, dan Derren dia Zania"ucap Riri merasa de Javu dengan situasi saat ini.
"Derren?, oh dia kan.."ucap Zania terpotong menatap kearah Riri yang membuatnya berhenti bicara dan tersenyum kearah Derren.
"hai"sapa Zania sedikit canggung, karena dia memahami situasi yang sedang terjadi saat ini.
"hai, salam kenal Zania"sapa Derren tersenyum kearah Zania yang membalas senyumannya juga.
Zania meliirik kearah kakaknya yang terlihat jelas wajah kekesalan disana dan Riri wajahnya merasa ada kecemasan dan laki-laki yang dihadapannya ini. Dia tidak bisa mengartikan ekspresi laki-laki itu.
.
.
.
.
.
NEXT ON...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita Author yang lain...
dan jangan lupa untuk berbagi like', comment, vote, and Rate ya Gengsπππ