Harus Memilih

Harus Memilih
Seoson 2|Part 13| Apakah Itu Kamu


__ADS_3

"Kenapa Marcell"ucapnya gugup melihatku.


"Jantungku. Apakah ada masalah dengan keadaan jantungku?"ucapku yang membuatnya mengerutkan dahinya bingung.


.


.


.


.


.


#Zania Pov'


Aku baru saja memeriksa keadaan Marcell yang katanya dia sedang sakit. Tapi saat aku cek keadaannya baik-baik saja. Dia kekeh dengan pendiriannya jika ada masalah dengan jantungnya saat ini. Memang tebakanku tidak salah lagi selain dia gangguan jiwa, Marcel memiliki kelainan lainnya.


Aku merasa kesal dengannya karena mencengkram erat lenganku saat akan memeriksanya. Padahal dia sendiri yang memaksa untuk diperiksa, tapi nyatanya dia melukai tanganku.


"Laki-laki gila!. Kapan aku keluar dari situasi ini Tuhan?"ucapku frustasi dan saat ini aku berada didalam kamar.


Tiba-tiba seseorang mengetuk kamarku dan ketika aku membukanya ternyata dia adalah orang yang sedang aku sumpah serapah didalam otakku ini. Kenapa lagi sih dengan laki-laki ini?. Aku tahu dia tidak menyukaiku dari tatapannya itu. Tapi apa-apaan dengan tatapannya saat ini. Aku mencoba menenangkan diriku untuk menghadapi orang seperti dia.


"Tenanglah Zania"ucapku dalam hati.


"Ada apa lagi?. Bukanya kamu tidak ingin saya periksa. Bukannya kamu tidak mempercayai ucapan saya. Sekarang ada apa lagi?"ucapku kesal yang langsung berbicara formal denganya.


"Kamu harus tanggung jawab dengan jantung saya, Nia!"ucapnya menatapku tajam dan ada apa dengan ekspresinya itu. Kenapa dia menggelengkan kepalanya itu?. Dia sakit kepala atau semacamnya.


"Tidak, tidak perlu. Ini tidak mungkin, perempuan seperti kamu itu tidak pantas!!"ucapnya berkata tajam kepadaku. Apa-apaan sih dengannya ini?. Malah semakin membuatku kesal kepadanya.


"Jangan pernah muncul dihadapan saya untuk saat ini, mengerti"ucapnya yang langsung meninggalkanku yang terpaku disana.

__ADS_1


Setelah dia menghilang dari penglihatanku, aku pun baru tersadar dengan apa yang diucapkan barusan.


"Siapa juga yang ingin muncul dihadapanmu laki-laki gila?. Zania sabar, kamu akan segera meninggalkan tempat ini"ucapku sendiri.


#Zania Pov' end


***


Setelah menemui Zania tadi, Marcell pun kembali ke ruangannya. Jantungnya bener ada yang salah. Marcell masih memegangi dadanya itu yang detakannya belum kembali normal. Hingga Jesicca mengejutkannya.


"Jantung kakak itu normal, yang gak normal itu kakak tidak mengakui perasaan kakak saat ini"ucap Jesicca yang sudah berada diruangan Marcell saat ini.


"Kembalilah ke kamarmu, Jes. Kamu harus saat ini isterahat, ini sudah malam"ucap Marcell yang langsung berjalan menuju meja kerjanya.


"Ini belum malam kak, matahari belum tenggelam. Mungkin awalnya kakak belum menyadarinya. Karena kakak mengira itu kesenangan kakak dengan menyakitinya, tapi kakak tidak tahu dampak terbesar sebenarnya untuk kakak bukan?"ucap Jesicca yang mendekati Marcell.


"Aku sudah sehat kak. Mental maupun fisikku sudah kembali seperti semula berkat bantuan dari Zania. Kakak menahannya disini salah satunya karena aku kan?. Karena aku sudah baik-baik saja kenapa tidak kakak biarkan dia pergi?. Atau..."ucap Jesicca tergantung karena Marcell langsung menatap adiknya itu tajam.


"Kembalilah ke kamarmu Jesicca. dan jangan banyak bicara, karena semua yang kamu ucapkan itu salah, mengerti. Kamu tahu kakak itu sayang sama kamu dan Derren bukan?"ucap Marcell yang langsung membuat Jesicca terdiam.


