Harus Memilih

Harus Memilih
Part 22| Aku Ingin Mengenalnya II


__ADS_3

#Flashback


6 Tahun yang lalu...


"Kakak kok ngomong gitu sih sama kak Rifky, kan Nia jadi canggung kalau ketemu"kesal Zania di mobil bersama Revan. Revan yang mendengar rengekan adiknya itu hanya bodo amat.


"Adikku yang paling cantik sejagad komplek. Kamu mulai suka sama Rifky? jangan bilang kamu mulai lupa sama yang kemarin lalu yang berangkat ke London"goda Revan lagi ke Zania membuat pipi Zania memerah dan kesal bersamaan.


"Ka....kak!!! apaan sih kakak, sok tahu. dan jangan bahas dia lagi, aku masih kesal" ucap Zania yang langsung memainkan handphonenya itu. Melihat ada notif dari seseorang yang dia hidarinya itu. Dia pun langsung mematikan telphonenya itu.


"Begitu saja marah, dasar bocah. Jangan selalu menghindar, kapan permasalahan kalian selesai. Dan kakak harap jangan jadikan Rifky pelampiasan kamu."ucap Revan serius keadiknya itu.


"Kenapa kakak berfikir seperti itu. Jalan fikir kakak itu memang terlalu pendek"kesal Zania.


"Atau kamu beneran suka sama Rifky. Secara wajahnya itu tipe ideal kamu kan"goda Revan supaya adiknya itu tidak ngambek lagi dan berhasil. Hal itu membuat Revan tersenyum.


"Kak Revan itu apaan sih. Nggak ada pembahasan lain apa"kesal Zania disela senyumnya yang terlihat jelas oleh Revan yang terus menggoda adiknya itu.


"Bahagia bener nih bocah. Bener kata si Devan, Rifky bisa membuat Zania tersenyum ketika dia pergi"ucap Revan dalam hati.


"Awas kamu kak"ucap Zania ngambek ke kakaknya.


***


"Ky, aku hamil...."ucap wanita itu menangis dihadapan Rifky.


"Bagaimana bisa. Aku pun tidak sadar saat melakukan hal itu padamu Bella!!"ucap Rifky bingung dengan kenyataan yang harus dia terima dan dia merasa tidak melakukan hal tersebut karena pada saat itu dia tidak sadarkan diri.


"Ini anakmu ky, aku hanya melakukan denganmu, kamu tahu kan, kamu tidak mau mengakuinyaku, kamu jahat ky, kamu jahat...."ucap Bella menangis dan membuat Rifky menenangkannya.


"Sudah cukup, aku akan tanggung jawab. Kita harus bertemu dengan ayahku terlebih dahulu. Jadi berhentilah menangis Bella!!!"ucap Rifky ke Bella yang tanpa Rifky sadari Bella tersenyum kemenangan.


"Kamu milikiku Rifky dan akan selalu menjadi miliku"ucap Bella tersenyum bahagia.


Mereka pun menghadap ke Ayahnya Rifky yaitu Mario. Tanpa mereka sadari tanggapan yang akan mereka terima.


"Ayah, Rifky akan menikahi Bella, dia hamil anak Rifky"ucap Rifky to the point, membuat Mario geram mendengarkan pernyataan yang tidak bisa diterima itu.

__ADS_1


"Apa kamu bilang ky, kamu mengahamili anak orang"ucap Mario geram dan menghampiri Rifky lalu menamparnya. Dan untuk pertama kali baginya menampar anak satu- satunya itu. Rifky yang menerima perlakuan seperti itu pun terdiam karena dialah penyebab kemarahan ayahnya. Sedangkan Bella terkejut dengan apa yang dia lihat.


Mario menatap wanita yang ada disamping anaknnya dengan tatapan tajam. dan terlihat raut ketidaksukaan disana.


"Gugurkan kandungannya, Ayah tidak menerima cucu di luar nikah!!!"ucap Mario tanpa melihat kearah Bella.


"Tapi yah, dia cucu ayah dan anak Rifky!!!, mana bisa ayah sekejam itu dengan janin yang belum berbentuk"ucap Rifky tidak kalah tinggi suarnya dengan Mario, karena mendengar pernyataan yang di terima.


"Ayah tidak pernah mengajarkan kamu jadi laki-laki seperti itu Rifky!!! kamu hanya bikin malu Ayah. Gugurkan kandungan itu atau wanita itu tanggungannya!!! kamu tahukan ayah seperti apa?" ucap Mario yang membuat Rifky terdiam. Dia tahu Mario adalah orang yang sangat kejam, apalagi dengan apa yang tidak disuka, bisa dilenyapkan ditempat itu juga dengan orang-orang kepercayaan ayahnya itu.


