Harus Memilih

Harus Memilih
Season 2|Part 2| Sebelum Dia Pergi


__ADS_3

"I have come to end"ucap Zania menatap lekat sesorang yang ada dihadapannya.


"With what did you end this all?. Everything will not change"ucap seseorang tersebut menatap remeh kearah Zania yang matanya mulai memerah.


"Sebenarnya kamu maunya apa?. dan aku peringatkan kamu, jangan berani-berani melukai mereka!"ancam Zania ke orang tersebut yang malah terkekeh mendengar gertakan Zania yang tidak berpengaruh baginya.


"hm...I want Devan to be crushed, karena dia t'lah membuat orang yang sangat saya sayangi menderita. Maka dari itu saya akan melakukan hal sebaliknya"ucap orang tersebut lagi dengan tatapan tajam menusuk kearah Zania.


"Bukannya Jesicca baik-baik saja. Apa yang perlu dipermasalahkan lagi?"ucap Zania menatap balik ke arah orang tersebut yang tersenyum sinis kearah Zania.


"Baik-baik saja?. Itu ekspektasi kalian"ucapnya lagi yang masih duduk di kursinya dengan angkuhnya. Menatap Zania yang berdiri dihadapannya dengan remeh.


"Aku sudah menuruti dan menjauh dari mereka. Jadi, aku harap kamu menepati janjimu. You're a man, right?. Jadi jangan berani-berani kamu menyentuh mereka"ucap Zania lagi yang malah mendapatkan kekehan yang membuat Zania merasa kesal.


"Saya tidak pernah membuat janji seperti itu denganmu Zania Dwi Pratnoejoe. Kamu sendiri yang membuat perjanjian seperti itu. Saya akan tetap menghancurkan Devan dan Rifky. Karena mereka adik-adik saya menderita!"ucapnya dingin.


"Marcell!! Please stop, this is all over. Derren menyerahkan dirinya sendiri ke pihak berwajib. sedangkan Jesicca, dia juga sudah baik-baik saja bukan"ucap Zania merasa frustasi dengan apa yang sedang dihadapinya saat ini.


*Sebelumnya Author bakal kenalin dulu siapa Marcell, langsung cuz...


*Marcell Aarav Sanjaya adalah seorang pengusaha dibidang properti di Swedia. Nama perusahannya adalah M_Company. Dia adalah anak yang diangkat oleh Adi Putra Sanjaya dan isterinya. dan merupakan kakak dari Derren maupun Jesicca.


Dia sudah lama mencari keberadaan kedua adiknya itu, ketika mengetahui jika ayahnya mengalami kebangkrutan. Namun sayang, kedua adiknya itu pergi entah kemana. Meskipun dia bukan kakak kandung dari mereka berdua. Kasih sayangnya terhadap Derren dan Jesicca tidaklah berkurang. Hingga akhirnya dia menemukan kedua adiknya itu, yakni ketika adanya pertemuan kerja dengan perusahaan Erlangga.


Sebuah kenyataan yang membuatnya geram. Adik laki-lakinya itu di penjara dan adik perempuannya mengalami trauma. Sungguh sebuah berita bahagia dan menyedihkan.


Marcell pun mencari apa penyebab yang membuat kedua adiknya seperti itu, hingga dia mendapatkan informasi yang di inginkan. Dia tidak menyangka dengan apa yang dia ketahui.

__ADS_1


"Rifky Adi Putra Erlangga, rekan Bisnisku. Tidak aku sangka, ternyata dia yang membuat adikku dipenjara. dan Devan, laki-laki ini yang membuat adik Perempuanku gila. Zania Dwi Pratnoejoe, apa semua itu karena mu?"ucap Marcell menatap ketiga foto yang diberikan oleh asistennya yang berhasil mendapatkan informasi penyebab kedua adiknya mengalami hal seperti itu.


*Skip


"Marcell!! Please stop, this is all over. Derren menyerahkan dirinya sendiri ke pihak berwajib. sedangkan Jesicca, dia juga sudah baik-baik saja bukan"ucap Zania merasa frustasi dengan apa yang sedang dihadapinya saat ini.


"Berhenti!, No. Saya tidak akan diam saja, karena kalian akan mendapatkan balasan yang sama, termasuk kamu"ucap Marcell menunjuk ke arah Zania.