"Wanita itu disini bukan hanya karena untuk merawatmu sayang. Tapi kakak membutuhkannya untuk melemahkan laki-laki yang dia cintai, Rifky Adi Erlangga. Kakak akan membuat perusahan Erlangga merasakan apa yang dirasakan ayah kita dan Derren"ucap Marcell yang langsung membuat Jesicca terkejut ketika mendengarnya.


"Jangan kak, ini bukan salah keluarga Erlangga kak. Ini salah ayah, ayah yang melakukan kesalahan dan kak Derren juga tahu soal itu. Kakak jangan melakukan kesalahan yang sama kak"ucap Jesicca menatap Marcell sedih.


"Kakak tahu itu. Tapi mereka juga salah telah membuat kuputasan seperti itu, membuat perusahaan ayah kita bangkrut, kakak tidak akan membiarkannya"ucap Marcell dengan mata berapi-apinya. Jesicca merasa takut saat ini. Dia takut kehilangan kakaknya lagi. Perusahan Martin memang perusahan terbesar didunia dengan penghasilan setiap jamnya bisa triliunan tapi Jesicca juga tahu jika perusahaan Erlangga tidak kalah besarnya dengan perusahan Martin atau lebih tepatnya M&company.


***


#Ditempat Rifky berada...


Rifky saat ini sedang berada di hotel di Swedia, dia belum pulang untuk meyakinkan perusahaan M&company untuk bekerja sama dengan perusahaannya itu. Hingga setelah menghadiri pernikahan Riri dan Kevin, Rifky pun kembali terbang ke Swiss untuk meyakinkan pengusaha M&company tersebut.


Karena kerjasama ini sangatlah penting untuk perusahaanya yang harus membuka sebuah proyek di Swedia yang lokasi dan tempat adalah milik pengusaha dari M&company.

__ADS_1


"Bagaimana?. Apakah direktur mereka sudah bersedia untuk menemuimu?"tanya Rifky ke asistennya itu.


"Belum ada konfirmasi dari perusahan M&company pak. Sepertinya mereka menghindari untuk bertemu dengan bapak, karena setiap saya mengajukan pertemuan mereka selalu mengatakan direktur mereka ada diluar kota, sedangkan kita sudah disini selama seminggu ini pak"ucap Dion salah satu asisten dari Rifky. Rifky yang mendengar hal itu pun langsung tersenyum sinis setelahnya.


"Jika direktur mereka tidak ingin menemuiku, maka kita harus menemui pimiliknya bukan. Kita akan menemui tuan Martin"ucap Rifky sarkas yang membuat Dion terkejut seketika.


"Tapi pak, sekarang yang memegang kendali perusahaan M&companny adalah anaknya tuan Martin yaitu tuan Marcell pak"ucap Dion mencoba menjelaskan hal itu ke bosnya yang malah tersenyum mendengarnya.


"Saya tahu dan tidak perlu kamu jelaskan Dion. Karena anaknya menghindari untuk bertemu denganku dan membatalkan kerjasama ini secara sepihak, maka dari itu saya tidak punya pilihan lainnya bukan"ucap Rifky tersenyum kearah Dion yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Sekarang kamu siapkan mobil untuk mengunjungi keluarga besar M&companny"ucap Rifky yang langsung mengambil handphonenya dan menelphone seseorang disana. Dion pun segera keluar dan menyiapkan mobil untuk menuju ke Mansion dari pemilik perusahaan Martin company itu.


"Hallo paman, apakah aku boleh berkunjung kerumahmu?"ucap Rifky ditelphon.


***


Zania melakukan aktivitas sehari-hari dengan Jesicca dan mereka semakin akrab saat ini. Dengan Jesicca yang selalu memberikan support untuk Zania. Walaupun dulu Jesicca pernah jahat dan menyakiti Zania karena masalah cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Tapi sekarang Jesicca menyadari kenapa Devan mencintai Zania begitu dalam, karena Zania adalah orang yang sangat baik. Apalagi kepadanya yang pernah menyakiti secara langsung seperti itu.


"Kenapa kamu begitu baik sih Zania?. Aku adalah orang yang membuatmu celaka dan kamu masih mau membantuku"ucap Jesicca menatap sedih kearah Zania yang tersenyum manis kearah Jesicca.


"Itu hanyalah kesalahpahaman Jes, aku tidak suka jika masalah seperti itu diungkit-ungkit kembali. Lebih baik kita membahas yang lainnya saja ya"ucap Zania mencoba mengalihkan pembicaraan. dan dilain sisi seseorang mengamati dua perempuan itu dari kejauhan.


"Kamu disini"ucap seseorang tersebut.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT TIME...


__ADS_2