Harus Memilih

Harus Memilih
3 laki-laki


__ADS_3

Aku pun terdiam setelah mendengarkan ucapan yang terlontar dari Rifky dan semua hal itu ada benarnya. Derren akan membalaskan perlakuan Devan ke adiknya.


.


.


.


.


.


Zania Pov'


Aku masih memikirkan apa yang diucapkan oleh Rifky padaku. Aku tahu Derren orang seperti apa. Dia akan melakukan segala cara untuk menghancurkan orang yang membuat masalah dengannya. dan itu pernah aku alami dengan Riri yang hampir saja kami bermusuhan karena Derren.


Derren sebenarnya laki-laki baik yang dulu pernah dicintai oleh Riri, tapi semua itu berubah ketika keluarga Derren mengalami kebangkrutan dan kerkaitan itu berurusan dengan keluarga Erlangga yakni keluarga besar Rifky dan Riri. dan sampai sekarang Derren masih melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan balik keluarga Erlangga. Tapi Devan menambah masalah lagi dengan melakukan hal itu ke adik Derren.


Aku mencoba berfikir keras supaya teman-temanku aman tanpa harus menyakiti satu sama lain. Jujur aku tidak membenci Derren dengan kelakuannya dulu, dia laki-laki yang menurutku sangat perhatian denganku ataupun dengan Riri, aku tahu dia melenceng seperti itu hanya karena masalah dari keluarga mereka.

__ADS_1


dan Devan melakukan hal seperti itu karena begitu khawatir denganku, tapi hal itu sangat salah dengan menyakiti seorang wanita. sedangkan Rifky hanyalah masa lalu dan aku harap dia bisa kembali dengan Bella.


Tiba-tiba lamunanku tentang ketiga laki-lakibitu dibuyarkan dengan kedatangan Gladis yang mengetuk pintu kamarku dan masuk mengalihkan lamunanku.


"kak, eh maksudku Nia maaf ganggu, kak Revan kenapa jahat banget sih sama aku, padahal aku kan cuma bilang izin pulang telat karena ada kerja kelompok, tapi dia marah-marah terus ngampirin di kampus dan nyeret aku pulang sekarang dirumah"ucap Gladis menangis sambil memelukku. Aku pun tersenyum ketika mendengarkan cerita gadis kecil ini yang sebentar lagi jadi calon kakak iparku. Aku melihat di balik pintu ku ada kak Revan yang melihat perilaku kami berdua dan berlalu setelah itu. Aku pun mencoba menenangkannya.


"hai, tenanglah. Itu namanya kak Revan sudah mulai perhatian sama kamu Gladis kakak ipar aku yang paling imut," ucapku tersenyum kearahnya yang malah mengerutkan dahinya karena ucapan yang baru saja terlontar dari mulutku ini.


"benarkah, tapi gak sampai segitunya dong, nyeret paksa kan malu aku sama teman-temanku"ucap Gladis berucap sangat polos menurutku.


"ntar aku bilang sama kak Revan, kamu balik saja ke kamar isterahat, pasti capek an"ucapku yang langsu diangguki olehnya yang langsung balik ke kamarnya.


"mulai posesif nih sama calon isteri,. awalnya nolak lama-lama suka juga"godaku ke kak Revan yang hanya menatap kearah kolam renang.


"kamu tahu dia berbohong, dia bilang kerja kelompok bersama teman-temannya, nyatanya dia kumpul sama cowok."ucap Kakakku yang super posesif itu.


"karena teman sekelompoknya ada cowoknya kak, masa iya dalam satu kelompok cewek semua kan gak lucu"ucapku yang menggelengkan kepala karena keposesifan kak Revan.


"gini deh kak, kakak percaya kan sama Gladis, dia anak baik-baik loh kak. Kakak cuekin dia bertahan dan tidak selalu membantah omongan kakak dan selalu percaya sama kakak. Kalau kakak mau dengerin saran aku nih, kalian saling percaya pasti hubungan yang akan terjalin ini baik-baik saja. Karena ini adalah waktu pengenalan kakak dengan Gladis sebelum ke jenjang yang serius. Jangan sampai seperti kejadian lalu"ucapku yang langsung terdiam. Kak Revan menatapku dan langsung memelukku, kehangatan pelukan seorang kakak yang memeluk adiknya sangat menenangkan.

__ADS_1


"Kakak akan selalu menjagamu dek, dan akan menjaga wanita yang berdampingan sama kakak"ucap Revan.


.


.


.


.


Aku bahagia melihat kak Revan perlahan berubah menjadi lebih baik. dengan berusaha melihat jalur depan meskipun jalur belakang sering melintas. Aku berharap kak Revan akan menyayangi dan menjaga pasangannya dan tidak menyakiti perasaan pasangannya nanti. Karena aku tahu rasa sakit itu seperti apa.


.


.


.


NEXT ON....

__ADS_1


__ADS_2