"Kamu harus membuat Jesicca kembali normal, ingat itu"ucap Marcell menatap tajam Zania yang tidak kalah menatap Marcell tajam juga.


"You know, you shouldn't act like this Marcell, because you don't know the real story and deduce everything yourself. "ucap Zania meninggalkan ruangan itu setelahnya. Sedangkan Marcell menatap kepergian Zania dengan senyum sinisnya.


"Aku tidak perlu mengetahui cerita detailnya, karena apa pun yang membuat kedua adikku menderita harus aku balas"ucap Marcell dengan tatapan dingin.


***


Sebelum Zania pergi...


"dan untuk kamu Dev, maaf. Aku bukan wanita yang pantas untukmu. Kamu gak pantas berdamping dengan wanita seperti aku, karena banyak wanita yang lebih pantas bersanding dengan laki-laki sepertimu Dev. Kamu tahu sendiri statusku seperti apa bukan?. Untuk itu maafkan aku Dev. Aku tidak bisa membalas cintamu itu, karena perasaan yang aku milik dulu tentangmu sudah tidak ada lagi. Sungguh aku minta maaf karena menyakiti perasaanmu saat ini"ucap Zania yang tersenyum getir.


"Aku tahu itu, tapi aku akan tetap menunggumu. Hingga hatimu dan seluruh yang ada dirimu, memilihku"ucap Devan tersenyum tulus ke arah Zania. Sedangkan Zania tidak berani menatap wajah Devan.


"Aku akan tetap menunggumu Nia, meskipun itu harus menunggu hingga bertahun-tahun atau pun lebih. Aku akan menunggumu, hingga kamu membuka hatimu untukku"lanjut Devan.


"Jangan menungguku Dev, karena aku tidak pantas untuk ditunggu"jawab Zania dengan tatapan kosongnya.


"Pulanglah"sambung Zania yang langsung meninggalkan Devan sendiri diruang tamu itu.

__ADS_1


Devan menatap kepergian Zania dengan seribu pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Maafkan aku Dev, karena membuatmu mencintai wanita sepertiku. Aku takut jika bersama denganku akan menyakitimu"ucap Zania melihat Devan melalui jendela kamarnya.


Seseorang masuk ke kamar Zania dan ternyata itu adalah Gladis. Dia mendekati Zania dan menepuk pundak Zania pelan.


"Kamu baik-baik saja"tanya Gladis yang melihat Zania menatap kearah jendela kamarnya yang tertuju kearah Devan yang masuk kedalam mobil dan meninggalkan perkarangan rumah mereka.


"Kenapa kamu menjauhi mereka Nia?. Bukankah masalah itu telah selesai?"tanya Gladis lagi dan membuat Zania memeluk erat calon kakak iparnya itu dan menangis sesenggukan.


"Jika bersama mereka, aku takut masalah baru akan muncul. Aku takut mereka terluka jika bersamaku, Gladis"jawab Zania. Gladis pun berusaha menenangkan Zania yang masih menangis dalam pelukannya itu.


"Yang sebenarnya terluka disini adalah kamu Nia, kenapa kamu malah beranggapan jika yang akan terluka adalah mereka"ucap Gladis dalam hati dan melihat Zania dengan sendu.


"Mereka akan terlaku jika bersamaku, aku harus pergi dari sini. Marcell akan melakukan segala hal untuk semua itu. Laki-laki itu?. Kenapa aku harus bertemunya kembali, Marcell Aarav"ucap Zania dalam hati.


***


"Zania Dwi Pratnoejoe, kita bertemu lagi"ucap seorang laki-laki yang menghampiri Zania yang baru saja keluar dari apartemant Derren setelah mengantarkan Jesicca.


Zania sangat terkejut, karena dia tidak pernah lupa akan wajah laki-laki itu yang merupakan kenangan buruk baginya, Marcell Aarav. Kakak kelasnya waktu Senior High School di London. Laki-laki yang membuat masa sekolahnya hancur dan akhirnya pindah ke Indonesia.


"Why you are here?"ucap Zania gugup menatap Marcell yang tersenyum sinis ke Zania yang tidak berani menatap kearah Marcell yang berdecih.


"Kamu tidak melupakanku ternyata, Zania"ucap Marcell.


***

__ADS_1


^^^Next on...^^^


__ADS_2