
#Flashback
6 Tahun yang lalu.
"Hai..."sapa seseorang yang menghampiri Zania yang tengah duduk disebuah gazebo disekitar kampusnya.
"oh...kak Rifky, hai juga kak."jawab Zania yang masih fokus dengan laptopnya itu. Rifky pun langsung duduk disamping Zania dan membuat Zania menoleh kearah Rifky yang sedang menatapnya.
"Kakak mau kemana, kok pakai pakaian begitu?"tanya Zania melihat Rifky lengkap mengenakan pakaian hitam putih serta almamater kampus. Sebenarnya dia bertanya seperti itu karena gugup, Rifky melihatnya mengerjakan tugas kuliahnya itu.
"Mau sidang skripsi nih. Ikut yuk jadi audience saya"ucap Rifky ke Zania yang malah galfok karena Rifky terlalu dekat dengannya. Mata Zania pun melirik kanan kiri karena merasa canggung dengan dekatnya Rifky saat ini.
"Gimana maukan jadi audience saya. Kamu dengerin saya nggak sih Nia?"panggil Rifky lagi hingga Zania sadar dari melamunnya.
"Oh iya kak"ucap Zania tengok kanan kiri yang sebenarnya sangat gugup. "Nih orang deket amad sih, bikin galfok." ucap Zania dalam hati.
"Kamu itu lagi ngelamunin apaan sih?! bener nih mau jadi audience saya!?"tanya Rifky sambil tersenyum melihat tingkah Zania yang menurutnya lucu.
"Siapa yang ngelamun. Kak Rifky mundur dikit dong!, dan memang saat sidang begitu boleh ada audience kak?"tanya Zania ke Rifky yang pura-pura sedang berfikir itu.
"ehm..boleh kok, diluar kamu nungguin saya selesai sidang, oke"ucap Rifky tersenyum berasa tidak berdosa ketika berbicara seperti itu ke Zania. Zania yang mendapat jawaban yang sarkas seperti itu hanya mengerutkan dahinya itu, pertanda dia kaget.
"Apa sih kak? itu mah namanya nunggu bukan jadi audience. Saya nggak bisa kak, mau kerja tugas. Kenapa nggak kakak minta kekasih kakak saja buat nungguin sidang kakak itu.
!? ntar kekasih kak Rifky salah paham lagi kalau Nia yang nungguin kekasihnya itu sidang. Jugaan tugas Nia 2 jam lagi dikumpul nih. Tunggu-tunggu kenapa kak Rifky jadi sok akrab sama saya sih"ucap Zania masih fokus dengan laptopnya itu
"Memangnya akrab sama kamu nggak boleh? dan Kekasih?, yang mana sih?, saya nggak ada tuh"jawab Rifky menatap Zania yang masih fokus dengan laptopnya dan langsung menatap Rifky yang malah tersenyum melihat ekspresi Zania.
"Sudah deh kak, nggak usah berbelit kayak kak Revan. Kebanyakan tanda tanya, tebak-tebakanan, males loh. Kakak sanalah, saya sibuk, jugaan sebentar lagi kan kak Rifky sidang?" ucap Zania malas.
"Saya nggak akan pergi kalau kamu nggak ikut"ucap Rifky menggoda Zania dan malah duduk semakin dekat dengan Zania yang langsung kaget dengan Rifky yang menatap Zania.
__ADS_1
"Apaan sih kak, terserah!!! yang mau sidang, sama lulus kan kakak, bukan Nia. Dan duduknya dikondisikan dong"ucap Zania yang melihat kearah Rifky yang malah santai duduk dan memandangi Zania.
"Makanya bantuin saya, oke"ucap Rifky lagi.
"Oke dan berhenti menatap Nia seperti itu"ucap Zania kesal.
"Begitu dong, jadi adik yang baik"ucap Rifky sambil mengacak rambut Zania dan berdiri meninggalkan Zania yang kesal. Zania pun ikut berdiri dan memasukkan laptop dan lainnya didalam tasnya itu.
"Kenapa ada mahluk seperti dia sih. Maksa banget, untung ganteng"kesal Zania dalam hati yang mengikuti langkah Rifky menuju tempat sidang skripsinya.
