
"kak, bagaimana dengan kita. Kenapa ayah tidak ada kabar"ucap Jesica ke Derren yang menatap kosong. Melihat keadaan rumahnya berantakan karena ulang orang-orang itu.
"kakak akan mencari ayah"ucap Derren tapi Jesica menggenggam erat tangan kakaknya itu.
"kakak jangan pergi. Aku takut dirumah sendiri. Bagaimana jika orang-orang itu datang kembali lagi kak"ucap Jesica. Derren pun memeluk adiknya itu untuk menenangkannya.
"kakak gak akan pergi. Kita tunggu ayah di rumah"ucap Derren menemani adiknya itu.
"aku takut ayah meninggalkan kita kak, bagaimana nasib kita nanti"ucap Jesica menatap kakaknya itu.
"ayah tidak akan meninggalkan kita. Kakak akan pastikan itu dek. Kamu tidurlah"ucap Derren menenangkan adiknya itu.
Handphone Derren tiba- tiba berdering, ternyata Riri yang menghubunginya. Derren menatap layar handphone itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dan langsung mematikan Handphonenya. Dia merasa lelah dengan semua ini. Dan memandang handphonenya tanpa minat.
"apa yang harus aku lakukan di"ucap Derren menutup matanya merasa depresi.
Di tempat Riri
__ADS_1
"kok dimatiin sih"kesal Riri yang didengar oleh seseorang yang disampingnya.
"kenapa ri. Kok marah-marah gitu, mulai gila lagi nih ya"goda orang itu.
"Ngawur saja kamu Ni, ini loh pacarku Nia. Dia kan sudah janji mau kesini, aku kan mau kenalin dia ke kamu. kok malah gak ada kabar begini. Aku telphon malah panggilanku di tolak gini. Nomer handphonenya gak aktif pula. Maunya apa coba"ucap Riri kesal. Zania yang mendengar celotehan Riri menahan tawanya. Karena sahabatnya ini bisa Se bucin ini juga.
"mungkin ada hal penting mendadak yang gak bisa diganggu kali RI" ucap Zania ke Riri yang masih ngambek saja.
"tapi dia itu gak pernah seperti ini Nia"ucap Riri yang masih kesal
"dasar Bucin"ucap Zania ketawa.
"okok, terserah kamu saja Ri"ucap Zania mengalah ke sahabatnya itu.
Di tempat Derren
Derren masih menunggu kedatangan Ayahnya namun Ayahnya belum melihat tanda-tanda ke pulangan Ayahnya itu. Dia melihat adiknya yang tertidur dengan memegang tangannya.
__ADS_1
"Ayah kemana sih"ucap Derren.
Hingga pagi ayahnya belum pulang juga. Derren mengaktifkan handphonenya ada 127 panggilan tidak terjawab disana dan itu semua dari Riri dan ada 98 pesan tidak terbaca. Dia hanya memandangi handphonenya itu tanpa maksud menjawabnya. dan suatu kabar di pagi hari mengejutkan dia dan adiknya. Ketika ada polisi datang kerumahnya dan mengatakan jika ayahnya di temukan bunuh diri dengan jatuh dari gedung. Jesica yang mendengarnya pun langsung histeris. Derren merasa shyok akan semua itu. Bagaimana bisa keluarganya mengalami hal seperti ini.
Beberapa Minggu kemudian setelah kejadian itu. Riri selalu menghubungi Derren setelah mengetahui kejadian yang menimpa keluarga kekasihnya itu. Tapi tidak ada jawaban dari sana.
"kamu kemana sih Ren, aku khawatir padamu"ucap Riri karena Derren tidak masuk ke sekolah dan saat kesekolah Jesica pun, temen-temannya bilang juga Jesica tidak datang ke sekolah.
Riri pun mencoba mendatangi rumah keluarga Derren yang ternyata tertulis disana bahwa rumah di sita oleh bank. Riri semakin khawatir dan mencoba mencari keberadaan dari Derren dan Jesica yang tiba-tiba menghilang tidak ada kabar.
.
.
.
.
__ADS_1
.
NEXT ON...