Harus Memilih

Harus Memilih
Rahasia


__ADS_3

"tapi itu kenyataan bukan. Dan dia juga telah menyakiti wanita yang aku cintai, jadi tidak masalah. dan maaf ya aku membuatmu merasa tersinggung sayang"ucap Devan yang memeluk Zania dan Zania pun tanpa sadar memeluknya dan menggangukan kepala setuju dengan ucapan dari Devan.


.


.


.


.


.


Setelah acara itu selesai Zania pulang diantarkan oleh Devan. Devan melihat Zania yang seperti memikirkan sesuatu.


"kamu mikirin apa?"tanya Devan memegang tangan Zania. Zania sontak menoleh kearah Devan.


"aku bahagia acara Riri berjalan lancar, tapi"ucap Zania yang terhenti, Devan mengerutkan keningnya meminta Zania melanjutkan bicaranya.


"tapi apa"tanya Devan.


"kak Revan gak hadir di acara Riri, apa mungkin kak Revan telah merelakan Riri?,Tapi aku merasa khawatir akan hal ini Dev, "ucap Zania dan Devan menepuk pundaknya pelan untuk menenangkan Zania.


"Revan gak bisa hadir, karena dia harus ke London. Jadi kamu jangan banyak memikirkan hal itu ya"ucap Devan.


"bagaiman kamu bisa tahu jika kak Revan ke London"tanya Zania.

__ADS_1


"karena aku bertemu dia di halaman rumah Riri sayang, dia tadi hadir. Namun, tiba-tiba ada seseorang memanggilnya dan dia pergi ke London dengan mendadak"ucap Devan menatap Zania.


"oh, jadi seperti itu"ucap Zania terdiam.


"Kalau begitu kamu masuk ke rumah ya, besok kamu mulai kerja bukan"ucap Devan yang diangguki kepala oleh Zania.


Zania pun keluar dari mobil Devan dan memasuki rumahnya. Devan menatap Zania yang masuk dalam rumah dan setelah itu dia meraih handphonenya untuk menelphon seseorang.


"*Aku akan menemuinya, jadi jaga dia jangan sampai kabur"ucap Devan di telphon


"..............."jawab seseorang disebrang sana*.


Devan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah keluarga Zania. Mobilnya berhenti di sebuah rumah sakit yang berada diujung kota. Devan keluar dari mobilnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia masuk ke rumah sakit itu dan disebuah ruangan ada banyak sekali penjaga yang menjaga ketat ruangan itu. Devan pun masuk keruangan itu. dan disana ada seorang wanita yang ketakutan saat melihat Devan berada dihadapannya. Devan semakin mendekatinya dan wanita itu semakin mundur takut dengan Devan.


"jangan mendekatiku, pergi...."ucap wanita itu yang bernama Jesica, ketika Devan mendekatinya.


Devan dengan kasar mencengkram rahang wanita itu.


"jika kamu ingin hidup tenang, seharusnya jangan main-main denganku jal***. Jika kamu berani mencelakai Zania, urusanmu denganku"ucap Devan menghempaskan ya kasar. Wanita itu tersungkur karena perbuatan yang Devan lakukan.


"aku terlalu baik selama ini denganmu. Hingga kamu memanfaatkan kebaikanku selama ini. Tapi tidak untuk sekarang. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti orang-orang terdekatku. Termasuk kakakmu Derren, takkan aku biarkan dia menyakiti teman-temanku. dan hiduplah seperti ini karena kakakmu itu"ucap Devan meninggalkan Jesica yang meringkuk.


Devan keluar dari ruangan itu dan mengelapi tangannya dengan sapu tangan yang dia bawa dan membuangnya.


"jaga dia baik-baik, jangan sampai kabur. Dan jangan perlakukan dengan kasar."ucap Devan meninggalkan tempat itu. Segala rahasia yang yang merupakan jati dirinya yang tersembunyi ada disana. dan tidak ada yang mengetahui hal itu, termasuk Zania.

__ADS_1


"aku tidak akan pernah melihat Zania menangis karena kalian, ingat itu"ucap Devan yang langsung meninggalkan tempat itu.


Ada seseorang yang mengamatinya selama ini, tapi dia tidak menyadarinya. Dia adalah Rifky. Melihat Devan keluar dari rumah sakit itu.


"kamu menyembunyikan sesuatu Devan"ucap Rifky yang langsung menelphone seseorang.


"kalian cari tahu tentang rumah sakit dipinggir kota, nanti lokasi aku Shere langsung. dan lihat gerak-gerik dari Devan dan Derren"ucap Rifky memerintahkan seseorang di telphone. Dia pun langsung mematikan handphone itu. dan melajukan mobilnya kembali ke kota.


.


.


.


.


.


NEXT ON....


JANGAN LUPA CEK CERITA AUTHOR


"DI BALIK SENJA"


DAN JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN RATE YA GENGSπŸ’›πŸ’›πŸ’›

__ADS_1


__ADS_2