Sembari menunggu Rifky selesai sidang, Zania melanjutkan kerja tugasnya. Sudah lebih 1 jam Zania menunggu hingga tugas kuliahnya selesai. Rifky belum keluar di ruangan, sepertinya banyak pertanyaan. Namun tiba-tiba Rifky keluar dengan membawa bunga entah dapat bunga dari mana tuh orang.
"Gimana kak, lulus?"tanya Zania langsung ke intinya.
"ehm... Alhamdulillah lulus"jawab Rifky yang disambut gembira oleh Zania yang tiba-tiba memeluk Rifky tanpa mereka sadari ada yang menyaksikan hal itu.
"Selamat ya kak, nggak sia-sia Nia nungguin kakak sidang sampai berkarat gini. Habis ini tlaktir Nia dong ya"ucap Zania yang melepaskan pelukannya itu dan membuat Rifky terdiam karena terkejutnya. Setelah itu dia pun tersenyum sambil mengacak rambut bagian atas Zania karena gemas.
"Wanita murahan!!! Rifky itu hanya milikku dan tidak ada yang boleh memilikinya selain aku. Aku akan merebutmu sekali lagi karena kamu adalah milikiku tetap milikku"ucapnya sambil mengepal telapak tangannya melihat Zania memeluk Rifky yang disambut bahagia oleh Rifky juga.
"Astaga maaf kak, terlalu senang kakak lulus, sampai berekspresi begitu"ucap Zania malu-malu ketika tersadar dengan apa yang telah dia lakukan itu. Rifky tersenyum melihat tingkah Zania yang menurutnya lucu itu.
"Kamu loading ternyata ya"ucap Rifky lucu sendiri melihat tingkah Zania itu.
"Ayo saya antarin kumpul tugas, nggak ada kuliah kan, Free"tanya Rifky mengalihkan pembicaraan mereka.
"Iya kak, tumben 2 hari ini free cuma kumpul tugas saja. Tapi takutnya besok di genjot habis sampai teler nih otak sama para dosen itu"ucap Zania nyeplos yang malah membuat Rifky tersenyum.
"kok senyum terus sih, memang ada yang lucu kak. Jangan bilang kayak kak Revan nih kak Rifky sudah ketularan gila, senyum-senyum terus"ucap Zania yang digelengin kepala oleh Rifky.
"Ngawor saja. 100% saya normal"ucap Rifky.
__ADS_1
"Bener normal"goda Zania yang mendapatkan tatapan tajam dari Rifky yang berhasil balik menggoda Zania yang takut. Rifky pun tertawa dan Zania pun langsung memukul kecil Rifky kesal.
Setelah selesai mengumpulkan tugas Zania pun diajak makan oleh Rifky.
"Ceweknya kakak nggak marah nih, kita jalan berdua"tanya Zania memastikan apa yang dilihatnya kemarin.
"Pertanyannya itu terus sih, baru putus seminggu yang lalu, dia selingkuh"jawab Rifky dengan santainya dan malah membuat Zania merasa bersalah karena bertanya soal itu.
"Jangan kamu terima Derren kalau dia ngajak pacaran lagi. Dia nggak cocok buat kamu Nia"ucap Rifky yang malah membuat Zania senyum-senyum nggak jelas.
"Terus yang cocok buat Nia siapa? kak Rifky, boleh?"goda Zania ke Rifky yang malah membuat mereka tertawa.
"Memang Derren kenapa sih kak? atau kekasih kakak selingkuh sama Derren"asal ceplos Zania yang membuat Rifky terdiam.
"What!!!, serius!!!, gantengan juga kak Rifky dari Derren, mantan kakak itu bodoh atau apa sih, oh my God "ucap Zania mulai konyol.
"Lucu ya kamu Nia"ucap Rifky mencubit hidung Zania dan ada seseorang menghampiri mereka.
"Deket-deket adik gua nih"ucap Reven menghampiri mereka yang langsung canggung sendirinya.
"Tuh kan ada maksud, Rifky deketin kamu Ni. Kakak kan sudah bilang!?"goda Revan ke Zania yang mendapatkan tatapan horor dari Zania.
"Ih...apaan sih kak"ucap Zania kesal di goda kakak nya.
"Maksud? apaan emangnya"ucap Rifky menggoda Revan balik.
"Suka lu sama adik gua. Tapi sebelum deketin dia lu minta izin dulu sama orang yang di London" ucap Revan spontan membuat Rifky dan Zania menatap Revan bergantian.
***
Next on gengs...
__ADS_1