Rifky pun membawa pergi Bella menjauh dari jangkauan ayahnya.


Tiba-tiba Bella menangis karena apa yang telah dia dengar tadi.


"Aku nggak mau menggugurkan kandunganku ky, aku nggak mau..., kalau kamu ingin menggugurkannya, lebih baik aku mati saja"ucap Bella menangis sesenggukan.


"Siapa yang bilang akan menggugurkannya hah!!, diam Bella, diamlah... aku harus berfikir "ucap Rifky mencoba berfikir.


#Sebelum kejadian itu 2 bulan yang lalu.....


"Aku harus memilikimu ky, bagaimanapun caranya. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku segampang itu"ucap Bella berada di kamar hotel bersama seorang laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah Derren selingkuhannya.


"Kamu harus membantuku untuk mendapatkan Rifky"ucap Bella ke Derren.


"Oke, hanya untuk kamu apa pun akan aku lakukan"ucap Derren mencium Bella kembali dan memperdalam ciumannya hingga berlanjut ke kegiatan mainstream😁. Skip....


***


Bella pun menjalankan aksinya dengan mengajak Rifky makan malam untuk terakhir kalinya bilangnya, tanpa disadari minuman yang diberikan ke Rifky di beri obat tidur dosis tinggi hingga Rifky merasa pusing dan mengantuk.


"Ky....kamu tidur"ucap Bella mencoba membangunkan Rifky yang tertidur pulas.


"Berhasil"ucap Bella yang langsung menghubungi Derren untuk membantunya.


Bella pun dengan bantuan Derren membawa Rifky ke Hotel.


Paginya Rifky terbangun dan melihat dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun dan ada wanita yang menangis diujung ranjang.

__ADS_1


"Apa yang terjadi,?" ucap Rifky


"Bagaimana ini ky....., kita melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi"ucap Bella sambil acting menangis


"Aku tidak mengingatnya, apa yang kita lakukan Bella "ucap Rifky bingung


"Aku takut kalau aku hamil ky, kita melakukan hal itu ky, kamu lihat sendiri..."ucap Bella dengan acting menangisnya dan membuat Rifky mengenakan celananya dan menuju ke kamar mandi untuk berfikir.


"Kamu adalah milikku Rifky dan selamanya menjadi milikku" ucap Bella menyugingkan senyumnya.


***


Berbulan-bulan Rifky nggak ada kabar dan membuat Zania bertanya-tanya apakah dia mempunyai salah hingga Rifky tidak menghubunginya. Karena rasa penasaran yang cukup tinggi Zania pun dengan berat hati bertanya ke Kakaknya.


"Kak, kak Rifky kok tumben nggak kelihatan"tanya Zania masuk ke kamar Revan yang sedang asik bermain game.


"Kangen ya, kok tanya tanya si doi"goda Revan ke adiknya lagi.


"Ih...kakak ini, Nia kan cuma tanya. Kalau Nia kangen nggak boleh emang"ucap Zania Bete dengan kakaknya.


"Dibuang ke Amrik sama bokapnya"ucap Revan nyeplos dan fokus dengan gamenya.


"Kok mendadak gitu, lanjut kuliah ya kak? kok nggak ada kabar sih kak,"tanya Zania dengan ke kepoannya,


"Iya dong adikku sayang, dia kan penerus perusahaan Erlangga, jadi harus punya bekal berbisnis yang muantap jiwa"ucap Revan masih fokus dengan gamenya.


"Kakak juga penerus perusahaan Pratnoejoe, kenapa malah main game terus, nggak maju-maju ntar perusahaannya"ucap Zania bete dan meninggalkan kamar kakaknya itu. Revan mengabaikan perkataan adiknya itu dan tetap fokus bermain gamenya.


"Kenapa sih kak Rifky nggak bilang ke aku, udah bikin orang baper, malah ngilang gitu, kayak jalangkung saja. Datang gak diundang, pergi pun nggak bilang-bilang, huft....jadi selama ini aku kebaperan banget, Zania bodoh, dasar laki-laki jahat. Kenapa semua laki-laki itu sama sih, menyebalkan!!" ucap Zania kedirinya sendiri.


#4 tahun sudah setelah kejadiaan itu


Zania sudah menjadi seorang dokter di Rumah sakit X dan menjalani aktivitasnya seperti biasa dan sudah melupakan Rifky dalam ingatannya. karena menurutnya itu hanyalah kenangan waktu remaja dan sebuah masa lalu sepintas. Hingga mereka dipertemukan kembali dalam sebuah perjodohan dan saling tidak mengenal. Karena perubahan penampilan mereka yang berbeda.


#Flashback end


***

__ADS_1


#Next on...


__ADS_2